Pemicu Kerusakan Gigi pada Anak

Bagikan artikel ini

Kesehatan gigi dan mulut harus diperhatikan sejak dini. Mengajari anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat dianjurkan dan bahkan wajib dilakukan agar saat dewasa nanti si anak tidak mendapat masalah fatal.

Jika cara yang dilakukan salah, bisa jadi anak malah takut untuk melakukan hal yang berguna untuk kesehatan gigi dan mulutnya sendiri. Oleh karena itu lakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Kesehatan Gigi Anak

Berikut adalah makanan pemicu kerusakan gigi pada anak yang harus dihindari.

1. Makanan berkadar gula tinggi

Makanan berkadar gula tinggi harus dihindari karena gula ‘mengundang’ dan meningkatkan bakteri di dalam mulut. Bakteri akan menguraikan gula menjadi asam yang akan mengikis gigi dan memicu timbulnya gigi busuk.

2. Makanan yang lengket

Makanan yang lengket karena akan menempel lama di gigi dan menyebabkan pembusukan gigi. Sekali pun sudah berkumur dan menggosok gigi, seringkali tetap ada partikel yang melekat di gigi.

3. Makanan yang asam

Makanan yang asam dapat meningkatkan kadar asam di dalam mulut dan mengikis enamel. Batasi pemberian jenis buah-buahan yang tergolong asam dan minum air putih untuk membersihkan.

4. Makanan rendah kalori

Makanan rendah kalori karena tidak mengandung kadar vitamin serta mineral yang dibutuhkan untuk membangun daya tahan tubuh yang kuat sehingga memperbesar risiko anak terserang gigi busuk dan penyakit gusi (sariawan).

5. Makanan yang porsinya diperbesar

Makanan yang porsinya diperbesar (supersized) karena dapat memicu gangguan pada persedian mulut akibat memaksakan mulut untuk terbuka lebih lebar saat menyantap makanan dengan ukuran yang diperbesar. Misalnya, hot dog dan hamburger.

 

Menurut anjuran dokter gigi, beberapa makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi karena karena dapat memicu gangguan kesehatan gigi dan mulut anak-anak.

Untuk konsultasi gratis, silahkan datang langsung ke Klinik Joy Dental Yogyakarta, sehingga dapat diambil tindakan medis sebagai solusi dari masalah kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan keadaan masing-masing penderita yang berbeda satu sama lain.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close