Beranda » Artikel » Prosedur Perawatan Tambal Gigi

Prosedur Perawatan Tambal Gigi

Maret 5, 2014

Anda ingin melakukan penambalan gigi? Sebaiknya anda baca dulu artikel berikut tentang Prosedur Perawatan Tambal Gigi. Tambal gigi adalah solusi kesehatan yang praktis untuk gigi yang telah rusak dan mencegah agar gigi tidak dicabut.

Perawatan GigiPerawatan tambal gigi

Penumpatan atau penambalan gigi merupakan salah satu cara untuk mempertahankan gigi agar tidak dicabut. Berbagai macam bahan tambal dikenal dalam dunia kedokteran gigi. Dahulu, dunia tambal menambal dikuasai pemain legendaris: amalgam. Namun sekarang orang lebih banyak menghendaki bahan tambal yang sewarna dengan gigi (orang secara salah kaprah disebut tambalan putih). Dari semua bahan tambal yang ditawarkan tentu ada sejumlah keuntungan dan kerugiannya. Semua digunakan harus sesuai dengan indikasi.

Sebelum dokter gigi melakukan tindakan gigi, sebaiknya pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan prosedur yang akan dilakukan, termasuk jenis bahan tambal yang akan dipakai.

Berikut hal yang perlu anda perhatikan dalam Perawatan Tambal Gigi.

  1. Keberhasilan perawatan Keberhasilan perawatan juga ditentukan sikap kooperatif pasien untuk memenuhi prosedur perawatan. Misalnya untuk perawatan yang memerlukan lebih dari satu kali kunjungan.
  2. Sesuai antara indikasi dengan keinginan pasien Kadang kala pasien menginginkan ditambal dengan jenis bahan tambal A. Padahal seharusnya memakai bahan tambal jenis B. Maka dalam hal ini, dokter gigi harus menjelaskan kepada pasien, bahan dan perawatan yang sesuai dengan kasus.
  3. Keperluan riwayat kesehatan gigi Walaupun semua sudah dicatat dalam rekam medik, sebaiknya pasien mengetahui riwayat giginya, terutama jika pasien memeriksakan giginya kepada dokter gigi yang berbeda karena rekam medik di indonesia belum mempunyai sistem terpusat.
  4. Keperluan biaya Sebagian besar biaya perawatan gigi memang tidak murah. Hal ini disebabkan antara lain banyak bahan/material kedokteran gigi dan peralatan medis masih mengimpor dari luar negeri.

Biaya tambal gigi biasanya dipengaruhi oleh:

  • Dokter giginya sendiri
  • Prosedur perawatan yang dilakukan ‘tergantung kasus)
  • Jumlah/banyaknya permukaan gigi yang memerlukan tambalan
  • Jenis bahan tambal
  • Asuransi (bilamana memakai). Misalnya Terkadang pada jenis bahan tambal tertentu, asuransi tidak mau menanggungnya.

Secara garis besar, ada dua tipe bahan restorasi gigi:

  1. Restorasi langsung (direct restoration) Proses penambalan dilakukan dengan satu kali kunjungan. Yang termasuk dalam bahan restorasi ini antara lain: amalgam gigi, semen ionomer kaca (SIK), resin ionomer, dan beberapa golongan resin komposit.
  2. Restorasi tidak langsung (indirect restoration) Umumnya dilakukan kunjungan minimal dua kali atau bahkan lebih, tergantung jenis perawatannya. Yang termasuk restorasi ini antara lain: inlays, onlays, veneers (pelapisan gigi), mahkota dan jembatan yang dibuat dengan emas, bahan dasar metal alloys, keramik atau komposit. Restorasi ini biasanya juga melibatkan pekerjaan laboratoris. Dokter gigi akan melakukan prosedur pencetakan pada pasien untuk memperoleh model gigi dan rongga mulut pasien.

Veneer (pelapisan gigi) adalah perawatan gigi yang dilakukan pada gigi yang tidak beraturan ringan dan gigi dengan bentuk tidak normal

Crown (selubung gigi) dilakukan pada gigi yang patah, kerusakan yang luas, dan gigi yang tidak bisa ditambal. Gigi yang patah dibuatkan selubung gigi, sedangkan bridge merupakan cara perawatan untuk mengisi celah dari satu atau lebih gigi yang hilang. Perawatan ini dilakukan karena kehilangan satu gigi dan adanya masalah gigitan dan sendui rahang yang ditimbulkan dari gigi yang sudah bergeser.

Amalgam menjadi kurang populer sejak digembar-gemborkan bahwa kandungan merkuri di dalamnya berbahaya bagi kesehatan. Padahal ADA telah membantah hal itu. Sisi negatif amalgam lainnya adalah warnanya yang kelabu tua sehingga mengurangi keindahan.

Baca Juga : Solusi jika tambalan gigi mengikis dan muncul whitespot

Amalgam yang dipakai untuk menambal gigi memang mengandung merkuri dalam bentuk cair sebanyak 43–54%. Namun, waktu mau dipakai buat menambal ia dicampur dengan bahan-bahan lain yahni bubuk amalgam yang terdiri atas perak, tembaga, timah, dan kadang-kadang sejumlah Zn, paladium, atau indium. Jadi, meski dalam bentuk cair merkuri berbahaya, namun bila sudah berikatan dengan bubuk amalgam menjadi stabil sehingga aman digunakan di dalam mulut.

Meskipun demikian, sebaiknya tambalan amalgam tidak dilakukan pada ibu hamil, untuk menghindari resiko misalnya tertelan dsb.

 

Kunjungi Juga Youtube dan Instagram Joy Dental untuk update informasi, tips & trik menjaga kesehatan gigi.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram