Ini dia 8 Cara Membuat Anak mau ke Dokter Gigi

Bagikan artikel ini

Ini dia 8 Cara Membuat Anak mau ke Dokter Gigi

Bunda, pernah kah anda mendengarkan cerita-cerita betapa sulit nya orangtua untuk membujuk putra-putri nya berkunjung ke dokter gigi? Atau mungkin bunda sendiri sudah merasakan kesulitan mengajak buah hati nya ke dokter gigi?
Berikut beberapa tips dari para dokter di Klinik Gigi Joy Dental yang bunda bisa terapkan ke putra putri kesayangan:
1. Kenalkan dengan dokter gigi sedini mungkin
Kapan pertama kali bunda membawa anak ke dokter gigi? Sebagian besar orangtua mungkin menjawab ketika sudah mulai masuk usia 4-5 tahun. Mengapa? Karena pada usia tersebut anak sudah mulai bisa memvisualisasikan rasa sakit. Pada usia tersebut juga, ketika kebiasaan menjaga kesehatan gigi tidak dilaksanakan dengan baik sejak dini, gigi anak sudah mulai rusak, berlubang, terkikis, atau menghitam. Padahal, usia terbaik memperkenalkan dan menciptakan kebiasaan berkunjung ke dokter gigi adalah sejak si kecil berusia 1 tahun. Jangan tunggu sampai anak terlanjur besar ya bunda.

2. Jangan beri pemahaman bahwa dokter gigi menyeramkan
Permasalahan yang sering terjadi di Indonesia adalah kurang nya kesadaran untuk memeriksakan gigi. Biasanya, orang hanya pergi ke dokter gigi ketika gigi sudah terlanjur sakit, dan tingkat kerusakan gigi sudah terlanjur cukup parah. Dari kebiasaan buruk itulah muncul pemahaman “ke dokter gigi itu sakit”. Hal ini diperparah dengan kebiasaan buruk masyarakat yang sering menakut-nakuti anak-anak dengan pemahaman-pemahaman semisal “kalau nakal nanti disuntik dokter” dan lain sebagai nya.
Untuk itu bunda, hindarkan pemahaman-pemahaman bersifat negative mengenai dokter gigi ke anak-anak. Perkenalkan lah dokter gigi dengan cara yang ramah. Misalnya, menjelaskan bahwa dokter gigi itu superhero yang membasmi kuman di gigi, atau bisa juga dengan sering bermain peran bersama anak, biarkan si kecil berkhayal menjadi dokter gigi, sehingga imajinasi nya berkembang dan menciptakan kedekatan antara diri nya dengan dokter gigi. Kenalkan dokter gigi dengan menggunakan pendekatan yang mudah dipahami si kecil sesuai dengan kesenangan dan hobby nya akan sangat membantu.

3. Biarkan dokter berinteraksi dengan anak
Bunda, biarkan dokter berbincang dan berkanalan secara langsung dengan anak anda. Percayalah, tim dokter sudah terbiasa menangani anak-anak dan tahu bagaimana cara menghadapi nya. Biarkan si kecil bertanya-tanya, atau bahkan mengeksplor area periksa apabila diperlukan. Berikan kesempatan kepada anak membentuk ikatan dengan dokter yang dihadapi nya.

4. Pilihlah klinik yang ramah terhadap anak
Bagi anak-anak yang sudah terlanjur memiliki pemahaman negative terhadap dokter gigi, maka kunjungan ke dokter gigi akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat mencekam. Apalagi bila area di tempat dokter gigi terkesan kaku, dan banyak gambar-gambar menyeramkan. Maka dari itu bunda, pilihlah klinik yang memperhatikan kebutuhan anak-anak. Apabila anak sudah nyaman dan gembira, mereka tidak akan ketakutan.

5. Jadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai rutinitas
Akan sangat mudah mengajak anak ke dokter gigi, apabila mereka terbiasa untuk berkunjung ke dokter gigi sedari kecil. Tentu saja, dengan sering berkunjung sejak dini, gigi si kecil akan sehat dan kecil sekali kemungkinan dilakukan tindakan masif oleh dokter gigi. Kunjungan ko dekter gigi justru merupakan acara jalan-jalan yang menyenangkan bagi mereka.

Namun bila mereka belum terbiasa, kunjungan pertama akan menjadi kunjungan yang mengerikan. Si kecil mungkin akan cranky, tantrum, menangis, sebagai respon dari ketakutan mereka. Pada saat seperti itu, jangan menyerah ya bunda. Menangis merupakan respon yang wajar. Apabila pada kunjungan pertama anak belum mau diperiksa, datang lah lagi di lain kesempatan, sampai akhirnya si kecil akan terbiasa berkunjung ke dokter gigi.

6. Siapkan distraksi ketika sudah mulai tantrum
Kejadian yang cukup sering terjadi, awal nya anak-anak cukup tenang ketika datang, namun kemudian berubah tiba-tiba menangis pada saat sudah dihadapan dokter. Perubahan mood pada anak adalah hal yang wajar. Sebelum berangkat, jangan lupa bunda siapkan “amunisi” untuk menghadapi moment-moment seperti ini. Bawalah mainan kesukaan si kecil, atau siapkan video/lagu kesukaan si kecil di ponsel pintar anda.

7. Ketika anak sudah terlanjur takut, jangan dipaksa
Ketika si kecil sudah terlanjur takut, tenangkan dengan cara yang halus. Jangan katakan hal-hal seperti “kalau nangis, dimarahin dokter lo”, dengan mengatakan hal-hal seperti itu, anak-anak akan semakin takut kepada dokter. Jangan paksa anak untuk diperiksa, karena hal tersebut akan membuat anak menjadi semakin trauma dan semakin takut diperiksa. Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, apabila pada kunjungan pertama belum berhasil, cobalah berkali-kali sampai si kecil terbiasa.

8. Beri penghargaan, bukan suap
Bunda, pernahkah anda menyuap atau menjanjikan hadiah untuk anak dengan syarat si kecil harus bersikap yang baik pada saat periksa gigi? Kalau iya, sebaiknya hentikan ya bunda. Hal seperti ini hanya akan membuat anak menjadi semakin takut. Daripada menjanjikan hadiah, sebaiknya berikan penghargaan untuk si kecil. Pujilah keberanian nya karena sudah berani datang dan diperiksa. Kalau memang bunda ingin memberi hadiah, berikan hanya setelah si kecil selesai periksa sebagai kejutan.

Demikian bunda 8 tips yang dapat bunda terapkan untuk putra-putri anda. Kesabaran dan keuletan orang tua sangat dituntut untuk membuat anak mau ke dokter gigi. Selamat mencoba bunda.

Ditinjau oleh: Drg. Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *