Kebiasaan Mengigit Kuku dapat Menyebabkan Gigi Tidak Rapi

Bagikan artikel ini

Kebiasaan Mengigit Kuku Pada Anak

Kebiasaan anak menggigit kuku bisa menjadi salah satu perilaku yang wajib diperhatikan orangtua. Seperti yang telah kita ketahui, tangan seringkali menjadi sumber kuman dan kotoran. Apalagi halnya apabila anak jarang membersihkan kuku. Namun demikian, tahukah Anda apabila kebiasaan menggigit kuku pada anak-anak dapat menyebabkan pertumbuhan gigi tidak rapi? Dorongan yang timbul sewaktu menggigit kuku secara terus menerus dapat menyebabkan gigi terdorong ke depan sehingga tampak tonggos dan jarang-jarang.

“Ah toh nanti juga gigi anak akan lepas, tidak apa-apa lah Dok.”

Itu adalah statement yang sering kita dengar dan tidak sepenuhnya salah. Namun tahukah Anda, bahwa gigi anak merupakan penunjuk jalan gigi dewasa? Pertumbuhan gigi dewasa akan mengikuti posisi gigi anak. Artinya, gigi anak yang maju dan tidak rapi juga akan menghasilkan gigi dewasa yang juga tidak rapi.

Pada anak-anak dalam tahap tumbuh kembang, perawatan orthodontik berupa behel (fixed orthodontic appliances) kurang disarankan. Perawatan yang paling disarankan adalah perawatan pencegahan. Oleh karena itu, Joy Dental ingin berbagi pengetahuan pencegahan perilaku yang dapat menyebabkan gigi tidak rapi, salah satunya menggigit kuku. Lebih baik mencegah daripada mengobati, betul bukan? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Penyebab kebiasaan anak menggigit kuku

Ada berbagai alasan yang bisa memicu kebiasaan anak menggigit kuku. Salah satunya adalah usaha untuk menarik perhatian orangtua. Penyebab lainnya adalah perilaku imitasi, yaitu meniru perilaku orang di dekatnya, terutama Ayah dan Bunda.

Anak yang suka menggigit kuku juga bisa menjadi tanda anak stres dan tidak cukup percaya diri. Ketidak mampuannya dalam mengekspresikan perasaan cemasnya disalurkan melalui kebiasaan ini. Di sisi lain, kebiasaan anak menggigit kuku bisa juga muncul dari rasa bosan.

Kuku anak yang sering digigit

 

Tips menghentikan kebiasaan anak menggigiti kuku
1. Abaikan perilaku
Orangtua pastinya bisa mencari tahu, apakah kebiasaan anak menggigiti kuku berasal dari rasa cemas atau tidak. Jika Parents yakin bahwa anak tidak mengalami stres, rasa cemas, ataupun hanya meniru perilaku orang lain, mengabaikan kebiasaannya menggigiti kuku biasanya bisa membuat perilaku ini hilang dengan sendirinya.
Jangan memarahi Anak atau mencabut tangan dari mulutnya. Hal tersebut justru akan memberikan rasa cemas ataupun insecure yang justru membuat Anak semakin melakukan kebiasaannya.
2. Bicara dengan konselor
Bila anak menunjukkan tanda gangguan kecemasan yang membuatnya punya kebiasaan menggigit kuku, berkonsultasilah dengan konselor atau psikolog anak untuk mencari tahu apa saja hal yang membuat stres atau gangguan kecemasan pada anak timbul.
3. Alihkan perhatian anak dengan aktivitas lain
Pengalihan perhatian merupakan metode yang efektif pada anak. Bila anak mulai menunjukkan kebiasaan menggigit kuku, segera alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain. Kegiatan bermain yang membutuhkan dua tangan membuat Anak “lupa” untuk menggigit kuku. Jangan beri kegiatan pasif seperti menonton televisi atau gadget, karena justru bisa memberikan peluang untuk meningkatkan kebiasaan ini.
Jika anak Anda perempuan, para Bunda bisa mencoba mengecat kukunya dengan kutek khusus anak yang berwarna cantik dan lucu sehingga anak akan merasa enggan untuk merusak keindahan pada kukunya.
4. Buat anak sadar tentang apa yang dia lakukan
Seringkali kebiasaan ini dilakukan tanpa sadar, oleh karena itu ingatkan dengan lembut. Cukup diingatkan saja dan jangan dibentak. Peringatan yang positif berisi penjelasan singkat tanpa adanya kata negatif seperti “jangan” atau “tidak”. Contoh: “Ayo berhenti menggigiti kukumu supaya kamu sehat”.
5. Jangan menghakimi, tunjukkan simpati
Pada akhirnya, anak membutuhkan bantuan orangtua untuk menghentikan kebiasaan buruknya, bukan untuk dibuat malu karena ia suka menggigiti kuku. Sebagai orangtua, Parents harus bisa mengerti dan memahami masalah yang dialami anak.
Orangtua juga harus bersabar dalam mengulangi nasihat pada anak bahwa kebiasaan menggigiti kuku adalah hal yang tidak baik. Bantu alihkan perhatiannya sampai anak benar-benar lepas dari kebiasaan ini.

Semoga bermanfaat ya.
Sumber:
id.theasianparent.com/agar-anak-lancar-bicara


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close