Memutihkan Gigi dengan Bleaching

Bagikan artikel ini

Tidak ada yang dapat memungkiri bahwa senyum yang indah merupakan bagian dari penampilan yang menarik. Senyum yang indah ini banyak diasosiasikan dalam wujud gigi yang putih, bersih, dan rapi. Oleh karena itu, banyak masyarakat mencari perawatan gigi untuk meningkatkan kualitas senyumnya. Perawatan gigi untuk mengubah warna gigi menjadi lebih putih adalah perawatan Bleaching gigi dan perawatan veneer.

Artikel ini akan banyak membahas seberapa efektif perawatan bleaching dalam memutihkan gigi. Perlu Sobat Joy ketahui terlebih dahulu bahwa tidak semua kondisi gigi dapat dilakukan perawatan bleaching. Perawatan bleaching dimaksudkan untuk memutihkan gigi yang memiliki warna kuning tidak alami akibat menyerapnya zat warna dari luar tubuh ke permukaan gigi seperti dari makanan, minuman, rokok, dll. Artinya, perawatan bleaching memiliki keterbatasan dalam memutihkan gigi. Tidak serta merta gigi dapat diputihkan melebihi “kapasitas” naturalnya. Apabila warna putih yang diinginkan pasien melebihi warna natural dari gigi, maka lebih disarankan untuk memutihkan gigi dengan perawatan veneer.

Baca Juga: Perawatan Veneer Gigi di Klinik Gigi Joy Dental

Mekanisme pemutihan gigi dengan perawatan bleaching melibatkan agen kimia yaitu bahan bleaching. Bahan yang digunakan sebagian besar adalah derivat peroksida seperti hidrogen peroksida, sodium perborat, dan kalsium peroksida. Bahan ini dapat memutihkan gigi dengan cara kerja memecah molekul yang terlibat dalam pembentukan warna pada permukaan gigi yang bernama Chromophore Bahan bleaching akan mengoksidasi molekul ini sehingga diperoleh gradasi warna yang lebih putih.

Kerja dari bahan bleaching ini dibatasi, sehingga hanya molekul chromophore saja pada permukaan gigi yang dilibatkan. Oleh karena itu, perawatan bleaching tidak bersifat mengikis gigi. Kandungan alami gigi seperti mineral kalsium dan kolagen pun tidak dirusak. Oleh karena itulah, hasil dari perawatan bleaching cenderung tampak alami, karena komposisi kandungan alami dari gigi tidak diubah. Namun demikian, hal ini yang menjadi keterbatasan dalam perawatan bleaching, yaitu tidak dapat memutihkan gigi melebihi warna natural pada gigi.

Komposisi kandungan alami gigi pada tiap orang berbeda-beda dipengaruhi oleh gen, nutrisi, kesehatan gigi, usia, dll. Perbedaan kandungan inilah yang menjadi penentu utama perbedaan warna alami gigi. Gigi seseorang yang banyak mengandung kolagen dan memiliki lapisan dentin yang tebal cenderung lebih berwarna kekuningan. Sedangkan minimnya lapisan dentin pada gigi juga cenderung membuat gigi berwarna lebih translusen atau bening. Kandungan kalsium yang tinggi pada gigi cenderung membuat gigi berwarna putih pekat seperti kapur. Seiring dengan bertambahnya usia, lapisan dentin akan semakin menebal. Hal ini mengakibatkan gigi pada lansia cenderung berwarna lebih kuning pekat.

Nah kandungan inilah yang menjadi “kapasitas” mentok atau maksimal dalam prosedur memutihkan gigi dengan perawatan dental bleaching. Katakanlah awalnya gigi memiliki derajat warna A3 (warna kuning kemerahan). Kemudian setelah dilakukan perawatan bleaching, derajat warna berubah menjadi A1. Apabila perawatan bleaching diulang lagi, ada kemungkinan perawatan mentok dan tidak terdapat perubahan warna yang signifikan. Hal ini dikarenakan perawatan bleaching tidak mengubah komposisi kandungan alami pada gigi. Kolagen, kalsium, ketebalan lapisan dentin, dan semua kandungan alami gigi tetap dalam komposisi alaminya. Hal inilah yang menjadi kapasitas maksimal dari perawatan bleaching.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, sobat joy dapat memilih perawatan Dental spa. Dalam paket perawatan dental spa, selain mendapat kan perawatan bleaching, gigi sobat joy juga akan di scaling. Sehingga bukan hanya putih, tapi gigi sobat joy akan menjadi bersih dari plak dan karang gigi.

Ditulis oleh: drg. Hardono Jaya Lauson

Referensi:
American Dental Association. Tooth whitening /bleaching: treatment considerations for dentists and their patients. ADA Council of Scientific Affairs. Chicago. 2009
DeMoor RJG, Verheyen J, Diachuk A, Verheyen P, Meire MA, DeCoster PJ, Keulemans F, De Bruyne M, Walsh LJ. Insight in the chemistry of laser-activated dental bleaching. Scientific World Journal. 2015; 650492
Lee YK. Translucency of human teeth and dental restorative materials and its clinical relevance. J of Biomedical Optics. 2015; 20(4):045002


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *