Tambal Gigi Warna-Warni

Bagikan artikel ini

KOMPAS.com – Mengajak anak ke dokter gigiCrown / Mahkota Gigi... baca selengkapnya... memang bukan hal yang gampang. Apalagi untuk melakukan perawatan khusus, seperti menambal atau mencabut gigi. Masuk ke dalam ruangan serba putih dan berbau obat saja mereka sudah takut. Apalagi harus mendengar suara bor gigi, atau memasang tambalan gigiDok Gigi saya berlubang apakah bisa di tambal permanen ?... baca selengkapnya... yang prosesnya cukup lama.

Untuk menarik hati anak, Anda mungkin bisa menawarkan tambal gigiDok Gigi saya berlubang apakah bisa di tambal permanen ?... baca selengkapnya... berwarna-warni. Teknik ini disebut Colourful Filling. ”Caranya sama dengan penambalan gigiDok Gigi saya berlubang apakah bisa di tambal permanen ?... baca selengkapnya... pada umumnya, tetapi bahan tambalan giginya kami buat berwarna-warni. Dengan demikian, bisa menarik perhatian anak, dan mereka tidak ketakutan,” jelas Dr Enrita Dian, SpKGA, dari Klinik Ultimo Estetika, beberapa waktu lalu.

Selain untuk memberi kesan lebih cantik, tambalan gigi berwarna-warni ini juga bisa mempermudah orangtua untuk mengecek, apakah tambalan gigi sudah rontok atau hilang. ”Karena warnanya mencolok, cara ini juga mempermudah orangtua untuk mengetahui apakah sudah saatnya memperbaiki tambalan,” imbuhnya.

Tambalan gigi ini dijamin aman untuk gigi anakSelamatkan Gigi Si Kecil dari Permen!... baca selengkapnya.... Bahkan tambalan jenis ini bisa bertahan cukup lama. ”Semua tergantung anaknya. Kalau ia rajin merawat gigiInilah Cara Merawat Gigi Palsu... baca selengkapnya... dengan menggosok gigiAnak Usia 5 Tahun Sudah Bisa Dibiarkan Gosok Gigi Sendiri? Ah Belum Tentu... baca selengkapnya..., tambalan bisa bertahan hingga setahun. Tapi kalau malas, umumnya, tambalan akan jadi rapuh karena asam dalam mulut kemudian jadi retak dan gompel,” jelasnya.

Sementara itu, tambalan beraneka warna ini bisa dipilih sesuai dengan warna kesukaan anak. Enrina menyarankan agar orangtua membawa anak-anak untuk memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Maklum, anak-anak lebih sering mengalami problem gigi daripada orang dewasa, disebabkan kegemaran mereka makan permen atau gula-gula.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close