Beranda » Artikel » Periodontitis, Penyebab dan Akibatnya?

Periodontitis, Penyebab dan Akibatnya?

Mei 6, 2014

Kita sudah sering mendengar salah satu penyakit yang menyerang gusi, yaitu gingivitis atau radang gusi. Sebagai pengingat bahwa gingivitis terjadi akibat adanya infeksi bakteri pada gusi karena adanya penumpukan plak dan karang gigi. Saat ini kita perlu mengetahui juga bahwa ada akibatnya bila gingivitis tidak segera ditangani, yaitu terjadinya periodontitis.

Apakah itu periodontitis? Periodontitis adalah infeksi yang menyerang komponen-komponen penyangga gigi yang selama ini ada agar gigi dapat stabil di posisinya. Jaringan penyangga gigi bukan hanya terdiri dari gusi, melainkan juga ligamen dan tulang di sekitar gigi.

Bila periodontitis terjadi, artinya bakteri berbahaya sudah menginfeksi jaringan penyangga gigi, yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan kegoyangan gigi dan kehilangan gigi sekalipun tanpa lubang di gigi tersebut. Tidak hanya sampai di situ, adanya kondisi periodontitis dapat menjadi sumber infeksi bukan hanya pada rongga mulut namun juga tubuh secara keseluruhan.

Kebersihan gigi dan mulut yang buruk serta faktor genetik merupakan dua faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya periodontitis. Periodontitis secara umum dibagi menjadi dua, yaitu

periodontitis kronis

  • Periodontitis kronis adalah kondisi infeksi dan kerusakan pada jaringan penyangga yang terjadi dikarenakan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga (penumpukan plak dan karang gigi).

periodontitis agresif.

  • Periodontitis agresif merupakan kondisi infeksi dan kerusakan jaringan penyangga gigi yang menjadikan faktor genetik menjadi penyebabnya. Pada umumnya orang dengan periodontitis agresif memiliki kebersihan mulut yang tidak sebanding dengan kerusakan tulang di sekitar gigi yang terjadi.Dan bila ditelusuri lebih jauh maka akan ditemukan bahwa anggota keluarganya juga memiliki masalah yang sama yaitu gigi goyang dan bahkan kehilangan gigi secara masif. Faktor risiko lainnya adalah trauma from occlusion, posisi gigi yang berantakan, kontak yang tidak baik atau pun hilangnya kontak di antara gigi yang bersebelahan, dan sebagainya.

Periodontitis

Bila kita mendapati gigi goyang sekalipun tidak ada lubang pada gigi tersebut, gusi mudah berdarah dan bengkak, terdapat penumpukan karang gigi, nafas tidak segar, rasa tidak nyaman atau nyeri pada gusi, sebaiknya segera pergi ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa secara seksama dan memberi perawatan sesuai dengan diagnosis dan tingkat kerusakan / penurunan tulang.

Perawatan yang biasanya dilakukan untuk menanggulangi periodontitis adalah pembersihan karang gigi / scaling, penghilangan jaringan granulasi atau jaringan terinfeksi pada gusi / kuretase, bedah / operasi sederhana berupa flap, jika perlu dilakukan bone graft yaitu pengaplikasian bahan yang merangsang terbentuknya tulang di sekitar gigi sehingga gigi dapat kembali stabil di posisinya.

Intervensi antibiotik juga diperlukan untuk membantu mematikan bakteri yang menginfeksi. Semua tindakan tersebut memiliki pertimbangan dan penjelasannya masing-masing yang dapat ditanyakan atau dikonsultasikan dengan dokter gigi yang merawat kita.
Maka dari itu jaga selalu kebersihan gigi dan mulutmu dan rutin periksa ke dokter gigi 6 bulan sekali.

Disadur dari: http://www.tanyapepsodent.com/periodontitis

Kunjungi Juga Youtube dan Instagram Joy Dental untuk update informasi, tips & trik menjaga kesehatan gigi.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram