Beranda » Artikel » Alasan Mengapa Gigi Harus Dicabut

Alasan Mengapa Gigi Harus Dicabut

Juni 26, 2012
Ditulis oleh Joy Dental

Perawatan gigi memiliki tujuan utama mempertahankan keberadaan gigi selama mungkin di rongga mulut, namun terkadang pencabutan gigi dilakukan sebagai tindakan terbaik untuk mencegah keadaan menjadi lebih buruk.

Ekstraksi gigi adalah cabang dari ilmu kedokteran gigi yang menyangkut pencabutan gigi dari soketnya pada tulang alveolar. Ekstraksi gigi yang ideal yaitu penghilangan seluruh gigi atau akar gigi dengan minimal trauma atau nyeri yang seminimal mungkin sehingga jaringan yang terdapat luka dapat sembuh dengan baik dan masalah prostetik setelahnya yang seminimal mungkin.

Berikut adalah alasan mengapa gigi harus dicabut:

  1. Karies yang para
    Jika gigi rusak karena berlubang atau patah, dokter gigi Anda akan mencoba untuk memperbaikinya dan memulihkannya dengan menambal, memberi mahkota atau perawatan lainnya. Kadang-kadang, bila kerusakannya terlalu luas untuk diperbaiki maka gigi harus dicabut.
  2. Nekrosis Pulpa (Gigi yang sudah mati)
    Adanya gigi yang sudah mati, atau dalam bahasa medis nya nekrosis pulpa, yang tidak diindikasikan untuk perawatan endodontik atau perawatan endodontik yang telah dilakukan ternyata gagal untuk menghilangkan rasa sakit sehingga tindakan pencabutan harus dilakukan.
  3. Penyakit pada jaringan pendukung gigi (Periodontal) yang Parah
    Jika jaringan pendukung gigi telah mengalami kerusakan yang parah selama beberapa waktu, maka akan nampak kehilangan tulang yang berlebihan dan mengakibatkan gigi menjadi goyang.
  4. Cabut Gigi Karena Perawatan Ortodontik
    Pasien yang akan menjalani perawatan ortodonsi sering membutuhkan pencabutan gigi untuk memberikan ruang untuk keselarasan gigi.
  5. Gigi yang Mengalami Malposisi
    Jika malposisi gigi menyebabkan trauma jaringan lunak dan tidak dapat ditangani oleh perawatan ortodonsi, gigi tersebut harus diekstraksi.
  6. Gigi yang Retak
    Indikasi ini jelas untuk dilakukan pencabutan gigi, bahkan prosedur restorative endodontik yang kompleks tidak dapat mengurangi rasa sakit akibat gigi yang retak tersebut.
  7. Pra-prostetik Ekstraksi
    Terkadang gigi mengganggu desain dan penempatan yang tepat dari peralatan prostetik seperti gigi tiruan penuh, gigi tiruan sebagian lepasan atau gigi tiruan cekat sehingga perlu dicabut.
  8. Gigi impaksi
    Gigi yang impaksi harus dipertimbangkan untuk dilakukan pencabutan. Jika terdapat sebagian gigi yang impaksi maka oklusi fungsional tidak akan optimal karena ruang yang tidak memadai, sehingga harus dilakukan bedah pengangkatan gigi impaksi tersebut.
  9. Gigi ekstra yang menganggu gigi lain
    Beberapa orang memiliki gigi ekstra yang mendesak gigi lain dan menimbulkan masalah baik dalam fungsi maupun estetika gigi.
  10. Terapi pra-radiasi
    Pasien yang menerima terapi radiasi untuk berbagai tumor oral harus memiliki pertimbangan yang serius terhadap gigi yang memiliki resiko infeksi untuk dilakukan pencabutan.
  11. Menjalani perawatan yang menekan sistem kekebalan tubuh
    Orang yang menjalani kemoterapi bisa mengembangkan infeksi gigi. Obat ini sangat kuat dan memperlemah sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan sehingga meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, bila ada gigi yang tidak sehat mungkin perlu dilakukan perawatan gigi terlebih dahulu. Apabila perawatan gigi untuk menghilangkan resiko infeksi  tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka dapat dilakukan cabut gigi sebagai pencegahan.
    Orang yang akan menjalani transplantasi organ juga mungkin harus dicabut giginya bila gigi itu dikhawatirkan menjadi sumber infeksi pasca transplantasi. Pasien transplantasi organ rentan terhadap infeksi karena pasien harus meminum obat yang menekan sistem kekebalan tubuhnya.

Jenis ekstraksi gigi

Ada dua jenis ekstraksi: ekstraksi gigi sederhana dan ekstraksi bedah.

  • Ekstraksi gigi sederhana
    Dilakukan pada gigi yang dapat dilihat dalam mulut. Dokter gigi umum dapat melakukan ekstraksi sederhana, dan kebanyakan dilakukan di bawah anestesi lokal, dengan atau tanpa obat antidepresan. Dalam ekstraksi sederhana, dokter gigi akan menjepit dengan forsep gigi dan menggoyang forsep bolak-balik untuk mengendurkan gigi sebelum mencabutnya. Kadang-kadang, suatu alat yang disebut luxator, yang ditempatkan antara gigi dan gusi, digunakan untuk membantu melonggarkan gigi.
  • Ekstraksi gigi yang melibatkan pembedahan
    Dilakukan untuk gigi yang tidak dapat dilihat dengan mudah di dalam mulut, baik karena patah di bawah permukaan gusi atau karena belum tumbuh.Ekstraksi bedah biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut. Pembedahan dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Pasien dengan kondisi medis khusus dan anak-anak dapat diberikan anestesi umum. Dalam ekstraksi bedah, dokter harus membuat sayatan pada gusi Anda untuk menjangkau gigi. Dalam beberapa kasus, gigi tersebut harus dipecah menjadi beberapa bagian sebelum dicabut. Jika Anda membutuhkan geraham bungsu untuk dicabut, maka biasanya gigi itu akan dikeluarkan pada saat yang sama. Gigi atas biasanya lebih mudah dicabut dibandingkan gigi bawah. Gigi yang miring ke samping bisa lebih sulit dicabut dibandingkan yang tumbuh vertikal.

Demikian berbagai alasan dilakukan nya pencabutan gigi. Sebelum tindakan pencabutan dilakukan, konsultasikan kondisi gigi anda dengan dokter gigi terlebih dahulu. Karena bisa jadi, gigi anda masih dapat dipertahankan, dan tindakan pencabutan tidak perlu dilakukan.

Ditinjau oleh : drg. Bonifasius Primario WIcaksono, M.Biotech

Kunjungi Juga Youtube dan Instagram Joy Dental untuk update informasi, tips & trik menjaga kesehatan gigi.

Sumber :
Howe, G.L., 1990. The Extraction of teeth. Alih Bahasa : Johan Arief Budiman, Lilian Yuwono. 1999. Jakarta : EGC. Edisi 2
Balaji SM. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. 2nd ed. India: Elsevier; 2013
Rini S. Exodontia (Dasar-dasar Ilmu Pencabutan Gigi). Yogyakarta: Deepublish; 2016
Pedlar J, Frame JW. Oral and maxillofacial surgery. China: Churchill Living Stone Elsevier; 2007

Konsultasikan kesehatan gigi dan mulut seperti Layanan Perawatan Ortodontik, Pembuatan Gigi Tiruan, Perawatan Saluran Akar, Cabut Gigi, Tambal Gigi, Pembersihan Karang Gigi, Tooth Whitening/Bleaching, Pasang Behel Gigi atau Kawat Gigi untuk anda dan keluarga anda di Klinik Gigi Joy Dental Yogyakarta.

Anda bisa datang langsung ke alamat Joy Dental di:

Joy Dental Kaliurang
Jl. Kaliurang Km 5 No.21
(Seberang Samsung Service Center)
Telp. 085106556688, 0274-555409 atau,

Joy Dental Seturan
Ruko Seturan Square Kav 9
Jl. Seturan Raya No.1
(Ruko Orange - Timur Restoran Waiki)
Telp. 085107556699, 0274-4332963 atau,

Joy Dental Gamping
Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang
(selatan simpang tiga Ringroad Gamping)
Telp. 081215408887 atau,

Joy Dental Godean
Jl. Kyai Mojo No.101A, Tegalrejo, Kota Yogyakarta
(Sebelah Melia Laundry)
Telp. 087891915357

Anda juga dapat mengisi kolom konsultasi pada FORM KONTAK KONSULTASI. Anda juga dapat memberikan komentar pada artikel ini untuk memberikan masukan, konsultasi atau pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan artikel ini.

Artikel ini bisa dicari dengan beberapa istilah yang berbeda seperti bahaya cabut gigi untuk behel, pasang behel harus cabut gigi, gigi yang harus dicabut saat pasang behel dan lain sebagainya.

Setiap pertanyaan anda akan kami jawab dengan senang hati demi memberikan pengetahuan yang luas dan bermanfaat tentang kesehatan gigi dan mulut serta pemasangan behel gigi atau kawat gigi

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram