Manfaat Odol Bagi Kesehatan Gigi

Bagikan artikel ini

Sejak memiliki gigi, semua orang senantiasa merawat giginya agar tetap sehat dan indah untuk dipandang.  Perawatan yang praktis dan setiap hari dilakukan adalah menggosok gigi menggunakan odol yang nama lainnya pasta gigi.

Gosok gigi yang sehat adalah sesudah makan.  Namun tidak semua pasta gigi aman untuk dipakai,  walaupun dikatakan dapat membuat gigi putih cemerlang. Anda sebaiknya memilih odol yang ukuran partikelnya tidak terlalu kasar, karena bisa menimbulkan iritasi pada gigi.

Kandungan dominan dalam odol adalah fluoride, yang berfungsi untuk melindungi gigi agar tidak membusuk. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, kandungan fluoride dalam odol orang dewasa adalah 800 hingga 1.500 ppm. Sementara untuk anak-anak, kandungan fluoride yang dibolehkan 500 hingga 1.000 ppm.

Bila menggosok gigi, jangan sampai odolnya tertelan, sebab bisa membahayakan tubuh. Kandungan fluoride juga terdapat dalam air minum dan makanan yang dikonsumsi setiap hari, yang sudah mencukupi akan kebutuhan tubuh. Kalau ditambah dengan yang berasal dari odol, maka kadar fluoride dalam tubuh akan menumpuk dan berakibat buruk pada tubuh.

Kandungan lain dalam odol adalah formalin. Menurut Wakil Dekan IV Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Dr. Tri Erri Astoeti, drg, M.Kes,  formalin dalam odol dipakai untuk merawat fungsi semua kandungan dalam odol, sehingga kondisi produk tetap aman, biarpun odol telah dibuka. Ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah jika tidak melebihi 0.05 persen komposisi, formalin dalam odol tidak perlu dicantumkan.

Untuk membuat terobosan baru, beberapa perusahaan yang membuat odol meramu buatannya dengan tambahan herbal, seperti lidah buaya, jeruk nipis, dan daun sirih. Namun hasil penelitian yang dilakukan oleh dua mahasiswa kedokteran gigi Unpad Bandung menyatakan bahwa tambahan herbal tersebut tidak berpengaruh besar pada penurunan plak pada gigi.

Dalam odol juga mengandung mikrokalsium. Menurut si pembuat odol, mikrokalsium yang menempel pada lapisan plak gigi secara berkala melepaskan kalsium, sehingga dapat meningkatkan kadar kalsium di dalam mulut sebesar 50 hingga 100 persen. Jumlah ini diasumsikan  akan membantu penyerapan kalsium lebih baik. Setiap mengonsumsi makanan yang mengandung asam ataukah manis, maka terjadi pengikisan kalsium yang terdapat pada gigi. Fungsi mikrokalsium dalam odol berfungsi mencegah pengikisan tersebut.

Pada gigi terdapat mineral, yaitu  kalsium, fosfat, dan fluore.  Pada saat  gula difermentasi oleh kuman dan gigi menjadi asam, maka seluruh kandungan mineral yang ada pada gigi akan lepas.  Untuk itulah, fungsi fluore dan kalsium yang ada pada makanan akan menggantikan mineral yang lepas tadi.

Untuk mencegah terjadinya lubang-lubang pada gigi, maka setelah makan segeralah menggosok gigi menggunakan odol. Dengan tindakan ini, maka peluang untuk gigi berlubang menjadi tertutup, dan terhindar dari sakit gigi. Tingkat keasaman normal pada mulut adalah 7. Makin turun Ph, maka semakin asam mulut seseorang. Sebaiknya, hindari sisa makanan menempel pada gigi. Sebelum tidur, jangan lupa menggosok gigi.  Sumber Koran Tempo, 13/8/09-


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close