Beranda » Artikel » 5 Cara Membersihkan Plak Gigi Secara Alami dan Aman

5 Cara Membersihkan Plak Gigi Secara Alami dan Aman

September 2, 2025
cara membersihkan plak gigi

Dokter Gigi Semarang Joy Dental - “Dok, saya sudah sering sikat gigi tapi mulut masih terasa bau dan gusinya kadang berdarah kalo sikat gigi ya?” Nah, Sobat Joy, pertanyaan ini kerapkali ditanyakan pasien nih. Jika Sobat Joy mengalami hal yang serupa, bisa jadi sisa makanan yang menumpuk atau plak gigi tidak dibersihkan secara optimal. Plak gigi yang terlalu lama menetap di gigi bisa mengakibatkan radang gusi, bau mulut, bahkan bisa mengeras menjadi karang gigi yang bisa menyebabkan gigi goyang dan pada kasus yang sudah parah gigi menjadi copot. Jadi, sangat penting untuk mengetahui cara membersihkan plak gigi secara maksimal. Jika Sobat Joy ingin berkonsultasi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke Klinik Gigi Semarang ya! Sementara itu, kita intip yuk beberapa cara membersihkan plak gigi secara alami dan aman.

Menggunakan Baking Soda sebagai Pembersih Alami

Cara membersihkan plak gigi yang pertama adalah dengan baking soda. Baking soda memiliki sifat abrasif yang lembut yang bisa membersihkan plak gigi, selain itu pH nya yang basa bisa menetralisir lingkungan asam yang dihasilkan bakteri plak gigi, serta bersifat antibakteri. Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan baking soda sebagai cara untuk membersihkan plak gigi dapat mengurangi plak dan stain gigi akibat kopi dan rokok sehingga gigi tampak lebih cerah karena stain dapat terangkat.

Untuk cara penggunaan baking soda sebagai cara membersihkan plak gigi, Sobat Joy dapat menggunakan pasta gigi komersial yang sudah mengandung baking soda di dalamnya atau membuat pasta dengan mencampurkan baking soda dan sedikit air hingga konsistensinya kental dan sikat gigi seperti biasa. Namun, perlu Sobat Joy ketahui penggunaan baking soda sebaiknya tidak lebih dari 2 kali seminggu terutama untuk tujuan pemutihan gigi untuk menghindari potensi resiko abrasi gigi dalam jangka panjang.

Memanfaatkan Minyak Kelapa dengan Teknik Oil Pulling

Cara membersihkan plak gigi yang cukup populer saat ini adalah dengan teknik oil pulling minyak kelapa. Oil pulling merupakan praktik kebersihan mulut dari pengobatan Ayuverda India. Teknik oil pulling ini dilakukan dengan pengocokan (swishing) atau penarikan (pulling) satu sendok makan minyak selama 15-20 menit, biasanya yang digunakan adalah minyak kelapa. Tujuannya adalah untuk membersihkan mulut, menghilangkan bakteri, dan meningkatkan kesehatan gigi serta gusi. Mekanisme kerja dari teknik ini sebagai cara membersihkan plak gigi adalah dengan mengikat kotoran dan bakteri secara fisik serta menghancurkan sel-sel bakteri secara kimiawi melalui pembentukan monolaurin dari asam laurat yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan penelitian, teknik oil pulling dengan minyak kelapa dapat mengurangi jumlah bakteri Streptococcus mutans secara signifikan, yang secara langsung menjelaskan mengapa teknik ini efektif dalam mengontrol pembentukan plak. Bagaimana, Sobat Joy tertarik menggunakan teknik ini sebagai cara membersihkan plak gigi? Meskipun demikian, perlu diingat bahwa oil pulling tidak boleh menggantikan rutinitas kebersihan mulut dasar seperti menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi. Teknik ini direkomendasikan sebagai terapi pelengkap sebagai salah satu cara membersihkan plak gigi dan menjaga kesehatan mulut.

Menggunakan Lidah Buaya untuk Membersihkan dan Menenangkan Gusi

cara membersihkan plak gigi

Sobat Joy pernah menggunakan lidah buaya sebagai cara membersihkan plak gigi? Lidah buaya (Aloe vera) mengandung sejumlah senyawa aktif yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi seperti antrakuinon dan vitamin dan mineral menjadikannya bahan alami yang berpotensi untuk kesehatan mulut.  Berikut beberapa cara untuk mengaplikasikan lidah buaya di rumah, baik secara langsung maupun melalui produk jadi, yaitu sebagai pasta gigi alami, Sobat Joy bisa mencampurkan gel lidah buaya murni (pastikan sudah dicuci bersih dari getah kuningnya) dengan sedikit baking soda. Baking soda berfungsi sebagai abrasif ringan yang membantu membersihkan, sementara lidah buaya memberikan efek antibakteri dan menenangkan. Oleskan campuran ini pada gigi dan sikat selama 2-3 menit, lalu bilas hingga bersih.

Berdasarkan penelitian, penggunaan lidah buaya secara rutin dapat memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan mulut seperti mengurangi plak dan gingivitis karena kandungan antibakterinya efektif melawan bakteri penyebab plak, sehingga membantu mengurangi pembentukan plak dan peradangan gusi, penyembuhan luka, dan meredakan iritasi. 

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa meskipun lidah buaya efektif, tidak dapat menggantikan kebersihan mulut dasar seperti menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi. Penggunaan lidah buaya sebaiknya dianggap sebagai terapi pendukung untuk menjaga kesehatan mulut secara optimal.

Mengunyah Daun Sirih sebagai Cara Tradisional Melawan Plak

Cara membersihkan plak gigi berikutnya adalah dengan daun siri. Penggunaan daun sirih ini diperkirakan sudah ada sejak 2.000 tahun SM, dibuktikan dengan penemuan sisa-sisa kunyahan sirih pinang di gua-gua arkeologis di Thailand dan Filipina. Di Indonesia sendiri, tradisi ini sangat kental dan sering dikaitkan dengan acara adat, upacara keagamaan, dan sebagai simbol keramahan. Tujuan utama mengunyah sirih tidak hanya untuk kenikmatan semata, tetapi juga untuk manfaat terapeutiknya. Masyarakat tradisional meyakini bahwa mengunyah sirih dapat memperkuat gigi dan gusi, serta mencegah bau mulut. Hal ini didukung oleh berbagai penelitian modern yang mengonfirmasi sifat-sifat aktif yang terkandung dalam daun sirih.

Berikut cara membersihkan plak gigi dengan mengunyah daun sirih, secara tradisional, proses menginang melibatkan beberapa langkah yang secara tidak langsung membantu membersihkan gigi dan mulut: daun sirih segar diambil dan dicuci bersih. Kemudian, ditambahkan potongan buah pinang, sedikit kapur sirih (biasanya dari cangkang kerang yang dibakar), dan terkadang gambir atau tembakau,campuran bahan tersebut dikunyah secara perlahan. Proses mengunyah ini merangsang produksi air liur, yang berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di mulut. Adapun efek mekanisnya, serat dari daun sirih dan tekstur keras dari buah pinang bekerja seperti sikat gigi alami, membantu mengikis plak dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Kombinasi bahan-bahan tersebut menghasilkan senyawa kimia yang memberikan sensasi hangat dan pedas di mulut, sekaligus melepaskan senyawa-senyawa aktif seperti fenol dan tanin. Meskipun cara tradisional ini efektif, praktik ini seringkali menyebabkan noda kemerahan pada gigi akibat pigmen dari pinang dan kapur. Oleh karena itu, kini penggunaan daun sirih lebih banyak diekstrak atau diolah menjadi bentuk modern seperti pasta gigi, obat kumur, dan gel.

Penelitian ilmiah telah banyak mengungkap senyawa bioaktif yang menjadi alasan di balik khasiat daun sirih, terutama dalam perawatan mulut. Dua efek utama yang paling banyak diteliti adalah sifat antiseptik dan antiinflamasi. Daun sirih kaya akan senyawa fenol, khususnya chavicol. Chavicol diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap berbagai jenis bakteri patogen dalam rongga mulut, seperti Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis, yang merupakan penyebab utama karies gigi (gigi berlubang) dan penyakit periodontal (radang gusi). Ekstrak daun sirih dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan pembentukan biofilm (lapisan plak) pada gigi. Selain antibakteri, daun sirih juga mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang memiliki sifat antiinflamasi. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan pada gusi (gingivitis) dan meredakan nyeri. Oleh karena itu, ekstrak daun sirih sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati sariawan dan luka di mulut.

Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur yang Bersifat Membersihkan Gigi

Konsumsi buah dan sayur tidak hanya penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga memiliki manfaat signifikan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, khususnya sebagai salah satu cara membersihkan plak gigi. Banyak buah dan sayur yang memiliki tekstur renyah dan kandungan air yang tinggi, menjadikannya alat alami yang efektif untuk membersihkan gigi.

Beberapa buah dan sayur yang dikenal efektif dalam membersihkan plak gigi secara alami antara lain: apel, wortel, seledri, timun, stroberi dan pir.

Nah, bagaimana mekanisme buah dan sayur sebagai salah satu cara membersihkan plak gigi bersifat mekanis dan kimiawi? Saat dikunyah, tekstur renyah dan berserat dari buah dan sayur seperti apel, wortel, dan seledri bekerja layaknya sikat gigi. Serat-serat ini secara fisik menggosok permukaan gigi dan gusi, membantu mengikis plak dan sisa makanan yang menempel. Proses ini juga merangsang produksi air liur. Mengunyah buah dan sayur yang renyah dan berair akan meningkatkan aliran air liur. Air liur adalah pertahanan alami tubuh terhadap karies gigi. Air liur mengandung enzim, mineral (seperti kalsium dan fosfat), dan senyawa antibakteri yang membantu menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri plak. Aliran air liur yang deras juga membantu membilas sisa makanan dan bakteri dari permukaan gigi. Beberapa buah, seperti stroberi, mengandung asam malat. Asam malat adalah senyawa alami yang dapat membantu melarutkan noda permukaan dan mencerahkan gigi. Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi buah yang sangat asam secara berlebihan dapat mengikis email gigi, jadi keseimbangan adalah kunci.

Selain membersihkan plak, konsumsi buah dan sayur ini memberikan manfaat lain yang signifikan seperti gusi yang lebih sehat karena mengunyah makanan berserat merangsang aliran darah ke gusi, yang dapat membantu mengurangi risiko gingivitis (radang gusi) dan menjaga kesehatan jaringan pendukung gigi, mencukupi asupan vitamin dan mineral dan pencegahan bau mulut. Manfaat ini tidak terbatas pada mulut. Konsumsi buah dan sayur yang kaya serat dan nutrisi membantu menjaga sistem pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mencegah berbagai penyakit kronis. Bagaimana, Sobat Joy tertarik untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah sebagai cara mudah membersihkan plak gigi?

Pentingnya Menjaga Kebiasaan Membersihkan Gigi yang Konsisten

Setelah Sobat Joy mengetahui cara membersihkan plak gigi secara alami, dokter akan kasih tips membentuk rutinitas perawatan gigi yang baik: 

  1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari: Ini adalah fondasi dari setiap rutinitas perawatan gigi yang baik. Sikat gigi Sobat Joy di pagi hari setelah sarapan dan di malam hari sebelum tidur. Pastikan untuk menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Sikat dengan gerakan lembut, bukan menggosok dengan keras, untuk menghindari kerusakan gusi dan email gigi.
  2. Gunakan Benang Gigi (Flossing) Setiap Hari: Menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan sisa makanan dan plak di sela-sela gigi. Gunakan benang gigi setidaknya sekali sehari untuk membersihkan area yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.
  3. Kunjungi Dokter Gigi Secara Teratur: Pemeriksaan dan pembersihan gigi profesional sangat penting. Dokter gigi dapat membersihkan plak dan karang gigi yang tidak bisa Sobat Joy bersihkan sendiri, serta mendeteksi masalah kesehatan mulut sejak dini. Plak dan karang gigi sebaiknya dibersihkan dengan scaling gigi di dokter gigi atau klinik gigi terdekat. 

Kebiasaan yang Harus Dihindari Agar Plak Tidak Menumpuk

  1. Hindari Makanan Manis dan Lengket: Bakteri dalam mulut menyukai gula. Makanan dan minuman manis serta lengket (seperti permen, kue, dan soda) menjadi 'bahan bakar' bagi bakteri untuk menghasilkan asam yang merusak gigi dan membentuk plak.
  2. Jangan Merokok: Merokok tidak hanya buruk untuk kesehatan paru-paru, tetapi juga meningkatkan risiko penumpukan plak dan penyakit gusi.
  3. Jangan Sikat Gigi Terlalu Keras: Menyikat gigi dengan keras tidak membuat gigi lebih bersih, justru bisa mengikis email gigi dan melukai gusi, membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan.
  4. Hindari Ngemil Berlebihan: Setiap kali makan atau minum (selain air putih), bakteri dalam mulut akan mulai memproduksi asam. Mengemil terus-menerus sepanjang hari berarti mulut Anda terus-menerus terpapar asam, yang mempercepat pembentukan plak.

Pentingnya Kombinasi Perawatan Alami dan Kebersihan Harian

Meskipun kebersihan harian (menyikat, flossing, dan obat kumur) sangat krusial, menggabungkannya dengan pendekatan alami akan memberikan hasil yang optimal. Makanan berserat tinggi seperti apel, wortel, dan seledri bekerja sebagai "sikat gigi alami" yang membantu menggosok plak secara fisik saat dikunyah. Selain itu, makanan ini merangsang produksi air liur yang berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam.

Dengan menggabungkan rutinitas kebersihan harian yang ketat dengan konsumsi makanan sehat yang membantu membersihkan plak secara alami, Sobat Joy tidak hanya melindungi gigi dari karies, tetapi juga menjaga kesehatan gusi dan senyum tetap cemerlang.

Menjaga Kebersihan Mulut yang Optimal dengan Rutin Perawatan ke Dokter Gigi Semarang

Jika Sobat Joy sudah lama tidak ke dokter gigi atau bahkan belum pernah ke dokter gigi, yuk segera jadwalkan dengan dokter gigi Semarang di Klinik Gigi Joy Dental Semarang. Scaling gigi bertujuan untuk menghilangkan karang gigi yang tidak bisa Sobat Joy bersihkan sendiri di rumah, dan minimal dilakukan setiap 6 bulan sekali. Jangan ragu untuk ke dokter gigi ya! Dokter gigi kami siap untuk melayani konsultasi dan perawatan Sobat Joy untuk senyuman yang lebih indah dan sehat! 

Referensi:

Ghassemi, A., Hooper, W. J., Vorwerk, L. M., Domke, T. M., & DeSciscio, P. (2008). Enhancement of plaque removal efficacy by tooth brushing with baking soda dentifrices: results of five clinical studies. The Journal of Clinical Dentistry, 19(5), 111-118.

Ghassemi, A., & Ss, L. (2018). The efficacy of baking soda dentifrice in controlling plaque and gingivitis: A systematic review. International Journal of Dental Hygiene, 16(1), 24–35.

Jagadeeswari, J., & Shalini, T. (2022). Impact of Baking Soda on Teeth Whitening among Tobacco Users - An Interventional Study. International Journal of Community Dentistry, 10(2), 56-63.

Faisal, A., & Asif, K. (2016). Effect of coconut oil pulling on Streptococcus mutans count in saliva and its effect on plaque and gingivitis.

Peedikayil, F. C., Sreenivasan, R., & Narayan, A. (2015). Effect of coconut oil pulling on plaque formation and gingivitis: A randomized controlled trial. Journal of Indian Society of Pedodontics and Preventive Dentistry, 33(2), 170-175.

  Prasad, D., & Pradeep, A. R. (2011). "Effect of aloe vera mouthwash on plaque and gingivitis." Journal of Indian Society of Periodontology. Studi ini menunjukkan bahwa obat kumur berbahan lidah buaya efektif mengurangi plak dan gingivitis.

  Gupta, R., et al. (2014). "A comparative study of the antiplaque and antigingivitis effects of an aloe vera mouthrinse." Journal of Indian Society of Periodontology.

  Jain, S., et al. (2015). "Antibacterial effect of aloe vera gel against plaque and caries bacteria: an in-vitro study." International Journal of Health Sciences and Research. Jurnal ini menguji secara in vitro (di laboratorium) efek antibakteri gel lidah buaya terhadap bakteri penyebab plak dan karies.

  Pradhan, D., & Suri, K. A. (2018). Traditional and Modern Uses of Betel Leaf (Piper betle L.). International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 51(1), 162–167.

  Sharma, D., et al. (2013). Betel Leaf (Piper betle L.) and Its Antimicrobial Activity. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Sciences, 3(4), 1-6.

  Das, S., et al. (2010). Antioxidant and Antibacterial Activities of Betel Leaf (Piper betle L.). American Journal of Food Technology, 5(1), 22-35.

  Priya, G. B., et al. (2019). Antibacterial Efficacy of Piper betle Leaf Extract on Oral Pathogens: A Review. Journal of Dental and Medical Sciences, 18(11), 36-40.

  Aoun, A., Darwish, M., & Al-Hajj, W. (2018). The effect of dietary habits on oral health. Journal of Advanced Oral Research, 9(2), 57–63.

  Touger-Decker, R., & van Loveren, C. (2003). Sugars and dental caries. The American Journal of Clinical Nutrition, 78(4), 887S-892S.

  Jang, Y. H., et al. (2018). The effects of different chewing gum types on plaque pH and salivary flow rate. Journal of Oral Science, 60(3), 405–409. (Meskipun tentang permen karet, studi ini menunjukkan pentingnya stimulasi mekanis dan aliran air liur).

  Rugg-Gunn, A. J. (1993). Dental effects of sugar substitutes. The British Journal of Nutrition, 70(1), 163–175. (Meskipun fokus pada pengganti gula, artikel ini menyoroti peran serat dalam diet).

  Moynihan, P. J., & Petersen, P. E. (2004). Diet, nutrition and the prevention of dental diseases. Public Health Nutrition, 7(1A), 201–226.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram