Beranda » Edukasi » Cara Mengatasi Sakit Gigi Setelah Makan Daging, Mudah Banget!

Cara Mengatasi Sakit Gigi Setelah Makan Daging, Mudah Banget!

Juli 21, 2022

KLINIK GIGI JOY DENTAL, YOGYAKARTA Siapa yang sakit gigi setiap makan daging? Apakah Sobat Joy sering mengalami “selilitan”? “Selilitan” adalah terselipnya sisa makanan pada sela-sela gigi. 

Biasanya, selilit atau sisa makanan yang tersangkut di gigi ada bermacam-macam, yaitu serat daging, duri ikan, kulit udang, bumbu kacang, bahkan serat sayur, serta jenis makanan lainnya. Tentunya hal ini akan membuat gigi terasa tidak nyaman dan risih ya, Sobat Joy.

Jika sisa makanan tersebut tidak diambil, serat daging akan membusuk dan menjadi media tumbuhnya kuman penyebab gigi berlubang. Dengan kata lain sering “selilitan” akan menyebabkan lubang pada sela-sela gigi yang terselip makanan. 

Selain itu, tidak jarang “selilitan” juga membuat orang merasa sakit gigi yang disebabkan oleh proses akut pada gusi yang meradang. Jangankan sudah menyebabkan sakit, sensasi “selilit” sendiri saja sudah membuat risih ya Sobat Joy. Rasanya seperti ingin segera menghilangkannya saat itu juga.  

Cara mengatasi sakit gigi setelah makan daging, Sumber: food.detik.com

Cara mengatasi sakit gigi setelah makan daging, Sumber: food.detik.com

Cara Mengatasi Sakit Gigi Setelah Makan Daging

Nah, kalau begitu bagaimana sih cara mengambil sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi?

1. Hindari Menggunakan Tusuk Gigi

Tusuk gigi memang sering digunakan karena sangat mudah ditemui, namun dari kasus yang saya temui sebagai dokter gigi, secara teknis gerakan pasien saat menggunakan tusuk gigi justru menyebabkan sebagian kecil makanan semakin masuk ke area sela-sela gigi yang semakin dalam. 

Jadi, makanan yang tersangkut tidak sepenuhnya dibebaskan dengan tusuk gigi. Selain itu, diameter tusuk gigi yang tidak ideal justru menyebabkan celah yang lebih besar. 

Celah yang terjadi pada gusi tersebut membentuk seperti “kantong”, sehingga lebih banyak jumlah sisa makanan yang mudah tersangkut dan justru menyebabkan kondisi “selilitan” menjadi semakin parah. Dan masih banyak bahaya penggunaan tusuk gigi lainnya, seperti gusi berdarah karena tertusuk, higiene tusuk gigi yang tidak terjamin, risiko infeksi, dll.

Hindari menggunakan tusuk gigi, Sumber: health.tribunnews.com

Hindari menggunakan tusuk gigi, Sumber: health.tribunnews.com

2. Kumur Air Putih dengan Tekanan

Pertolongan praktikal  dan paling mudah dilakukan saat “selilitan” adalah dengan berkumur air putih. Pada dasarnya, ini adalah cara untuk memaksimalkan self-cleansing pada rongga mulut. 

Caranya, dengan menampung sedikit air putih pada rongga mulut kemudian dikumur dengan bantuan otot pipi, membentuk suatu flow tekanan kuat pada area gigi yang selilit. Cara ini dapat diulang-ulang hingga membantu meringankan selilit.

Kumur menggunakan air putih, Sumber: tribunnews.com

Kumur menggunakan air putih, Sumber: tribunnews.com

3. Gunakan Dental Floss atau Benang Gigi

Jika selilit masih susah dikeluarkan, coba gunakan dental floss atau benang gigi. Benang gigi merupakan alat yang lebih aman untuk membersihkan selilit. Benang gigi merupakan alat sekali pakai, sehingga higiene-nya lebih terjamin. 

Penggunaan benang gigi sebelum menggosok gigi dalam ritual dental care, terbukti ampuh mencegah gigi berlubang dan penyakit pada jaringan di sekitar gigi seperti abses gingiva, gingivitis, periodontitis, dll. Ada berbagai macam sediaan yang beredar, salah satunya adalah benang gigi dalam kemasan rol. Instruksi cara flossing dengan sediaan seperti ini adalah:

  • Pertama, potong benang secukupnya (30 – 60 cm)
  • Untuk jari tangan sebagai pegangan benang gigi, gulungkan benang pada jari telunjuk/jari tengah tangan kanan dan tangan kiri. Intinya, benang dikencangkan dengan kedua jari agar benang tipis dan tegang. Apabila diameter benang lebih tebal, benang gigi dapat dibasahi terlebih dahulu.
  • Masukkan benang gigi di antara kedua gigi, dan secara lembut gerakkan seperti gerakan menggergaji mengenai sisi dari masing-masing gigi. Sobat Joy dapat menggunakan jari lainnya, seperti jempol untuk membantu mengontrol pergerakan benang gigi.
  • Saat mencapai leher gigi, hati-hati pada bagian gusi. Gerakkan benang sesuai kurva leher gigi (C- shape), masukkan benang gigi ke dalam gusi (1 mm) secara perlahan agar tidak melukai gusi.
  • Ulangi gerakan tersebut pada masing-masing gigi. Gunakan bagian benang gigi yang berbeda, dan buang benang gigi yang sudah dipakai untuk mencegah resiko penyebaran bakteri.
Cara penggunaan dental floss, Sumber: doc pribadi

Cara penggunaan dental floss, Sumber: doc pribadi

4. Menggosok Gigi

Tuntaskan rutinitas “dental care” dengan menggosok gigi. Debris-debris makanan yang tersisa setelah flossing dapat sepenuhnya dibersihkan saat menyikat gigi dengan pasta gigi.

Menggosok gigi, Sumber: liputan6.com

Menggosok gigi, Sumber: liputan6.com

Nah, itu tadi tips-tips cara mengatasi selilit. Bagaimana jika kondisinya sudah parah dan sakit? Pada kasus tertentu, apabila sudah akut, selilit dapat menyebabkan abses gingiva di mana gusi membengkak dan sakit. 

Pada kasus akut, Sobat Joy dapat segera memeriksakan ke dokter gigi untuk menghilangkan penyebab sakit yaitu selilit dengan tuntas sehingga gejala nyeri juga dapat sekaligus diatasi. 

Pada kasus-kasus yang dibiarkan, kondisi dapat menjadi kronis, misalnya kedua sisi pada sela gigi sudah berlubang disertai poket gingiva atau “kantong gusi” sehingga menyebabkan masalah kompleks yang berulang dan semakin parah. 

Pada kasus yang sudah kronis, agar tidak semakin parah dan kompleks sebaiknya Sobat Joy periksakan ke dokter gigi agar masalahnya dapat diselesaikan satu per satu.

Oleh : drg. Berilla Silsila Surbakti

Referensi :

How to Floss. 2012, American Dental Association (ADA).

Fleming E, et al. 2019. Prevalence of daily flossing among adults by selected risk factors for periodontal disease. United States. ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6434526/

Cepeda, M Soledad et al. 2017. Association of flossing/inter-dental cleaning and periodontitis in adults. Journal of clinical periodontology vol. 44,9:866-871.

ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6434526/Manchir M. 2016. Government, ADA recognize importance of flossing.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram