Beranda » Edukasi » Cara Merawat Gigi Palsu Permanen, Simpel dan Mudah Dilakukan!

Cara Merawat Gigi Palsu Permanen, Simpel dan Mudah Dilakukan!

Agustus 8, 2022

Halo Sobat Joy! Pada kesempatan kali ini, kami akan menginformasikan mengenai cara merawat gigi palsu permanen. Untuk merawat gigi palsu permanen, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan loh. Simak informasi berikut ini hingga selesai ya Sobat Joy.

Manfaat dan Pentingnya Pembuatan Gigi Palsu yang Tepat

Gigi palsu atau disebut juga protesa gigi atau gigi tiruan merupakan suatu alat bantu prostetik yang dapat dipakai untuk menggantikan gigi yang hilang akibat proses pencabutan atau trauma. 

Tujuan pembuatan gigi palsu adalah untuk mengembalikan fungsi gigi dalam rongga mulut baik secara estetika maupun fungsional, serta dapat mengembalikan kepercayan diri seseorang. 

Gigi yang hilang dan tidak diganti dengan gigi palsu bisa mengakibatkan kesulitan dalam pengunyahan makanan, kesulitan berbicara, kerusakan lebih lanjut pada gigi asli yang tersisa, kerusakan jaringan pendukung gigi misalnya gusi serta tulang rahang, serta dapat juga menimbulkan sakit pada sendi rahang, telinga berdenging, dan perubahan penampilan wajah yang cenderung kelihatan tua. 

Oleh karena itu, sangat penting menggantikan gigi yang hilang dengan gigi palsu yang tepat dan nyaman digunakan.

Cara merawat gigi palsu permanen, Sumber: alodokter.com

Cara merawat gigi palsu permanen, Sumber: alodokter.com

Pembuatan gigi palsu sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi atau dokter gigi spesialis prostodonsia agar gigi palsu dapat dibuat dengan tepat secara indikasi, prosedur dan juga pemilihan material untuk setiap kasusnya. 

Fenomena yang sedang marak terjadi di masyarakat pada waktu-waktu ini adalah pembuatan gigi tiruan yang tidak tepat yang biasanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yang tentu saja bukan seorang dokter gigi. 

Akibatnya terjadi pemilihan material gigi palsu yang salah, prosedur yang mengesampingkan kesehatan gigi asli dan jaringan pendukung gigi yang masih tersisa, prosedur pengukuran yang tidak dilakukan dengan benar, misalnya penetapan gigitan dan pengukuran tinggi wajah, juga kekeliruan pemberian instruksi untuk pemeliharaan dan perawatan gigi palsu tersebut. 

Pembuatan gigi tiruan yang tidak tepat inilah yang membuat gigi palsu dapat terasa sakit saat digunakan, tidak nyaman saat berbicara, gangguan fungsi pengunyahan, gigi palsu mudah lepas/longgar, gigi asli goyang, dan bau mulut saat menggunakan gigi palsu.

Rasanya Memakai Gigi Palsu

Pada saat pertama kali menggunakan gigi palsu mungkin ada perasaan yang aneh, tidak nyaman seperti ada benda asing yang menempel di dalam rongga mulut. Hal ini wajar terjadi, karena memang pemakaian gigi palsu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam rongga mulut. 

Namun setelah beberapa minggu pemakaian, otot-otot pipi dan lidah Sobat Joy mulai bisa beradaptasi sehingga gigi palsu bisa nyaman digunakan. Pada awal-awal pemakaian gigi palsu mungkin terjadi kesulitan saat melakukan aktivitas mulut seperti makan dan berbicara. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan saat proses adaptasi tersebut:

1. Pada Saat Makan

Beberapa hari pertama saat pemakaian gigi palsu sebaiknya Sobat Joy makan makanan yang bertekstur lunak dengan potongan yang kecil-kecil terlebih dahulu, seperti tahu, roti, atau nasi yang berkuah, dan dikunyah secara perlahan-lahan. 

Selain itu juga perlu berhati-hati saat mengkonsumsi makanan yang terlalu keras atau lengket, misalnya jenang dodol atau kacang. Apabila otot rahang mulut dan gusi sudah terasa lebih nyaman, tekstur dapat ditingkatkan secara bertahap hingga kembali ke pola makan normal yang biasa dilakukan. 

Jangan melepas gigi palsu saat makan karena hal ini justru akan membuat masa adaptasi makin sulit dan lama, melainkan usahakan agar seluruh bagian dalam rongga mulut baik gigi palsu, otot dalam pipi dan lidah saling bekerja sama untuk membantu proses pengunyahan makanan.

Penggunaan gigi palsu, Sumber: kompas.com

Penggunaan gigi palsu, Sumber: kompas.com

2. Berbicara

Kesulitan saat berbicara juga biasa terjadi saat minggu-minggu pertama pemakaian gigi palsu. Hal ini dikarenakan adanya plat yang menutup langit-langit dan gusi sehingga pengucapan beberapa huruf tertentu, misalnya huruf T, D, L, R  menjadi kurang jelas. 

Hal yang bisa dilakukan adalah tetap gunakan gigi palsu dan berlatih untuk berbicara seperti biasa. Seiring berjalannya waktu, lidah akan terbiasa sehingga berbicara menjadi lebih jelas dan lancar.

Cara Merawat Gigi Palsu Permanen

Merawat gigi palsu permanen tidak sulit kok, jadi Sobat Joy tidak perlu khawatir. Berikut beberapa cara merawat gigi palsu permanen yang bisa Sobat Joy lakukan. 

1. Rawat Gigi Palsu dengan Benar

Gigi palsu harus dirawat dengan benar agar tidak menimbulkan efek negatif pada kesehatan rongga mulut. Saat menyikat gigi asli, gigi palsu harus dilepas dan dibersihkan juga dibawah air mengalir menggunakan sikat yang bulunya halus atau spons dengan sabun, dan jangan menggunakan pasta gigi. 

Hal ini dikarenakan dalam pasta gigi terdapat kandungan deterjen dan zat abrasif yang dapat membuat gigi palsu cepat aus dan kusam. Gigi palsu sebaiknya dibersihkan minimal 2x sehari, yaitu pagi sebelum digunakan dan malam hari sebelum tidur. 

Saat tidur sebaiknya gigi palsu dilepas dan disimpan dalam kondisi bersih dan kering, atau boleh juga merendamnya dalam wadah berisi air bersih. Cara pemasangan dan pelepasan gigi palsu juga harus dilakukan dengan benar sesuai dengan arah pasang gigi palsu tersebut. 

Mintalah petunjuk kepada dokter gigi yang merawat tentang arah pasang dan melepas gigi palsu yang benar, dan berlatihlah di depan cermin hingga fasih dalam melepas dan memasang gigi palsu tersebut dengan tepat.

Ilustrasi membersihkan gigi palsu, Sumber: sehatq.com

Ilustrasi membersihkan gigi palsu, Sumber: sehatq.com

2. Menjaga Kebersihan Rongga Mulut

Kebersihan rongga mulut Sobat Joy juga harus dijaga dengan benar, sekalipun memakai gigi palsu. Sikat gigi-gigi asli yang masih ada menggunakan bulu sikat yang halus dan pasta gigi, setidaknya 2x sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. 

Bersihkan pula gusi, lidah, dan langit-langit yang tertutup plat gigi palsu menggunakan sikat gigi berbulu halus, setiap pagi sebelum memakai gigi palsu dan malam sebelum tidur. 

Berikan perhatian ekstra pada gigi-gigi yang dijadikan pegangan gigi palsu, agar tidak ada sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi sehingga mengurangi resiko terjadinya karies gigi. Berikan pijatan dan relaksasi pada gusi dengan lembut secara rutin. Kumur-kumur menggunakan air garam hangat atau obat kumur bila perlu.

Tetap menjaga kebersihan rongga mulut, Sumber: health.tribunnews.com

Tetap menjaga kebersihan rongga mulut, Sumber: health.tribunnews.com

3. Kontrol ke Dokter Gigi

Selama beberapa hari pertama, dokter gigi akan menyarankan untuk memakai gigi palsu selama 24 jam setiap harinya. Hal ini berguna untuk mengidentifikasi bagian gigi palsu yang mungkin perlu dilakukan penyesuaian lebih lanjut agar benar-benar pas dan nyaman digunakan. 

Ada kalanya plat gigi palsu Sobat Joy terlalu panjang atau terlalu menekan sehingga menimbulkan luka seperti sariawan pada gusi. Tidak perlu kuatir, karena ini juga termasuk dalam proses adaptasi. 

Jika terjadi hal yang demikian, segera kontrol ke dokter gigi untuk diperiksa dan dilakukan penyesuaian pada plat gigi tiruan tersebut. Sedikit penyesuaian dapat meningkatkan kenyamanan dalam waktu singkat.

Melakukan kontrol ke dokter gigi, Sumber: lippoinsurance.com

Melakukan kontrol ke dokter gigi, Sumber: lippoinsurance.com

Demikian beberapa tips yang dapat dilakukan selama proses adaptasi pemakaian gigi palsu. Pemasangan gigi palsu yang nyaman memang memerlukan waktu dan motivasi yang kuat dari pemakainya. 

Jangan buru-buru menyerah dalam proses adaptasinya Sobat Joy, namun lakukan tips-tips yang disebutkan di atas, dan jangan ragu untuk bertanya kembali kepada dokter gigi apabila masih terdapat keluhan atau ketidaknyamanan saat pemakaian gigi palsu.

Seiring berjalannya waktu, gigi palsu bisa saja menjadi longgar karena proses resorpsi tulang rahang dan gusi yang secara alami terjadi seiring bertambahnya usia, ataupun gigi palsu menjadi aus karena sudah lama digunakan. 

Pastikan untuk menjadwalkan pemeriksaan gigi secara teratur, paling tidak 6 bulan sekali. Hal ini penting dilakukan agar dokter gigi bisa memantau kondisi gigi dan gusi, serta mengevaluasi apakah pemakaian dan pemeliharaan gigi palsu sudah tepat. 

Dokter gigi juga akan memeriksa kondisi rongga mulut secara keseluruhan untuk melihat apakah gigi palsu masih fit atau diperlukan penyesuaian ulang. Sobat Joy dapat berkunjung ke Klinik Gigi Joy Dental terdekat untuk memeriksakan kondisi gigi palsu Sobat Joy apabila ada keluhan.

Oleh : drg. Rosa Sharon Suhono, Sp. Pros

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram