150 Tahun Profesi Dokter Gigi

Bagikan artikel ini

Tahun 2010 lalu, genap 150 tahun profesi dokter gigi eksis di dunia. Untuk memperingatinya, the Hunterian Museum di Royal College of Surgeons (RCS) London, melakukan pameran tentang hidup dan karir Sir John Tomes, orang pertama yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai dokter gigi.

Milly Farrell, asisten kurator di museum RCS mengatakan, Tomes merupakan pionir dalam semua aspek dari perawatan gigi, mulai dari pengumpulan data biologi gigi hingga mengembangkan instrumen dan perlengkapan seorang dokter gigi.

Tomes bahkan mencatat setiap penyakit gigi yang ditanganinya di rumah sakit dan menggunakan data tersebut untuk dianalisa gigi mana yang paling rentan sakit. “Tomes mengembangkan kursi pasien gigi dan berbagai alat lain yang dipakai untuk dokter gigi masa kini. Ia membuat berbagai proses menjadi mudah,” kata Farrell.

Menurut Stanley Gelbier, profesor sejarah dentistry dari King’s College London Dental Institute, sebelum Tomes, urusan yang berkaitan dengan masalah gigi sangat menyakitkan para pasien. Bahkan, bukan cuma ahli gigi yang ikut mencabut gigi pasien tapi juga para pandai besi dan pembuat wig ikut terlibat dalam proses pencabutan gigi itu.

“Dulu cabut gigi menggunakan tang atau kunci yang dipakai para tukang. Seringkali yang tercabut bukan cuma giginya tapi juga gusi bahkan terkadang tulang,” kata Gelbier.

Professor Derrick Wilmott, dekan fakultas di RCS menyebutkan, baru setelah abad 19 kedokteran gigi menjadi lebih terorganisasi. Namun, tantangan terbesar para dokter gigi adalah anastesi. “Di tahun 1960-an saja anastesi untuk pasien masih terbatas. Beruntung saat ini sudah tersedia bius lokal atau obat penenang,” katanya.

Perbedaan besar dari generasi sebelumnya dengan kedokteran gigi dewasa ini, menurut Wilmott adalah tersedianya cara pencegahan masalah gigi. Dulu, fokus utama dokter gigi adalah mengobati penyakit atau pencabutan gigi.

Kini, dunia kedokteran gigi telah berkembang pesat. Inovasi dalam pencabutan gigi dan pengembangan material gigi pengganti juga jauh telah maju. Gigi yang dicabut sudah bisa diganti dengan implan yang mirip dengan gigi asli. Bahkan, teknik sel punca yang terus dikembangkan memberi harapan baru untuk menumbuhkan gigi asli meski sudah dicabut. Dalam 50 tahun ke depan, para dokter gigi yakin hal ini bisa terwujud.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close