Kebiasaan Menggigiti Kuku Saat Gugup? Hati-hati, Ini Efeknya Bagi Gigi

Bagikan artikel ini

180507_gigitkukuJakarta, Saat sedang gugup, cemas atau stres, apakah Anda memiliki kebiasaan menggigiti kuku? Jika ya, ada baiknya Anda mulai mengganti kebiasaan tersebut misalnya dengan mengunyah permen karet. Alasannya, kebiasaan ini disebut-sebut bisa merusak gigi dan gusi lho.

Disampaikan oleh dokter gigi kosmetik, dr Karisma Jaradi, bahwa penelitiannya menemukan sekitar 40 persen remaja dan 30 persen orang dewasa yang menjadi respondennya memiliki kebiasaan menggigiti kuku. Sayangnya, hasil penelitian Jaradi juga menyebutkan bahwa sekitar 40 persen dari jumlah tersebut mengalami kerusakan gigi.

Menggigiti kuku atau yang secara klinis dikenal sebagai onychophagia adalah gangguan kontrol impuls di mana seseorang terbiasa menggigiti kuku dan kulit di sekitarnya setiap kali sedang merasa cemas atau gugup. Bagi mereka, hal ini dapat membantu menenangkan diri dan menjaga diri tetap waspada.

Padahal menurut dokter gigi anak, dr Reshma Shah, kebiasaan ini dianggap tak sehat karena dianggap bisa ‘mentransfer’ bakteri dan kuman masuk dari rongga mulut, kemudian menginfeksi, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (12/6/2015).

“Dokter gigi mungkin menyarankan Anda untuk tidak mengunyah kacang yang keras dan es batu karena dapat membuat gigi patah. Nah, peringatan ini sebenarnya juga berlaku untuk kuku. Kuku itu termasuk keras, jadi ketika digigiti sebenarnya Anda menyebabkan stres berlebih ke gigi. Jika dilakukan terus-menerus kebiasaan ini dapat mengakibatkan gigi menjadi rusak,” sambung Jaradi.

Ia juga menuturkan bahwa menggigiti dalam jangka panjang dapat merusak kuku dan gusi. Beberapa masalah yang ditimbulkan di antaranya penyakit gusi, gigi longgar, gigi patah, dan penyakit lainnya. “Menggigiti kuku dapat menyebabkan gigi menjadi rusak dan tidak teratur,” imbuhnya.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close