Gigi Anak Sudah Mulai Muncul, Kapan Mulai Menyikat Gigi Anak?

Bagikan artikel ini

Kapan kita mulai membersihkan gigi susu
TANYA:

Putri (27 tahun): “Dok, saya punya bayi usia 3 bulan dan gigi nya sudah mulai muncul. Kapan ya Dok sebaiknya saya mulai menyikat gigi anak? Pasta gigi dan sikat gigi yang baik untuk anak apa ya Dok?”

JAWAB:
Sedari awal gigi susu Si Kecil muncul, sudah harus dibersihkan. Gigi susu merupakan komponen yang penting dalam kesehatan. Pasalnya, gigi susu akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan rahang, tengkorak, dan otak. Namun sayang, di Indonesia permasalahan gigi anak berlubang masih sangat sering. Lebih dari 60% anak di bawah 5 tahun memiliki lubang gigi dan lebih dari 50% anak pernah mengalami sakit gigi. Hal ini dikarenakan pola pembersihan gigi anak yang masih kurang. Perlu upaya lebih dari pemerintah, dokter gigi, orang tua, tenaga pendidik, dan anak sendiri dalam merawat kesehatan gigi. Nah, caranya bagaimana?

Tim dokter gigi dan perawat Joy Dental menyimpulkan merawat gigi anak berporos pada 3 hal:
• Konsisten
• Refleks Menelan
• Perkembangan Kognitif

Apabila anak belum memiliki refleks menelan dengan baik, bersihkanlah gigi dengan mengusap permukaan gigi dan gusi menggunakan kasa/handuk basah setelah makan. Dapat juga menggunakan sikat gigi berbulu lembut untuk anak yang dibasahi terlebih dahulu, tapi tidak perlu menggunakan pasta gigi. Hal ini dimaksudkan menghindari kemungkinan anak tersedak.

Apabila anak sudah memiliki refleks menelan dengan baik dan tidak mudah tersedak, pembersihan gigi dapat dilakukan dengan sikat gigi berbulu lembut dengan pasta gigi khusus anak. Penggunaan pasta gigi hendaknya disesuaikan anjuran penggunaan sesuai kemasan. Apabila bulu sikat gigi mulai kasar dan tidak beraturan, sebaiknya diganti karena bulu yang kasar mudah dilekati bakteri dan melukai gusi anak.

Apabila anak sudah memiliki perkembangan kognitif yang cukup, anak dapat diajari untuk menyikat gigi sendiri. Kuncinya adalah konsisten. Anak kecil cenderung lebih mudah meniru perilaku orang di sekitarnya daripada mendengarkan nasihat. Semakin sering anak melihat adanya kebiasaan menyikat gigi di keluarga, anak juga akan lebih berminat dalam membiasakan dirinya menyikat gigi. Konsistenlah selalu dalam mengajak dan mengajari anak menyikat gigi. Terakhir, bungkuslah kebiasaan menyikat gigi sehingga terkesan menyenangkan untuk anak. Misalnya dengan membuat permainan kecil-kecilan: apabila gigi anak bersih akan diberikan bintang kecil. Apabila belum bersih, anak akan dimotivasi untuk menyikat gigi lagi sampai bersih kemudian diberi bintang. Bintang yang terkumpul dapat ditukarkan dengan hadiah untuk anak. Kreatif dan asik bukan?

Nah, semangat yuk Moms dan semua Sobat Joy Dental dalam mengusahakan kesehatan gigi Buah Hati tersayang. Salam kreatif dari Joy Dental.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close