Pertimbangan Memilih Gigi Palsu

Bagikan artikel ini

 

Gigi palsu memang banyak macamnya. Ada gigi palsu lepasan dan ada gigi palsu yang cekat atau tidak perlu dilepas pasang. Untuk gigi palsu lepasan, tentu Anda pernah mendengar dan melihat sendiri jenis gigi palsu ini. Dewasa ini, masyarakat lebih meminati jenis gigi palsu yang tidak perlu dilepas pasang. Hal ini dikarenakan jenis ini lebih tidak repot dan lebih nyaman. Namun demikian, tidak semua kondisi bisa direncanakan untuk dibuatkan gigi tiruan cekat, apalagi untuk gigi tiruan yang menggunakan dukungan implant. Belakangan ini, implant gigi memang sangat diminati masyarakat karena kenyamanan dan ketahanannya, namun jenis ini memerlukan syarat-syarat yang cukup kaku dan tidak dapat dikompromi. Apabila syarat tidak terpenuhi, implant mudah goyah sehingga perawatan gagal. Gigi palsu yang baik adalah gigi palsu yang sesuai dengan kondisi pasien, atau dalam bahasa kedokteran sering disebut sesuai indikasi kasus. Apa saja syarat atau indikasi dari beberapa macam gigi palsu?

A. Kelompok Gigi Palsu Cekat
1. Gigi Palsu Dukungan Implant

Gigi palsu dukungan implant atau implant supported denture dibuat dengan menanamkan implant ke dalam tulang rahang, kemudian setelah stabil, dibangunkan mahkota gigi palsu. Mirip dengan pasak atau tiang panca bangunan, pondasi dari implant atau tulang rahang sendiri harus cukup tebal dan kokoh. Apabila tulang rahang keropos dan pola pengeroposan tulang menyeluruh, perawatan implant sulit untuk dilakukan. Kunci agar tulang tidak mudah keropos adalah cukup konsumsi kalsium, pembersihan gigi yang baik, menjaga kesehatan umum, dan jangan menunda pemasangan implant terlalu lama (lebih dari 2 tahun).
Implant juga memerlukan kondisi sistemik yang baik. Gula darah, hipertensi, gangguan ginjal, dan berbagai gangguan organ dalam lain perlu dalam kondisi terkendali. Selain itu, implant juga memerlukan rongga mulut yang bersih dari plak, karang gigi maupun rokok. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan merokok mengurangi kemampuan implant untuk bertahan di dalam tulang. Hal ini diakibatkan adanya peradangan kronis yang ditimbulkan saat merokok. Selain itu, asap rokok membuat mulut kering yang mengakibatkan mudahnya karang gigi timbul. Karang gigi mempercepat pengeroposan tulang yang menjadi syarat utama pemasangan implant.

2. Gigi Tiruan Mahkota Jembatan
Apabila implant diibaratkan dengan pasak atau tiang panca bangunan, maka gigi tiruan mahkota jembatan atau bridge denture diibaratkan jembatan. Jenis ini dibuat dengan menggandengkan gigi palsu pada gigi yang masih sehat. Gigi yang sehat akan diruncingkan atau ditipiskan 1-2 mm kemudian dibuatkan selubung dan digandengkan dengan gigi palau menjadi satu rangkaian gigi seperti halnya jembatan.
Syarat utama dari jenis gigi palsu ini adalah kesehatan gigi pendukung dan kecukupan jumlah gigi pendukung. Syarat utama gigi pendukung wajib dalam kondisi yang sehat, yakni tidak goyang serta memiliki panjang gigi disertai dukungan tulang yang mencukupi. Apabila gigi berlubang besar namun tidak goyah, masih dapat dilakukan Perawatan Saluran Akar dan pembuatan mahkota pasak sebagai dukungan gigi tiruan jembatan. (baca artikel mahkota pasak)
Syarat terakhir adalah kecukupan jumlah gigi pendukung. Mudahnya, jumlah gigi yang hilang sama dengan jumlah gigi pendukung. Apabila kehilangan 3 gigi, maka dibutuhkan setidaknya 3 gigi pendukung. Sehingga total dari unit mahkota jembatan gigi yang dibuatkan adalah 6 gigi.

3. Gigi Tiruan Maryland
Adalah modifikasi gigi tiruan mahkota jembatan dengan pengasahan minimal. Jenis ini diperuntukkan untuk gigi yang relatif kecil dan beban kunyahnya ringan.

B. Kelompok Gigi Palsu Lepasan
1. Gigi Tiruan Lepasan Lentur
Gigi lepasan yang paling nyaman dan paling mudah digunakan. Namun gigi tiruan ini tidak diperuntukkan pada pasien dengan riwayat gula darah, terdapat gigi goyang, maupun untuk gigi tiruan sementara. Hal ini dikarenakan jenis ini tidak ideal untuk menjaga ketebalan tulang bekas pencabutan. Kelenturan gigi tiruan jenis ini mengakibatkan tekanan pengunyahan diterima oleh tulang, sehingga memercepat resorpsi (penyusutan) alami dari tulang rahang.

2. Gigi Tiruan Lepasan Kerangka Logam
Jenis gigi tiruan lepasan yang kuat dan kaku. Beda dengan jenis gigi palsu sebelumnya yang lentur, jenis gigi tiruan ini efektif untuk menjaga ketebalan tulang sekaligus menstabilkan gigi yang goyah. Selain itu, dengan adanya kerangka yang terbuat dari logam, ketika digunakan untuk makan dan minun terasa lebih nyaman karena suhu makanan dan minuman juga dapat dirasakan oleh jaringan mulut.

3. Gigi Tiruan Lepasan Akrilik Konvensional
Adalah jenis gigi tiruan yang dapat digunakan untuk semua jenis kasus. Gigi tiruan ini ideal digunakan untuk gigi tiruan sementara maupun untuk pasien dengan banyak kondisi gangguan sistemik seperti hipertensi, gula darah, dll.
Hal ini dikarenakan jenis ini mudah dicekatkan kembali apabila tulang rahang menyusut. Beda dengan jenis gigi tiruan lainnya yang relatif lebih sulit untuk diperbaiki apabila tulang rahang menyusut.
Kekurangan dari jenis ini adalah rasa tidak nyaman saat awal-awal pemakaian. Plat akrilik kurang baik dalam menghantarkan panas maupun dingin sehingga menurunkan cita rasa makanan. Selain itu, gigi tiruan akrilik ini relatif lebih mudah patah atau rusak apabila jatuh. Meskipun nantinya jenis ini paling mudah untuk diperbaiki, tentunya tetap lebih baik apabila berhati-hati agar tidak patah ataupun rusak.

Ditinjau oleh: Drg. Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *