Perawatan Gigi Apa Saja Yang Boleh Dilakukan Oleh Ibu Hamil?

Bagikan artikel ini

perawatan gigi yang boleh dilakukan ibu hamilKehamilan merupakan hal yang terjadi pada kehidupan wanita. Berbagai macam perubahan anatomis tubuh, dan perubahan fisiologis salah satu nya perubahaan hormonal saat kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut. Hal inilah yang mengharuskan setiap ibu hamil tetap perlu menjaga kesehatan gigi dan mulutnya selama masa kehamilan. Namun tidak jarang perawatan gigi pada ibu hamil menimbulkan keraguan baik pada pasien dan keluarganya maupun dokter kandungan dan dokter gigi yang merawat, utamanya terkait keamanan dari prosedur perawatan gigi. Nah disini akan dijelaskan mengenai perawatan gigi apa saja yang boleh dilakukan oleh ibu hamil.

Trimester 1

Pada Trimester 1 atau tiga bulan pertama kehamilan, banyak ibu hamil yang khawatir bahwa tindakan perawatan gigi akan memengaruhi kesehatan janin. Bisa jadi alasannya adalah karena pada trimester ini, perkembangan janin sangat rentan, sehingga berisiko menyebabkan kecacatan pada bayi. Selain itu, pada trimester 1 sering kali terjadi kasus keguguran pada 1 dari 5 kehamilan. Padahal sebenarnya saat usia awal kehamilan inilah ibu hamil dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi.

Kunjungan awal ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pencegahan terhadap suatu penyakit gigi dan mulut yang mungkin dapat muncul akibat proses perubahan hormon selama kehamilan. Pemeriksaan gigi yang lengkap di awal kehamilan akan membantu ibu hamil melewati fase 9 bulan masa kehamilan dengan lebih baik. Dengan kondisi gigi yang maksimal, akan mengurangi kemungkinan terjadi infeksi pada mulut.

Apa tindakan perawatan gigi yang dapat dilakukan pada Trimester 1?

Di masa trimester 1, pada dasar nya semua tindakan dapat dilakukan. Seperti misalnya peningkatan oral hygiene, menambal gigi yang berlubang, pembersihan karang gigi, dan lain-lain. Pada fase awal kehamilan ini, ibu hamil seringkali mengalami mual-muntah yang terkadang cukup hebat. Pada fase tersebut kemungkinan asam lambung naik sangat tinggi. Kandungan asam lambung tersebut bersifat korosif dan dapat merusak gigi. Sehingga perlindungan pada gigi sangat penting untuk dilakukan.

Namun, hindari tindakan pencabutan gigi sebisa mungkin pada trimester ini. Selain itu, pemasangan behel juga sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Mengapa? Karena pada trimester ini, tubuh masih melakukan adaptasi dengan perubahan yang ada. Banyak ibu hamil yang mengalami mual-muntah, serta lebih sensitif terhadap rasa sakit. Tentu saja tidak dapat dipungkiri, ada rasa nyeri yang mau tidak mau harus dirasakan oleh pasien yang melakukan perawatan behel atau pencabutan gigi. Apabila pada momen tersebut dilakukan pemasangan behel atau pencabutan gigi, di khawatirkan akan semakin membuat pasien tidak nyaman dan kesulitan makan. Padahal pada masa kehamilan, tubuh membutuhkan nutrisi ekstra untuk dapat memenuhi kebutuhan ibu dan bayi.

Trimester 2

Trimester kedua merupakan masa dimana kondisi ibu hamil sudah mulai stabil. Di periode ini, ibu hamil biasanya sudah lebih bertenaga. Berbagai keluhan, seperti mual dan muntah, umumnya juga sudah berkurang atau bahkan hilang.

Namun perlu diperhatikan, peningkatan sirkulasi darah ke gusi selama kehamilan bisa membuat gusi menjadi lebih sensitif. Hal ini akan membuat gusi lebih mudah berdarah. Juga seperti disebutkan sebelum nya, muntah yang berlebihan yang terjadi pada fase trimester pertama juga dapat merusak lapisan terluar gigi (enamel). Apabila pada trimester awal gigi tidak dilindungi dengan baik, dapat meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang.

Apa tindakan perawatan gigi yang dapat dilakukan pada Trimester 2?

Pada Trimester 2 dapat dilakukan pembersihan karang gigi dan kuretase saku gusi, penambalan gigi, perawatan saluran akar gigi, dan pencabutan gigi (dengan persyaratan khusus). Untuk perawatan gigi lainnya seperti pemeriksaan rontgen, perawatan gusi, penambalan gigi, pencegahan karies gigi dengan sealant, dan pencabutan gigi aman dilakukan dan lebih baik diselesaikan dalam trimester ini.

Pada fase ini, apabila ingin melakukan pemasangan behel juga dapat dilakukan. Walaupun tetap rekomendasi kami, pemasangan behel sebaiknya dilakukan setelah kelahiran. Bagi pasien behel, pada fase ini kontrol nya juga dapat dimaksimalkan.

Trimester 3

ibu hamilPada trimester 3, semua tindakan yang bersifat bedah seperti cabut gigi dan bedah mulut sebaiknya ditunda kecuali dalam kondisi darurat. Hal ini dimaksudkan menghindari kontraksi akibat rasa sakit paska pembedahan.

Adapun tindakan seperti membersihkan karang gigi, kontrol behel, perawatan saluran akar, serta tindakan lain yang minimal trauma dan minimal potensi rasa sakit, sifatnya boleh dilakukan. Hal ini dikarenalan tindakan tersebut bersifat menjaga kesehatan gigi dan justru menghindarkan risiko ibu hamil terganggu akibat sakit gigi.

Namun, sejak 3 minggu sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL), sebaiknya semua tindakan ditunda. Hal ini dimaksudkan ibu hamil memfokuskan energi untuk persiapan persalinan.

Berdasarkan penjelasan di atas, diharapkan ibu hamil tidak perlu takut lagi untuk melakukan perawatan gigi dan mulut. Jangan lupa juga selalu menerapkan pola makan sehat dan tidak mengonsumsi makanan dan/minuman manis secara berlebihan. Ibu hamil juga disarankan untuk menggunakan sikat gigi berbulu halus dan menyikat gigi secara perlahan. Tahukah sobat joy, Kebersihan gigi yang buruk ternyata juga dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Jadi jangan tunda pemeriksaan gigi ketika hamil ya. Yuk segera daftarkan diri anda untuk periksa rutin ke dokter gigi.

Ditinjau Oleh : drg Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *