5 Penyebab Gigi Anak Berantakan yang Perlu Kamu Tahu

Bagikan artikel ini

mengapa gigi anak berantakan

Gigi anak merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh orang tua. Bukan hanya kebersihan dan kesehatan nya saja, namun juga pertumbuhan nya. Walaupun gigi susu nanti nya akan tanggal ketika anak tumbuh dewasa, namun apabila tidak dirawat dengan benar, akan muncul berbagai permasalahan gigi dan mulut, salah satu nya adalah tumbuh nya gigi permanen dengan tidak teratur.
Tentu bunda tidak ingin ya gigi si kecil tumbuh dengan berantakan dan tidak terawat. Selain dapat membuat anak tidak nyaman, gigi yang berantakan juga akan mempengaruhi kepercayaan diri si kecil di masa pertumbuhan nya. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja hal yang dapat membuat gigi anak berantakan dan bagaimana cara mengatasi nya.

Penyebab Gigi Anak Berantakan

Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan gigi anak berantakan:

  1. Gigi Berlubang
    Menciptakan kebiasaan menyikat gigi pada anak memang cukup sulit ya bunda. Tetapi bunda tetap harus bersabar dan membiasakan anak menyikat gigi sedini mungkin. Bunda juga harus menyadari penting nya membiasakan anak untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Merawat dan menjaga kebersihan gigi sangat penting dalam mencegah gigi berantakan pada anak.
    Gigi berlubang merupakan salah satu permasalahan yang dialami hampir setiap anak. Sering sekali terlihat anak-anak dengan gigi yang sudah geripis, berlubang cukup parah, menghitam, dan bahkan cukup sering terlihat anak-anak dengan gigi susu yang tinggal akar gigi nya saja. Kondisi gigi yang seperti ini tentu saja telihat tidak rapi yaa sobat joy.
    Tidak hanya itu saja, gigi geligi setiap hari terus bergerak. Apalagi pada gigi anak, dimana pertumbuhan terus terjadi setiap hari nya. Tulang rahang anak juga akan semakin membesar seiring berjalan nya waktu. Apabila ada gigi susu yang geripis atau berlubang, maka gigi tersebut akan bergeser dari tempat asli nya untuk mengisi ruang kosong yang ada. Tahukah bunda, Gigi susu merupakan petunjuk arah atau pemandu bagi gigi permanen yang akan muncul. Bila gigi susu berantakan, maka besar kemungkinan, gigi permanen akan tumbuh dengan berantakan juga.
  2. Terlambat mencabut gigi susu
    Gigi permanen akan mulai muncul ketika anak memasuki usia balita. Pada fase ini, bunda harus sangat memperhatikan pertumbuhan gigi si kecil. Fase tersebut merupakan masa transisi antara gigi susu dan gigi dewasa. Bunda harus jeli memperhatikan gigi si kecil setiap hari nya. Tidak semua gigi susu akan tanggal dengan waktu yang berdekatan dengan tumbuh nya gigi permanen. Bila gigi permanen sudah mulai muncul, sementara gigi susu nya masih belum tanggal, maka bunda harus segera membawa si kecil ke dokter gigi untuk mencabut gigi susu nya.
    Jika gigi permanen sudah tumbuh sementara gigi susu belum tanggal atau dicabut, maka pertumbuhan gigi anak akan menjadi tidak teratur, dan gigi akan tumbuh berjejal tidak sesuai dengan lengkung rahang.
  3. Pencabutan gigi atau Premature Loss
    Kehilangan gigi dini atau premature loss biasa nya terjadi pada gigi anak yang sudah rusak, atau berlubang cukup parah sehingga dengan terpaksa gigi susu harus dicabut sebelum waktu nya. Seperti sudah dijelaskan pada poin sebelum nya, gigi akan terus bergerak untuk mengisi ruang kosong yang ada. Apabila ada gigi susu yang dicabut, maka gigi di kanan kiri nya akan bergerak mengisi ruang kosong tersebut sehingga membuat gigi tidak rapi.
    Selain itu, jika gigi susu tercabut terlalu cepat maka gigi permanen akan kehilangan arahnya sehingga arah tumbuh nya dapat terganggu dan dapat menimbulkan gigi permanen tumbuh dengan berjejal. Oleh karena itulah, biasa nya dokter gigi akan mempertimbangkan untuk mempertahankan gigi susu selama mungkin. Kehilangan gigi susu dan kegagalan untuk menjaga ruang tersebut selama masa pertumbuhan dan perkembangan akan mempengaruhi pertumbuhan normal pada gigi permanennya.
    Untuk mencegah pergeseran gigi dan mempertahankan ruang bekas pencabutan, dibutuhkan penggunaan space maintainer. Space maintainer merupakan alat yang digunakan untuk menjaga ruang akibat kehilangan dini gigi susu. Alat ini dipasang diantara dua gigi .Fungsi dari space maintainer adalah mencegah pergeseran dari gigi ke ruang yang terjadi akibat pencabutan dini, mencegah ekstrusi gigi antagonis dari gigi yang dicabut dini, memperbaiki fungsi pengunyahan, memperbaiki fungsi estetik dan fungsi berbicara setelah kehilangan gigi dini
  4. Kebiasaan buruk anak
    Bunda coba perhatikan kebiasaan sehari-hari si kecil. Apakah mereka memiliki kebiasaan berikut ini : mengisap jari, mengisap bibir, bernapas melalui mulut, ngedot, menggemeretakkan gigi ketika tidur, ataupun mendorong-dorong gigi dengan lidah. Apabila ya, maka segera ajari anak untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
    Kebiasaan buruk tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan letak gigi. Walaupun terkesan sepele, tetapi apabila anak terus menerus memberi tekanan pada gigi, maka gigi lama kelamaan akan bergerak mengikuti arah tekanan.
  5. Faktor Genetik
    Anak akan mewarisi ukuran kepala, ukuran rahang, bentuk wajah, dan ukuran gigi dari kedua orangtua nya. Sebagai ilustrasi, jika bunda memiliki ukuran rahang yang kecil, sementara ayah memiliki ukuran gigi yang normal, maka kemungkinan anak akan memiliki rahang yang kecil dengan ukuran gigi yang besar. Akibat nya, gigi anak akan tumbuh dengan berjejal dan tidak rapi. Hal sebalik nya juga bisa terjadi. Ketika anak memiliki gigi yang kecil di rahang yang lebar, maka gigi anak akan tumbuh dengan renggang.

Itulah kelima kondisi yang dapat membuat gigi anak tumbuh dengan berantakan. Ada kondisi yang sebetulnya dapat dicegah sejak dini, ada juga kondisi yang hanya bisa diperbaiki ketika anak sudah cukup dewasa. Rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali merupakan salah satu cara paling jitu untuk menjaga gigi si kecil. Yuk bunda, jaga gigi si kecil sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: drg. Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *