Apa Yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Implan Gigi

Bagikan artikel ini

Penggunaan Implan untuk menggantikan gigi yang hilang merupakan hal yang aman, dapat memberikan penampilan yang alami dan sudah sangat populer di dunia kedokteran gigi. Implan gigi terbuat dari bahan yang biokompatibel, yang ditanam ke dalam gusi atau tulang rahang untuk menggantikan gigi yang hilang.

Kesuksesan Implan gigi tergantung kepada tingkat kemahiran Dokter Gigi yang memasang Implan (biasanya dilakukan oleh Dokter Gigi Spesialis Prosthodontia), kualitas dan kuantitas tulang rahang yang akan dilakukan pemasangan Implan, dan kesehatan rongga mulut pasien.

implan gigi

Implan Gigi

Namun, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memasang Implan gigi, antara lain:
1. Pertimbangan Pasien.
a. Kondisi kesehatan sistemik pasien.
Misalnya memiliki penyakit Diabetes Mellitus, sebab berpengaruh terhadap proses penyembuhan jaringan setelah dilakukan tindakan pemasangan Implan. Namun, jika penyakit Diabetes Mellitus-nya terkontrol, kesuksesan pemasangan Implan-pun akan tercapai.
b. Riwayat penyakit gigi sebelumnya.
c. Motivasi pasien dan kemampuan menjaga kesehatan rongga mulut.
2. Pertimbangan Biaya.
3. Pertimbangan kondisi gigi sebelahnya, tulang rahang dan jaringan lunak sekeliling serta yang akan dipasang Implan gigi.

Semua informasi yang berkaitan dengan pertimbangan pemasangan Implan gigi diperoleh melalui anamnesa ke pasien, pemeriksaan klinis, dan radiografi (biasanya foto panoramik gigi).
Keberhasilan pemasangan Implan gigi harus dilihat dari kriteria subyektif dan obyektif, antara lain:
1. Kriteria subyektif:
a. Berfungsi dengan baik.
b. Nyaman dipakai.
c. Meningkatkan estetik.
d. Meningkatkan status psikis dan mental.
2. Kriteria obyektif:
a. Kerusakan tulang tidak melebihi ketinggian vertikal protesa.
b. Keseimbangan oklusal dan dimensi vertikal yang baik.
c. Peradangan gusi bisa dirawat.
d. Kegoyangan Implan tidak melebihi 1 mm dalam segala arah.
e. Tidak adanya gejala infeksi atau infeksi.
f. TIdak terjadi kerusakan pada gigi di dekatnya.
g. Tidak terjadi parestesi pada kanalis mandibularis, sinus maksilaris, atau dasar rongga hidung.

Namun, ada kalanya Implan gigi yang dipasang tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan Implan gigi harus dilepas jika ada hal-hal seperti berikut:
1. Rasa sakit yang kronis.
2. Pergerakan Implan cukup nyata.
3. Infeksi.
4. Hilangnya tulang pendukung bersifat progresif.
5. Anestesia atau parestesia yang tak tertahankan.
6. Adanya fistula oraoantral atau oronasal.
7. Fraktur (patah) tulang.
8. Gangguan kesehatan atau mental yang nyata.
9. Patahnya Implan bersifat ireversibel.
10. Kerusakan gigi di dekatnya yang bersifat ireversibel.
11. Adanya masalah yang berkaitan dengan kosmetik.

Sedangkan cara untuk memelihara Implan gigi adalah dengan menjaga kesehatan rongga mulut anda melalui penyikatan gigi dengan teknik dan frekuensi yang tepat (usahakan jangan ada sisa makanan yang tersisa dan menempel pada Implan dan gigi-gigi anda), menggunakan obat kumur klorheksidin sebagai antibakteri, menggunakan benang gigi sebagai pembersih gigi tambahan, tidak melakukan kebiasaan buruk seperti merokok, dan lakukan juga pemeriksaan rutin ke Dokter Gigi yaitu 3-4 kali setahun untuk dilakukan pembersihan plak atau karang gigi.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2013/05/16/10280253/Syarat.dan.Keamanan.Pasang.Implan.Gigi


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *