Menguap bunyi: “KLIK!”, Bahaya tidak ya?

Bagikan artikel ini

menguap clicking gigi

Kondisi sewaktu menguap rahang berbunyi klik ini dinamakan clicking. Clicking ini seringkali menjadi tanda awal permasalahan sendi rahang atau yang sering kita sebut sebagai TMD (Temporo Mandibular Disorder). Sendi rahang merupakan sendi yang cukup kompleks karena menyatukan dua tulang rahang bawah yang simetris kanan dan kiri terhadap tulang pelipis. Pada kompleks sendi rahang juga terdapat organ-organ yang kecil yang berfungsi menjaga keutuhan sendi rahang seperti otot sendi rahang, diskus artikularis, berbagai pembuluh darah dan saraf. Diskus artikularis adalah sebuah lempengan yang seperti tulang rawan yang mendukung pergerakan buka tutup mulut. Nah kondisi clicking ini biasanya ada perlekatan yang kurang harmonis antara bonggol sendi rahang, tulang pelipis, dengan otot sendi rahang dan diskus artikularis.

Apa penyebab clicking pada saat menguap?

Penyebab tersering adalah akibat adanya stress / ketegangan otot. Otot yang tegang akan menyebabkan diskus artikularis tertekan sehingga tidak dapat berfungsi maksimal, sehingga pada saat membuka mulut, otot rahang dan diskus artikularis perlu bekerja lebih, sehingga tercipta bunyi “Klik!”. Ciri-ciri akibat stress adalah tentu kondisi ini menghilang dan membaik dengan sendirinya ketika sudah tidak ada rasa stress.

Penyebab lain adalah adanya susunan yang tidak harmonis yang sering disebut Internal Derangement (ID). ID ini bukan hanya terjadi pada sendi rahang namun juga bisa terjadi pada sendi lain seperti sendi lutut. Penentuan kondisi ini memerlukan bantuan foto rontgen. Bergantung pada intensitas keparahan penyakit, terapi dari ID ini bisa hanya berupa follow-up berkala, fisioterapi, penggunaan obat-obatan, hingga tindakan pembedahan.

Yang perlu dicermati adalah ada / tidakya rasa nyeri saat membuka maupun menutup mulut. Apabila ada rasa nyeri yang bersifat berkepanjangan (lebih dari 3 hari), Sobat Joy Dental lebih baik segera mengunjungi dokter gigi. Pada kondisi seperti ini, dokter gigi akan memeriksa kondisi sendi rahang lebih lanjut dengan memberikan perabaan dan tekanan pada bonggol sendi rahang serta melakukan pemeriksaan radiologi untuk memperoleh gambaran foto rontgen sendi rahang. Hingga perawatan selesai, Sobat Joy wajib untuk menghindari akitivitas yang berlebih menggunakan sendi rahang seperti: membuka mulut terlalu lebar (menguap), tertawa terbahak-bahak terlalu lebar, menopang dagu, serta makan-makanan terlalu keras maupun alot. Perawatan sendi rahang jarang selesai dalam waktu cepat, oleh karena itu bersabarlah, terus ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter gigi, dan biarkan dokter gigi mengetahui dengan detil apa saja yang Sobat Joy rasakan ketika follow-up berkala.

Ditulis oleh drg Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *