Tak Ada Kata Terlambat untuk Rapikan Gigi

Bagikan artikel ini

KOMPAS.com – Susunan gigiIngin Merapikan Gigi Dengan Behel ?... baca selengkapnya... tidak simetris, bertumpuk, atau geligi depan yang menonjol, bisa membuat penampilan kurang menarik. Meski demikian, hampir sebagian besar masalah gigiKenali, Ini Berbagai Penyebab Warna Gigi Bisa Berubah... baca selengkapnya... tidak rata dapat diperbaiki. Tak ada kata terlambat untuk melakukannya.

Merapikan gigiFilosofi Behel atau Orthodonsi... baca selengkapnya... bukan hanya demi penampilan. Jika gigi tidak pas satu dengan yang lain juga dapat menimbulkan masalah dalam pengunyahan sehingga berakibat pada gangguan pencernaan.

Selain itu, gigi yang bertumpuk atau miring akan menyulitkan pembersihan gigi sehingga sisa makanan mudah menempel. Kita pun jadi lebih rentan mengalami gigi berlubangGigi Berlubang Tak Selalu Perlu Dicabut... baca selengkapnya....

Menurut Prof.Eky S.Soeria Soemantri, drg.Sp.Ort (K), sebenarnya tidak ada batasan usia untuk melakukan perawatan ortodontiFilosofi Behel atau Orthodonsi... baca selengkapnya... (ketidakteraturan gigi dan wajah), terutama untuk keluhan gigi tidak rata.

“Bisa dirawat sampai usia berapa pun jika masalahnya adalah gigi yang tidak rata, asalkan giginya dalam kondisi sehat,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran GigiProsedur Pasang Behel Kawat Gigi... baca selengkapnya... Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Kawat gigiFilosofi Behel atau Orthodonsi... baca selengkapnya... akan memberikan tekanan pada gigi dan secara perlahan akan menggeser gigi ke tempat yang baru. Rahang bereaksi terhadap tekanan dengan mendorong atau menekan tulang di depan gigi yang bergerak, dan membentuk tulang baru di belakangnya.

Sementara itu, jika gigi tidak rata disebabkan karena kelainan rahang, sebaiknya tindakan perawatan ortodonti diberikan sebelum anak memasuki usia pubertas.

Kelainan rahang, misalnya rahang atasPasang behel hanya 1 rahang saja... baca selengkapnya... terlalu maju atau rahang bawang terlalu maju, membutuhkan tindakan koreksi yang lebih lama. “Perawatan untuk kelainan rahang harus dimulai di usia awal pubertas, yakni pada wanita sekitar usia 9 tahun dan 11 tahun pada anak laki-laki,” katanya.

Koreksi rahang bisa dilakukan dengan penggunaan alat khusus untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan rahangGigi Bungsu, Masalah Dan Pengobatanya... baca selengkapnya....

Pada kasus yang ekstrem dan sudah terlambat ditangani, diperlukan tindakan bedah korektif. Dokter bedah gigi dan mulut akan membuang sebagian tulang kemudian rahang ditempatkan pada posisi yang benar. Sebaliknya, rahang pendek dapat diperpanjang atau dipendekkan untuk mendapatkan estetikaCermat Pilih Dokter Ahli Kawat Gigi... baca selengkapnya... dan fungsi wajah yang lebih baik.

“Tindakan operasi ini bisa membuat penampilan sangat berubah,” ujarnya.

Meski hasil operasi bisa bagus, tapi menurut Eky tindakan operasi tergolong mahal dan cukup sulit. Di Indonesia juga belum banyak rumah sakit yang bisa melakukannya karena keterbatasan tenaga ahli.

Selain operasi, kelainan rahang juga dapat dikoreksi dengan tindakan kamuflase. “Dalam perawatan ini, gigi dirapihkan sedemikian rupa sehingga rahang tampak normal,” ujar Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia ini.

Observasi

Untuk menghindari kelainan susunan gigi, Eky mengajurkan agar orangtua melakukan tindakan observasi saat anak-anak memasuki usia praremaja.

“Meski anak tidak sakit gigiSakit Gigi dan Gigi Berlubang... baca selengkapnya..., bawalah ke dokter gigiTips Memilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi... baca selengkapnya... untuk melihat susunan giginya. Tindakan observasi ini diperlukan untuk menjaga arah tumbuh gigi, apalagi jika ada riwayat susunan gigi orangtua tidak rapi,” katanya.

Pemantauan tumbuhnya gigi juga akan mencegah agar setiap kelainan gigi dan rahang tidak berkembang terlalu parah.

“Kelainan rahang bisa terjadi karena faktor keturunan dan juga kebiasaan buruk. Misalnya anak suka mengemut ibu jari sampai besar,” katanya.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close