Beranda » Artikel » 7 Penyebab Gusi Berdarah Terus dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Gusi Berdarah Terus dan Cara Mengatasinya

September 9, 2025
penyebab gusi berdarah terus

Dokter Gigi Semarang Joy Dental - Masalah gusi berdarah yang terjadi terus-menerus biasanya menandakan adanya peradangan pada gingiva (radang gusi). Plak bakteri yang menumpuk di garis gusi adalah pemicu utama terjadinya gingivitis. Akibatnya, gusi menjadi mudah bengkak, kemerahan, dan seringkali berdarah saat disentuh atau saat menyikat gigi. Jika tidak ditangani segera, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis (radang jaringan penyangga gigi) yang lebih parah dan juga menyebabkan perdarahan gusi yang lebih hebat (Rathee, 2023). Untuk itu, penting mengetahui apa saja penyebab gusi berdarah terus agar bisa segera ditangani dengan cara yang tepat. Dengan mengenali penyebab gusi berdarah terus tersebut dan mengambil langkah penanganan yang tepat baik secara mandiri maupun dengan perawatan profesional kondisi ini dapat diatasi.

1. Kebersihan Mulut yang Kurang Optimal

Kebersihan mulut yang buruk adalah salah satu penyebab gusi berdarah terus yang paling umum. Plak dan sisa makanan yang menempel di gigi dapat menumpuk, lalu mengiritasi gusi sehingga mudah berdarah. Penumpukan plak adalah penyebab utama gingivitis. Bakteri dalam plak merangsang reaksi peradangan pada gusi sehingga gusi menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah (Rathee, 2023). Klinisnya, gingivitis biasanya ditandai dengan gusi berdarah saat dibersihkan, walaupun seringkali tidak menimbulkan nyeri.

Cara mengatasi gusi berdarah akibat plak adalah dengan meningkatkan kebersihan mulut. Sikat gigi dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) setiap hari untuk mencegah akumulasi plak. Selain itu, lakukan pemeriksaan dan pembersihan profesional (scaling) secara rutin di dokter gigi untuk mengangkat plak dan karang gigi yang sudah menempel. Kebiasaan ini efektif menghentikan iritasi plak sehingga gusi berdarah dapat dikendalikan (Rathee, 2023).

2. Penyakit Gusi (Periodontitis)

Penyebab gusi berdarah terus berikutnya adalah penyakit gusi. Jika gingivitis dibiarkan, peradangan dapat meluas ke jaringan penyangga gigi, yaitu periodontitis. Ciri khas periodontitis antara lain terbentuknya kantong periodontal dan perdarahan gusi yang parah (Mehrotra, 2023). Pada kondisi ini, gusi tidak hanya mudah berdarah, tetapi juga dapat menyebabkan gigi goyah dan bergerak. Kondisi ini bisa menjadi penyebab gusi berdarah terus karena jaringan penyangga gigi mulai rusak akibat infeksi.

Mengatasi gusi berdarah akibat periodontitis memerlukan pembersihan gigi yang lebih dalam. Dokter gigi akan melakukan scaling (pembersihan karang gigi) dan root planing (pembersihan akar gigi) untuk menghilangkan plak dan karang di bawah garis gusi (Mehrotra, 2023). Dokter gigi juga dapat meresepkan obat kumur antimikroba untuk menekan infeksi. Setelah perawatan profesional, pasien harus memperbaiki kebiasaan kebersihan mulut (menyikat dan flossing rutin) agar plak tidak menumpuk kembali. Penanganan penyebab gusi berdarah terus sedini mungkin dapat menghentikan proses peradangan sehingga gusi tidak terus berdarah.

3. Penggunaan Sikat Gigi yang Salah

Menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan teknik flossing yang salah dapat melukai jaringan gusi. Hal ini menjadi salah satu penyebab gusi berdarah terus yang sering tidak disadari. Trauma mekanis ini menyebabkan gusi lecet atau sobek kecil sehingga mudah mengeluarkan darah. Untuk cara mengatasi gusi berdarah akibat trauma, gunakan sikat gigi berbulu sangat lembut dan aplikasikan gerakan menyikat yang benar (gerakan pendek dan melingkar) (Rathee, 2023). Lakukan flossing dengan hati-hati agar tidak menjepit gusi. Edukasi diri sendiri untuk selalu memberikan tekanan sikat rendah dan memperlakukan gusi dengan lembut agar luka pada gusi cepat pulih dan gusi tidak terus berdarah.

Maka dari itu, Sobat Joy perlu mengetahui penyebab gusi berdarah terus supaya dapat mengatasinya lebih dini dan tidak bertambah parah.

4. Perubahan Hormonal (Kehamilan atau Pubertas)

Perubahan kadar hormon (misalnya saat kehamilan, menstruasi, pubertas) dapat membuat gusi lebih sensitif terhadap peradangan. Inilah yang menjadikan kondisi hormonal sebagai salah satu penyebab gusi berdarah terus pada sebagian orang. Selama kehamilan, kenaikan estrogen dan progesteron menyebabkan peningkatan aliran darah di gingiva sehingga gingivitis kehamilan sering terjadi. Sekitar 60–70% wanita hamil mengalami radang gusi yang ditandai dengan gusi merah dan mudah berdarah (Sachelarie, 2024).

Untuk cara mengatasi gusi berdarah pada kondisi hormonal, tingkatkan kebersihan mulut. Sikat gigi lebih sering (misal, 3 kali sehari) dan dengan teknik benar, serta rajin melakukan flossing. Gunakan obat kumur antiseptik jika disarankan dokter gigi. Wanita hamil disarankan melakukan pemeriksaan gigi rutin dan pembersihan karang gigi lebih sering. Pastikan juga asupan nutrisi sehat seperti buah-buahan kaya vitamin C. Dengan perawatan ekstra dan kontrol rutin, risiko gusi berdarah akibat fluktuasi hormon dapat diminimalkan (Sachelarie, 2024; Rathee, 2023).

5. Pengaruh Obat-Obatan

Beberapa obat dapat menjadi salah satu penyebab gusi berdarah terus. Contohnya, obat pengencer darah (misalnya warfarin, heparin) dan obat anti-platelet dapat memperlambat proses pembekuan, sehingga luka kecil pada gusi mudah mengeluarkan darah (Sridharan, 2025). Selain itu, obat antikejang (fenitoin) dan beberapa obat imunisasi hormonal juga diketahui menyebabkan penebalan gusi yang mudah berdarah. Kondisi ini sering menjadi penyebab gusi berdarah terus meskipun kebersihan mulut sudah dijaga dengan baik.

Cara mengatasi gusi berdarah akibat obat memerlukan koordinasi dengan dokter. Jangan menghentikan obat tanpa petunjuk medis; diskusikan opsi perubahan atau dosis alternatif. Sementara itu, perbanyak kebersihan mulut: gunakan sikat lembut, floss dengan hati-hati, dan bersihkan mulut setiap hari. Jika terjadi perdarahan spontan, oleskan kompres hangat atau tekan lembut kain bersih di area yang berdarah hingga berhenti. Dalam beberapa kasus, dokter gigi mungkin menyarankan obat kumur khusus atau penyesuaian teknik perawatan gigi. Dengan pendekatan terkoordinasi dan sikap hati-hati, gusi berdarah karena pengaruh obat dapat diminimalkan (Sridharan, 2025).

6. Kekurangan Vitamin C dan K

Kurangnya asupan vitamin C dan K juga dapat menjadi penyebab gusi berdarah terus. Kekurangan vitamin C klasik dapat menyebabkan skorbut, di mana kolagen penyangga gusi lemah sehingga gusi mudah berdarah (Maxfield, 2023). Demikian pula, kekurangan vitamin K (yang berperan dalam pembekuan darah) dapat meningkatkan perdarahan, termasuk pada gusi.

penyebab gusi berdarah terus

Untuk mengatasi gusi berdarah akibat kekurangan nutrisi, pastikan diet seimbang. Konsumsi buah dan sayur kaya vitamin C (jeruk, kiwi, pepaya, sayuran hijau) setiap hari untuk mencegah skorbut. Jika diperlukan, dokter bisa meresepkan suplemen vitamin C. Perhatikan juga asupan vitamin K (dari sayuran berdaun hijau) dan protein yang cukup untuk regenerasi jaringan gusi. Dengan memperbaiki gizi, dinding pembuluh darah gusi menjadi lebih kuat sehingga perdarahan gusi dapat dikendalikan (Maxfield, 2023; Rathee, 2023).

7. Penyakit Sistemik (Diabetes dan Lainnya)

Berbagai penyakit sistemik dapat menjadi penyebab gusi berdarah terus. Contohnya, diabetes mellitus membuat seseorang lebih rentan mengalami penyakit gusi kronis. Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memperburuk peradangan gusi. Penelitian menunjukkan periodontitis berhubungan erat dengan diabetes (Boadu, 2025). Selain itu, gangguan darah (misalnya leukemia) atau gangguan pembekuan juga dapat menyebabkan gusi berdarah karena fungsi darah terganggu.

Untuk mengatasi gusi berdarah pada kondisi sistemik, yang terpenting adalah mengontrol penyebab dasarnya. Pada pasien diabetes, pengelolaan gula darah optimal akan membantu meredakan peradangan gusi. Pasien dengan gangguan darah perlu perawatan medis dan pemantauan khusus. Di samping itu, perawatan gigi dan kebersihan mulut tetap harus diperhatikan. Pemeriksaan gigi rutin dan perawatan periodontal intensif akan membantu mencegah plak menumpuk dan menghentikan gusi terus berdarah (Boadu, 2025; Rathee, 2023).

Cara Mengatasi Gusi Berdarah

Setelah memahami berbagai penyebab gusi berdarah terus, langkah berikutnya adalah mengetahui cara mengatasinya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Menyikat gigi secara rutin dengan cara yang benar.
  2. Menggunakan obat kumur antiseptik untuk mengurangi bakteri.
  3. Mencukupi kebutuhan vitamin C dan K dari makanan bergizi.
  4. Menghindari merokok dan gaya hidup yang merusak kesehatan mulut.
  5. Rutin melakukan pemeriksaan gigi di klinik terpercaya.

Cari Solusi Gusi Berdarah? Dokter Gigi Semarang Siap Membantu

Gejala gusi berdarah sebaiknya tidak diabaikan dan segera diperiksakan ke dokter gigi agar penyebabnya jelas dan penanganannya tepat. Dokter Gigi Semarang Joy Dental siap membantu Sobat Joy menemukan penyebab pasti dan memberikan perawatan terbaik agar gusi kembali sehat. Jaga kesehatan gigi dan mulut selalu Sobat Joy!

Daftar Pustaka:

Rathee, M. & Jain, P. (2023). Gingivitis. StatPearls Publishing, Treasure Island (FL).

Mehrotra N, Singh S. (2023) Periodontitis. StatPearls Publishing. Treasure Island (FL)

Maxfield, L., Daley, S.F. & Crane, J.S. (2023). Vitamin C Deficiency. StatPearls Publishing, Treasure Island (FL).

Sachelarie L, Aeh I, Romina MV, Huniadi A, Hurjui LL. Impact of hormones and lifestyle on oral health during pregnancy: a prospective observational regression-based study. Medicina. 2024;60(11):1773. DOI: 10.3390/medicina60111773.

Sridharan K, Sivaramakrishnan G. Drug-associated gingival disorders: a retrospective pharmacovigilance assessment using disproportionality analysis. BDJ Open. 2025;11:24. DOI:10.1038/s41405-024-00291-8.

Boadu KAO, Danquah EPB, Kudiabor E, Oti NA, Owusu-Quarshie JB, Owusu-Ankomah NB. Prevalence of gum diseases among patients attending the diabetic clinic at the Komfo Anokye Teaching Hospital: a cross-sectional study. Health Sci Rep. 2025.

Penulis : drg. Gilbert Edgar N.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram