Selamatkan Gigi Si Kecil dari Permen!

Bagikan artikel ini

Pakar kedokteran gigi"Hipnodontia" Untuk Kenyamanan Bagi Pasien Dokter Gigi... baca selengkapnya... dari Universitas Trisaksi, Drg Widijanto MKes mengingatkan para orang tua agar tidak membiasakan anak mereka mengkonsumsi permen karena hal itu bisa memicu kariesProses Gigi Berlubang (Karies)... baca selengkapnya... yang berdampak pada kerusakan gigiLakukan Hal Ini untuk Cegah Kerusakan Gigi... baca selengkapnya....

Gigi susuMengenal Periode Pertumbuhan Gigi... baca selengkapnya... rusak karena anak-anak suka mengonsumsi permen. Gigi susu bagus dan tidak keropos jika saat bayi anak tidak kenal permen. ASI eksklusif tidak memicu karies pada gigi,” kata Widijanto di Jakarta, Sabtu.

Widijanto bersama sejumlah pakar kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia sejak bulan Mei-Juni melakukan kunjungan ke 20 SD di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mensosialisasikan pentingnya perawatan gigiApa yang dimaksud dengan Perawatan Saluran Akar... baca selengkapnya... dan gusi pada anak-anak.

Beberapa sekolah yang dikunjungi diantaranya SD Argentina, SD 01 Menteng, SD Kartika X Bintaro, SD Al Azhar 17 Bintaro, SD Al Kamal Kebon Jeruk, dan lainnya.

Dalam kunjungan itu, tim sekaligus melakukan perawatan gigi secara gratis kepada 10.958 siswa. Menurut Widijanto, perilaku menjaga kesehatan gigiIni Akibatnya Kalau Gigi Berlubang Didiamkan dan Tak Ditambal... baca selengkapnya... dan gusi harus dibangun sejak masa kanak-kanak.

“Kalau dari anak-anak tidak ditanamkan perilaku sehat maka sampai dewasa seseorang tidak akan pernah berperilaku hidup sehat,” katanya.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan gigi anakAnak Usia 5 Tahun Sudah Bisa Dibiarkan Gosok Gigi Sendiri? Ah Belum Tentu... baca selengkapnya... Indonesia yang berumur 12 tahun cukup baik dengan tingkat kerusakan gigi 2,5.

Negara dengan tingkat kerusakan gigi terendah yaitu China dan Singapura dimana dari 32 gigi tingkat kerusakannya hanya satu gigi. Adapun Malaysia dan Filipina tingkat kerusakan gigi pada anak-anak setempat lebih tinggi dari Indonesia yaitu sekitar empat gigi.

Widijanto menambahkan, balita yang suka mengonsumsi permen enggan memakan makanan yang lain. Hal ini akan mengurangi tingkat asupan gizi untuk pembentukan otaknya. Padahal pembentukan kecerdasan seorang manusia berlangsung pada periode sejak dalam kandungan ibu hingga umur lima tahun.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close