Mengapa Harus Periksa Gigi 6 Bulan Sekali?

Bagikan artikel ini

Sobat joy, di Indonesia, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan gigi masih rendah. Cobat sobat joy perhatikan di sekililing sobat joy. Saudara, teman, kakak, adik, sudahkah mereka melakukan perawatan yang rutin ke dokter gigi, sebagian besar mungkin belum yaa…
Biasanya, seseorang hanya akan ke dokter gigi ketika kondisi gigi sudah bermasalah, ada rasa nyeri, gigi berlubang atau gusi bengkak. Padahal, Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika sobat joy rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Manfaat Periksa Gigi Secara Rutin

Apa saja manfaat yang didapatkan jika kamu teratur periksa kesehatan gigi dan mulut? Yuuk kita bahas satu persatu.

  1. Membantu kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan dan penyakit yang menyerang gigi dan mulut.
    Sobat Joy, dengan rutin melakukan pemeriksaan gigi, kemungkinan muncul nya kerusakan pada gigi dapat di deteksi lebih awal. Gangguan kesehatan pada gigi yang sering terjadi dan terlambat terdeteksi adalah masalah gigi berlubang. Sebagai orang awam, sebagian besar pasien tidak menyadari gigi nya berlubang. Pasien biasa nya baru sadar, ketika gigi sudah sakit, atau lubang nya sudah cukup besar. Ketika seseorang tidak menyadari kondisi giginya yang berlubang, lubang tersebut akan semakin membesar dan menimbulkan sakit pada gigi. Lubang yang semakin membesar dapat terpapar kuman ataupun bakteri yang menyebabkan seseorang akan mengalami infeksi hingga ke akar gigi. Kondisi ini bisa mengakibatkan pembengkakan pada gigi. Apabila daya tahan tubuh nya rendah, keadaan tersebut bisa sebabkan infeksi menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti sinus, rahang, area leher hingga dada. Seram kan sobat joy.
    Dengan rutin kotrol, dokter juga dapat membersihkan plak-plak pada gigi sehingga tidak muncul karang gigi. Sobat Joy, karang gigi yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menyebabkan banyak sekali permasalahan dalam mulut looh.. Karang gigi juga membuat penampilan gigi kita tidak ya cantik ya sobat joy.
  2. Mencegah kerusakan gigi menjadi lebih parah.
    Sobat joy, dengan rutin kontrol ke dokter gigi, kerusakan awal pada gigi akan dapat diatasi dengan mudah. Sobat joy harus ingat, gigi permanen kita adalah aset yang sangat berharga. Walaupun Gigi adalah bagian tubuh yang paling kuat di tubuh kita, tetapi Kalau tidak dijaga dengan baik, gigi kita dapat rusak.
    Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga berfungsi sebagai deteksi dini untuk mengamati kemungkinan munculnya penyakit serius lain pada rongga mulut, termasuk kanker. Dokter gigi bisa memberikan saran pada pasien untuk menemui dokter spesialis lain jika diperlukan pemeriksaan lanjutan. Penanganan dini justru akan menghemat biaya pengobatan dibanding pada saat kondisi gigi sudah parah.
    Sebagai gambaran, di poin sebelum nya sudah disebutkan yaa, seringkali pasien tidak sadar gigi nya sudah berlubang. Banyak juga pasien yang membiarkan gigi nya sakit, menunda kunjungan ke dokter gigi, kemudian merasa lega, karena gigi nya tiba-tiba sudah tidak sakit lagi.
    Tahukah sobat joy, ketika gigi sudah tidak sakit lagi, padahal lubang nya belum ditambal, itu tanda nya saraf pada gigi kamu sudah mati. Dengan kondisi demikian, pilihan nya hanya ada dua, Sobat Joy melakukan tindakan Perawatan Saluran Akar, tentu nya dengan biaya yang cukup mahal, atau sobat joy harus mencabut gigi, dan terpaksa ompong.
    Padahal, itu semua dapat dihindari dengan kontrol rutin, dan tentu saja biaya nya jauuuh lebih terjangkau.
  3. Menjaga performa gigi tetap optimal bagi pasien lansia.
    Pada umumnya, Penyakit gusi atau sering juga disebut dengan periodontitis merupakan salah satu penyebab utama gigi lansia mudah lepas. Periodontitis merupakan infeksi gusi berat yang disebabkan karena penumpukan plak, yaitu lapisan lengket bakteri yang terbentuk di sela-sela gigi. Infeksi parah inilah yang kemudian merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.
    Selain bisa menyebabkan gigi lepas, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati ya sobat joy.
    Tanpa susunan gigi yang baik, lansia tidak dapat mencerna makanan dengan optimal. Lansia juga akan cenderung untuk malas makan atau mengunyah bila gigi nya sakit. Hal ini dapat menyebabkan permasalahan sistem pencernaan pada nenek atau kakek kita. Dengan rutin periksa ke dokter, kondisi gigi para lansia dapat terjaga dengan baik. Dan memperpanjang umur gigi agar tidak mudah tanggal di usia senja.
  4. Merawat gigi sedari dini Menjaga agar gigi permanen tumbuh dengan baik.
    Sobat joy, salah satu fungsi gigi susu pada anak adalah sebagai pemandu arah bagi gigi permanan yang akan muncul nanti nya. Bila gigi susu pada anak sudah rusak, gigi permanen dapat tumbuh berantakan.
    Perlu di ingat, rasio dentin & email pada gigi susu berbeda dengan gigi permanen. Gigi susu lebih rentan dan mudah berlubang loh sobat joy. Apabila gigi anak mengalami kerusakan, banyak lubang misal nya, anak akan lebih mudah tantrum, malas makan, rewel dan menangis. Tanpa nutrisi yang cukup, tumbuh kembang anak juga dapat terhambat. Dengan secara rutin mengunjungi dokter gigi juga dapat melatih anak agar tidak takut ke dokter gigi.

Ditinjau oleh : drg. Bonifasius Primario


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *