Kebiasaan Menjulurkan Lidah Membuat Gigi Mrongos

Bagikan artikel ini

Kebiasaan menjulurkan lidah? Apa betul ada ya orang dengan kebiasaan seperti ini? Kok terkesannya, maaf, seperti ular ya?
Eits, jangan salah. Kebiasaan ini ternyata memiliki jumlah yang cukup tinggi, yaitu sekitar 35-55% pada anak berusia 3-5 tahun, dan 5-15% pada usia dewasa.

Mengapa kita bisa memiliki kebiasaan menjulurkan lidah?
Seringkali hal ini terkait dengan kebiasaan menelan yang salah. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak akibat kurang pemantauan orang tua sejak kecil. Sewaktu kita menelan, lidah seharusnya duduk pada dasar rongga mulut. Tapi, terkadang anak-anak dalam proses belajarnya kesulitan untuk memiliki refleks menelan yang benar, sehingga ketika menelan, lidah justru dimajukan ke depan digigitkan di antara gigi atas dan bawah. Hal ini sering juga terjadi pada anak-anak dengan pola asuh menyusui terlalu lama, tali lidah pendek, kebiasaan bernafas lewat mulut, maupun riwayat alergi maupun infeksi tonsil.
Kebiasaan lainnya biasanya terlalu sering menjilat bibir. Hal ini sering terjadi pada anak-anak perempuan karena kurang minum air putih namun tidak ingin bibir terlihat kering.

Apa sih yang akibat dari menjulurkan lidah?
Saat menjulurkan lidah ke depan, gigi depan akan mendapatkan gaya dorongan. Kebiasaan menjulurkan lidah terus menerus lama-kelamaan akan membuat gigi depan menjadi maju dan bercelah atau sering disebut open bite. Akibatnya, keseimbangan susunan gigi terganggu dan gigi menjadi tidak rapi.
Jadi, ayo hilangkan kebiasaan menjulurkan lidah sedari dini ya.

Ditulis oleh: Drg. Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *