Kebanyakan Makan dan Minum yang Manis-manis, Gigi Balita di Australia Keropos

Bagikan artikel ini

ece2aa49-f18b-4288-bd0f-c9b100adc652_43Melbourne, Seorang ahli bedah gigi dari The Royal Dental Hospital of Melbourne, Sophie Beaumont menemukan di tahun 2014, lebih dari 1.000 anak di negara bagian Victoria, Australia harus menjalani operasi besar dan dibius agar sejumlah giginya bisa dicabut.

“Ini bukan hal yang tidak lazim lagi, bahkan bila ada satu gigi yang keroposnya sudah parah, maka pasti ada gigi lain yang sama buruknya,” ungkapnya.

Orang tuanya sendiri baru tahu anaknya mengalami masalah pada giginya ketika si anak mengeluh kesakitan dan susah tidur, susah makan atau susah bicara. “Anak biasanya baru dibawa ke klinik gara-gara orang tuanya sering terbangun tengah malam mendengar anaknya kesakitan dan tak bisa tidur,” lanjut Beaumont.

Bukan hanya di Australia, dr Rob Beaglehole dari Nelson Marlborough District Health mengungkapkan hal serupa juga ditemukan di Selandia Baru. Di tahun yang sama (2014) angkanya mencapai 5.000 anak, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 7 tahun.

Namun yang mengejutkan dr Beaglehole dan rekan sejawatnya adalah mereka sering menangani anak-anak berusia di bawah 18 bulan yang mengalami gigi keroposKaries gigi penyebab gigi berlubang... baca selengkapnya.... “Ini tentu tidak lazim ketika kami harus mencabut gigi anakGejala Demam Belum Tentu karena si Kecil Tumbuh Gigi... baca selengkapnya...-anak yang bahkan masih pakai popok,” katanya kepada Daily Mail Australia, Rabu (21/10/2015).

dr Beaglehole mengatakan penyebab utamanya adalah konsumsi minuman berpemanis buatan dan pola makan yang tinggi gula, baik di Australia maupun Selandia Baru. “Berbagai merek kola telah dikonsumsi anak-anak usia balita, bahkan salah satu tim olahraga nasional kami juga disponsori oleh mereka. Dan anak-anak pun meniru mereka, meminum soda yang mensponsori tim kesayangan mereka,” jelas Dr Beaglehole.

Lagi-lagi karena orang tua tidak menyadari bahwa bukan hanya soda, jus buah, minuman berpemanis buatan atau minuman yang dilabeli bebas gula sebenarnya juga berdampak negatif pada gigi anak. Apalagi jika mulut dan gigi anak-anak tidak terjaga kesehatannya.

Di sisi lain, anak yang giginya harus dicabut di usia muda, terutama gigi bungsunya, akan mengalami perlambatan pertumbuhan. “Mereka bisa saja mengidap gangguan makan, mengganggu kemampuan bicaranya, dan juga tidurnya. Di sekolah, mereka kehilangan teman karena bau mulutnya,” kata dr Beumont

Belum lagi jika anak-anak ini sudah harus menjalani tindakan operasi besar yang membutuhkan obat bius. Ahli gigi anak, dr Timothy Johnston melaporkan bahwa operasi gigi menjadi alasan yang paling sering ditemukan ketika pasien anak harus menggunakan obat bius.

“Mereka juga pasti trauma ketika melihat Anda meletakkan jarum suntik ke dalam mulut mereka, mereka akan menendang-nendang bahkan berteriak karenanya,” tutupnya.(lll/vit)

Jika anda memiliki masalah dengan plak gigiFaktor Penyebab Terbentuknya Plak... baca selengkapnya..., silahkan berkonsultasi ke Joy DentalApa yang dimaksud dengan Perawatan Saluran Akar... baca selengkapnya... melalui
Telp/sms/WA : 0877 3669 7888 / 0877 3938 5888
Pin BB : 2B4A3E37 / 29E9334E
Line ID : joydentalyogya
Instagram : @joydentalyogya
Path : Joy Dental
Email : joydental.yogya@yahoo.com
FB : www.facebook.com/dental.joy
Twitter   : @joydentalyogya
Website  : http://klinikjoydental.com
Atau datang langsung ke Joy Dental

  1. JOY DENTAL KALIURANG, Jl Kaliurang Km. 5 No. 34 (sebelah BNI Syariah) Telp/sms 0851 06556688
  2. JOY DENTAL SETURAN, Ruko Seturan Square Kav 9, Jl Seturan Raya No 1 (timur RM Bungong Jeumpa – Ruko Orange) Telp/sms 0851 07556699
  3. JOY DENTAL BANTUL, RingRoad Barat, Selatan UMY (setelah Jl. Rajawali antara Apotek Rahma dan RM Danu) Telp. 087739385888 (Pin: 29E9334E)

disadur oleh : http://health.detik.com/read/2015/10/21/191101/3050055/1301/kebanyakan-makan-dan-minum-yang-manis-manis-gigi-balita-di-australia-keropos


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close