Bernafas Lewat Mulut Sebabkan Gigi Jadi Berantakan?

Bagikan artikel ini

Bernafas Lewat Mulut Sebabkan Gigi Jadi BerantakanDewasa ini, pemakaian behelKontrol Behel Harus Ribet... baca selengkapnya... bukan lagi menjadi sesuatu yang baru bagi masyarakat. Warna-warni dari karet behel sudah menjadi fenomena sosial tersendiri yang tidak dapat dihindari setiap orang. Namun, tahukah kamu bahwa behel sejatinya dimaksudkan untuk merapikan gigiMengenal Kawat Gigi alias Behel Lebih Dekat... baca selengkapnya... dan bukan untuk fashion?

Seringkali pada saat konsultasiSolusi Bau Mulut dan Gigi Yang Menghitam... baca selengkapnya..., pasien menanyakan satu hal pertama yang selalu sama, yaitu:

“Dok, mengapa gigiCara Membersihkan Sikat Gigi... baca selengkapnya... saya / anak saya tidak rapi?”.

Menanggapi ini, Joy DentalPembersihan Karang Gigi... baca selengkapnya... ingin berbagi ilmu terkait salah satu faktor kebiasaan yang menjadi penyebab mengapa gigi tidak rapi, yaitu kebiasaan bernafas lewat mulut.

Tanpa disadari, kita sering bernafas lewat mulut, bukan melalui hidung. Terkesan sepele ya? Namun jangan meremehkan efek dari bernafas lewat mulut. Berikut adalah efek dari bernafas lewat mulut:

1. Bernafas lewat mulut menyebabkan lengkung gigi menyempit

Ketika kita bernafas melalui mulut, otot pipi akan mengembang dan mengempis mengikuti ritme pernafasan. Pergerakan dari otot ini akan menekan rahang dan gigi, sehingga menciptakan lengkung gigi yang sempit dan dalam. Penyempitan lengkung gigi inilah yang menyebabkan kurangnya ruang untuk pertumbuhan gigi, sehingga menyebabkan gigi tumbuh tidak rapi. Selain itu, ketika bernafas lewat mulut, tentunya bibir kita dalam posisi terbuka atau sering disebut melongo. Nah, tekanan dari pipi ini akan diteruskan ke depan dan berhenti di otot bibir. Hal ini menyebabkan gigi seri tumbuh maju ke depan yang sering disebut gigi tongos / tonggos. Bernafas lewat mulut memiliki dampak terkuat pada anak-anak dimana tulang rahang sedang dalam masa tumbuh kembang sehingga mudah dipengaruhi oleh kebiasaan ini. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan bernafas melalui hidung.

Bernafas lewat mulut menyebabkan lengkung gigi menyempit

2. Bernafas lewat mulut menyebabkan mulut terasa kering

Pergerakan udara masuk dan keluar melalui mulut akan mudah menyebabkan mulut terasa kering terutama saat tidur. Hal ini disebabkan sejatinya memang mulut tidak diciptakan sebagai organ pernafasan. Di dalam hidung terdapat bulu hidung,lendir, dan pembuluh darah4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi... baca selengkapnya... yang dapat menyaring dan mengatur kelembapan serta suhu udara masuk. Anatomi hidung tersusun berkelok-kelok seperti labirin dengan tujuan udara yang masuk dan keluar dapat diatur sehingga sehat bagi tubuh. Tidak demikiannya dengan mulut. Ketika mulut keringGigi Goyah Disertai Bau Mulut? Waspadai Diabetes Mellitus... baca selengkapnya..., kesehatan gigiInfo Seputar Kesehatan Gigi... baca selengkapnya... dan gusi menurun. Gigi menjadi mudah berlubang dan ditumbuhi karang gigiPembersihan Karang Gigi... baca selengkapnya.... Hal ini dikarenakan air ludah merupakan kunci pembersihan secara alami pada rongga mulut yang dapat membilas sisa makanan yang melekat pada gigi dan gusi. Selain itu, di dalam ludah terdapat antibodi pertahanan tubuh yang berfungsi untuk melawan kuman dari luar agar tidak masuk ke dalam tubuh. Kondisi mulut10 Kondisi Mulut Ini Bisa Tunjukkan Masalah Kesehatan yang Anda Alami... baca selengkapnya... kering yang minim air ludah menghilangkan pertahanan alami tubuh sehingga menyebabkan tubuh lebih rentan terserang penyakit.

Bernafas lewat mulut menyebabkan mulut terasa kering

Gambar diambil dari:
https://ghr.nlm.nih.gov/condition/freeman-sheldon-syndrome
http://www.intranasal.net/AnatomyPhysiology/default.htm
https://www.researchgate.net/figure/Showing-Angles-Class-II-Division-1-malocclusion-with-large-overjet-and-missing-lateral_fig2_270213982


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close