Nyeri Tak Tertahankan pada Gigi Bisa Jadi Tanda Infeksi Saraf Gigi

Bagikan artikel ini

Ungkapan sakit gigiTrik Agar Anak Tak Gampang Sakit Gigi Meski Doyan Makanan Manis... baca selengkapnya... lebih sakit daripada sakit hati sering digunakan sebagai penggambaran rasa nyeri yang dialami ketika gigi bolong atau berlubang. Pakar mengatakan rasa nyeri yang amat sangat tersebut terjadi karena infeksi4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi... baca selengkapnya... saraf gigi atau yang biasa disebut sebagai ‎infeksi pulpa di kalangan medis.

Prof Dr drg Endang Suprastiwi, SpKG(K), Guru Besar Ilmu Konservasi Gigi FKG UI mengatakan bahwa pulpa gigi merupakan saraf yang unik. Letaknya yang ada di tengah-tengah ‎gigi membuatnya sulit diobati ketika rusak atau terkena infeksi.

“Pulpa itu kan jaringan saraf gigi yang ada di tengah-tengah gigi, dia dikelilingi oleh lapisan keras. Kalau jaringan di bagian tubuh lain, kulit misalnya, luka kan bisa menutup dan sembuh sendiri. Pulpa karena ada di tengah dan dikelilingi lapisan keras tidak bisa sembuh kalau luka atau infeksi, makanya sangat unik sekali,” ungkap Prof Endang, dalam acara pengukuhannya sebagai guru besar FKG UI di Balai Sidang Kampus UI, Depok, Sabtu (7/3/2015).

Uniknya, pulpa membuat metode perawatan ketika pulpa terinfeksi menjadi terbatas. Dahulu, infeksi pulpa hanya bisa ditangani dengan mengamputasi jaringan saraf tersebut. Perawatan ini dikenal sebagai perawatan akar gigiKonsultasi: Bahayakah Membiarkan Gigi Berlubang?... baca selengkapnya....

“Karena nyeri banget ya, nggak bisa tertahankan. Minum obat nyeri saja nggak sampai dua jam sudah sakit lagi. Makanya dulu perawatannya dengan mengamputasi sarafnya, jadinya sarafnya dipotong,” tambah Prof Endang.

Ketika pulpa diamputasi, otomatis bagian tengah gigi menjadi kosong. Akibatnya, gigi menjadi lemah dan perlahan-lahan akan mati. Gigi menjadi lebih mudah keropos, rusak, patah atau tanggal.

Namun seiring berkembangnya zaman, saat ini sedang dikembangkan metode perawatan pulpa tanpa amputasi. Beberapa penelitian di luar negeri mencoba menyelamatkan pulpa yang infeksi tanpa harus diamputasi, dengan metode transplantasi sel punca. “Harapannya agar sel punca tersebut mampu memperbaiki gigi dari dalam. Memang belum ada hasil yang konkret, tapi saat ini penelitian sedang dikembangkan ke arah sana,” pungkasnya.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close