Kenapa Harus Dokter Gigi Spesialis Anak?

Bagikan artikel ini

Apa sih beda nya dokter gigi spesialis anak dengan dokter gigi umum? Mengapa harus pilih dokter gigi spesialis anak? Artikel ini akan membahas lebih lanjut terkait dokter gigi spesialis anak untuk sobat joy yang ingin memberikan perawatan gigi terbaik bagi si kecil.

Sobat joy, dokter gigi spesialis anak merupakan pilihan yang tepat bagi Sobat Joy yang ingin memeriksakan anak atau kerabat yang saat ini berusia satu tahun hingga tujuh belas tahun. Mengapa demikian?

Dokter gigi anak adalah dokter gigi umum (drg) yang melanjutkan pendidikan mengambil program pendidikan dokter gigi spesialis atau biasa disebut PPDGS pada bidang ilmu spesialisasi gigi anak. Dalam proses pendidikan nya, calon dokter gigi spesialis anak juga harus menuntaskan praktek kerja (residensi) di bidang kesehatan gigi dan mulut anak selama beberapa tahun. Setelah menjalani pendidikan dokter gigi spesialis selama 6 semester, seorang dokter gigi baru bisa mendapatkan gelar Sp.KGA.

Dalam masa pendidikan tersebut, dokter gigi spesialis anak mempelajari banyak hal sebagai bekal untuk praktek sebagai dokter gigi spesialis anak di masa depan. Beberapa ilmu yang dipelajari adalah konservasi gigi, bedah mulut, pencegahan penyakit rongga mulut, ortodontik, penyakit jaringan lunak, dan bedah mulut pada anak. Selain itu, mereka juga mempelajari ilmu kesehatan dan nutrisi anak, kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus, bahkan psikologi anak hingga ilmu komunikasi.

Perlu sobat joy ketahui, Struktur gigi dan mulut anak-anak tentu jauh berbeda dengan yang dimiliki orang dewasa, sehingga masalah yang muncul mungkin akan berbeda dan tentunya memiliki cara penanganan yang berbeda. Dokter gigi spesialis anak juga pilihan tepat bagi sobat joy yang ingin berkonsultasi dalam pertumbuhan gigi anak. Gigi bayi bisa muncul pada usia yang bervariasi. Ada bayi yang giginya sudah muncul pada usia 4-5 bulan dan ada juga bayi yang terlambat tumbuh gigi sampai usia 7-9 bulan. Dokter gigi spesialis anak dapat memeriksa apa yang membuat si kecil terlambat tumbuh gigi dan memberikan solusinya.

Seorang dokter gigi spesialis anak akan menerapkan pendekatan yang berbeda-beda kepada setiap anak sesuai dengan sifat dan usia mereka. Sifat atau tingkah laku pasien anak dapat digolongkan: kooperatif, kooperatif yang dipaksakan, tampak gelisah, penuh ketakutan, keras kepala atau menyimpang, emosi berlebihan, dan penderita penyakit sistemik khususnya jantung, serta anak cacat. Oleh karena itu, pendidikan mengenai psikologi dan komunikasi sangat dibutuhkan bagi dokter gigi spesialis anak. Belum lagi, dokter gigi spesialis anak harus menangani anak yang memiliki rasa takut dan cemas berlebihan saat bertemu dengan dokter karena persepsi mereka terhadap dokter yang ‘menyeramkan’.

Dokter gigi spesialis anak juga bisa menjadi solusi bagi Sobat Joy yang ingin memeriksakan anak atau kerabat yang memiliki kebutuhan khusus. Dewasa ini, jumlah anak berkebutuhan khusus terus melonjak naik setara dengan teknologi kesehatan yang terus berkembang. Dampaknya, kebutuhan perawatan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus ikut naik. Salah satunya adalah perawatan gigi. Dan dokter gigi spesialis anak merupakan solusi dari permasalahan di atas karena mereka memiliki kompetensi untuk menangani anak berkebutuhan khusus.

Dengan rutin memeriksakan gigi si kecil sejak dini, sobat joy dapat mencegah kerusakan gigi pada anak yang mungkin akan muncul ketika nanti dia dewasa.

Penjelasan di atas menjadikan dokter gigi spesialis anak mempunyai nilai lebih dibanding dokter gigi yang lain. Untuk Sobat Joy yang berminat untuk reservasi dengan dokter gigi spesialis anak bisa hubungi hotline kami di 087736697888.

Sumber:
Ratri Nirwesti. 2009. Aspek Psikologis Penatalaksanaan Tingkah Laku Pada Perawatan Gigi Anak. 11(1):83-86
Indah Titien. 2012. Peran Dokter Gigi Dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus. 19(2):176-180
S Noerdin. 1999. Masalah Penanganan Perawatan Gigi Pada Penderita Cacat. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. 6(1):36-41

Ditinjau oleh drg. Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *