Mengapa Membuat Gigi Palsu pada Pasien Ompong Total Wajib Diukur?

Bagikan artikel ini

Pada kondisi ompong total, sudah tidak ada sandaran gigi yang menjadi patokan tinggi wajah. Gigi palsu bisa menyebabkan wajah menjadi terlalu panjang atau malah terlalu pendek. Oleh karena itu, agar gigi palsu nyaman dan enak, perlu dilakukan pengukuran dahulu. Proses pengukuran ini disebut sebagai Maxillo Mandibular Relationship (MMR). Dalam Bahasa sederhananya adalah menentukan hubungan dan posisi yang pas antara rahang atas dan rahang bawah.

Proses MMR pada Pembuatan GTL Pasien Ompong Total

Proses ini merupakan salah satu proses terpenting dalam pembuatan Gigi Tiruan Lengkap (GTL) atau Gigi Tiruan Penuh (GTP). Pengukuran yang tepat akan membuat gigi palsu memiliki ketinggian dan ketebalan yang pas sehingga gigi tiruan akan enak dan nyaman. Pengukuran yang terlalu tinggi akan menyebabkan sendi rahang pegal dan sulit mengontrol otot saat mengunyah makanan. Akibatnya, makanan menjadi mudah berhamburan ke luar. Pengukuran yang terlalu rendah juga tidak baik, karena akan menyebabkan otot wajah kendur sehingga air ludah mudah merembes ke luar melewati sudut bibir. Selain itu, pengukuran yang terlalu rendah akan menyebabkan jarak antara gigi menjadi jauh, akibatnya gigi palsu terkesan lemah dan sulit digunakan untuk maengunyah.
Pada proses ini bukan menentukan tinggi wajah, tapi juga free way space. Free way space adalah jarak antara kedua gigi ketika kita sedang rileks (Bahasa Jawa: ngowoh). Free way space ini akan menjadi jarak alami yang memungkinkan kita bisa memposisikan rahang dengan rileks saat menggunakan gigi palsu. Penentuan free way space yang tepat akan mengembalikan fungsi pengucapan pada pasien pengguna gigi palsu. Sebaliknya, penentuan free way space yang tidak tepat akan menyebabkan pasien sulit mengucapkan kata-kata yang mengandung huruf “F”, “V”, “M”, “B”, “P”, dan “S”.
Proses ini juga mengukur kecembungan gigi palsu terhadap bibir dan wajah. Tentu kita tidak mau terlihat kempot akibat gigi palsu terlalu datar maupun terlalu monyong akibat gigi palsu terlalu cembung bukan? Penentuan kecembungan yang pas akan terasa nyaman pada otot bibir dan pipi, tidak terlalu menekan maupun tidak terlalu kosong, sehingga memberikan hasil senyuman yang harmonis dan indah.
Begitulah proses MMR pada pembuatan GTL pada pasien ompong total. Wajib pas, tidak terlalu tinggi maupun rendah, tidak terlalu cembung maupun datar, jarak tidak terlalu lebar maupun sempit.

Ditulis oleh drg Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *