Kawat Gigi, Demi Kesehatan atau Estetika?

Bagikan artikel ini

Menurut Kepala Instalasi Gigi dan Mulut RSAI & Kepala Bagian Ilmu Kesehatan GigiJangan Malas! Jarang Bersihkan Karang Gigi Bisa Bikin Gigi Copot Tiba-tiba... baca selengkapnya... FK Unisba drg. H.R. Ginanjar Aslama M., dari lima orang yang datang ke tempatnya, tiga orang di antaranya untuk tujuan estetikaCermat Pilih Dokter Ahli Kawat Gigi... baca selengkapnya... gigi.

Menurut Ginanjar, ada dua tujuan seseorang saat konsultasiBiaya Kontrol dan Transfer Kontrol Kawat Gigi... baca selengkapnya... ke Instalasi Gigi & Mulut RSAI. Pertama, untuk pemeriksaan kesehatan gigi dan kedua untuk kecantikan (estetika) gigi. Bila pertama kali pasienBiaya Kontrol dan Transfer Kontrol Kawat Gigi... baca selengkapnya... datang bentuk giginya kurang proporsional dan dianjurkan untuk memakai behelKontrol Behel Harus Ribet... baca selengkapnya..., pasien tersebut akan datang lagi dan meminta memasang behelPilih Dokter atau Tukang Gigi untuk Pasang Behel? Ini Bedanya!... baca selengkapnya....

Itu artinya, kata Ginanjar, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ataupun estetika gigi sudah baik. Dari hampir semua pasien yang datang, umumnya telah memahami pentingnya menjaga dan merawat kesehatan gigi.

Berkenaan dengan tren fixed orthodonti (kawat gigiKontrol Behel Harus Ribet... baca selengkapnya...) warna-warni, Ginajar mengatakan, sudah cukup lama diminati masyarakat. Namun, kecenderungan itu kini semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama di kalangan perempuan. Pasien perempuan yang ingin memasang kawat gigi mencapai 80 persen. Mereka berasal dari kalangan menengah atas dengan latar belakang ekonomi cukup mapan dan pendidikan memadai, sebab pemasangan kawat gigiKontrol Behel Harus Ribet... baca selengkapnya... itu nantinya berkaitan dengan biaya pemasangan dan perawatan.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang asal pasang. Mereka tidak memperhitungkan bahaya cara pemasangan dan bahan yang digunakan tidak tepat. Apalagi, saat ini juga banyak jenis kawat gigi, termasuk aksesorinya yang dijual lepas di pasaran.

Dari pemantauan di lapangan, banyak media online yang menjual seperangkat peralatan kawat gigi tinggal pasang. Selain itu, di berbagai mal bertebaran aksesori kawat gigi yang dijual murah dengan kisaran harga antara Rp 7.500 s.d. Rp 25.000 dengan beragam warna seperti merah muda, kuning, biru, oranye, hijau, ungu, dll.

Menurut SPG (sales promotion girl) salah satu toko aksesori, para pembeli aksesori kawat gigi tersebut sebagian besar remaja berusia antara 12-17 tahun. ”Ada yang bisa dipasang sendiri, ada juga yang minta dipasang sama tukang gigiTukang Gigi dan Risiko Infeksi... baca selengkapnya... atau dokter gigiMacam Gigi Tiruan... baca selengkapnya...,” ujarnya mengomentari pelanggannya.

Menyikapi fenomena tersebut, Youri Adrinata Sayuto, Sp.Ort, menjelaskan, pemasangan kawat gigi tidak bisa dilakukan sembarangan. Kawat gigi sama halnya dengan jarum suntik, pemakaiannya harus berdasarkan resep dokter dan dilakukan oleh dokter gigi ahli orthodonti.

Pemasangan kawat gigi yang dianjurkan secara medik, menurut Youri, dilakukan bertahap melalui serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Pertama, harus dipastikan bahwa oral hygiene (kesehatan mulut) kondisinya memang baik.

Kesehatan mulut ini meliputi kepastian tidak ada karang gigiBau Mulut? Simak Cara Pencegahannya... baca selengkapnya..., tidak ada caries gigi, dan tidak ada akar gigiKonsultasi: Bahayakah Membiarkan Gigi Berlubang?... baca selengkapnya... yang tersisa. Bila ada gigi yang harus dicabut untuk menyesuaikan letak dan posisi gigi pada saat diarahkan oleh kawat gigi, harus dicabut dulu.

Setelah semua faktor kesehatan mulut dinyatakan bagus, dilakukan pemotretan panoramic dan chepalometri. Pemotretan bertujuan untuk menyesuaikan bentuk gigi yang dikehendaki dengan raut wajah. Dari hasil foto inilah dokter akan menghitung bagaimana bentuk dan posisi terbaik pemasangan kawat gigi yang sesuai dengan keinginan dan keadaan klien.

Menurut dia, ada banyak pola pemasangan kawat gigi, bisa bulat, kotak, atau persegi, bergantung raut wajah klien yang akan dipasang. Pola ini disesuaikan pula dengan ras bangsa-bangsa tertentu. Untuk orang-orang Eropa dan Asia, polanya berbeda.

Seusai penghitungan, baru dalam tempo 1-2 minggu pemasangan dilakukan. Seminggu pasca pemasangan, pasien harus kontrolKontrol Behel Harus Ribet... baca selengkapnya.... Sebelum dan setelah kontrol, pasien harus memastikan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.

Ada banyak jenis kawat gigi, begitu pula dengan harga dan biaya pemasangannya, bergantung pada bahan dan kelengkapan
pemeriksaan sebelum pemasangan. Satu unit (paket) kawat gigi terdiri atas bracketHal Yang Perlu Diperhatikan Pemakai Kawat Gigi... baca selengkapnya..., bands (ring), kawat besar dan kecil, ditambah beberapa aksesori.Bahan kawat gigi beragam, ada stainless steel, keramik, atau plastik.

Bahan yang terbaik, bergantung selera. Namun bracket plastik sudah tidak dianjurkan.
Harga satu paket peralatan dan pemasangan kawat gigi yang direkomendasikan dokter ahli berkisar antara Rp 5,5 juta s.d. Rp 6,5 juta. Ada juga yang berkisar Rp 11 juta. Biaya ini belum termasuk biaya pemasangan, seperti membersihkan karang gigiJangan Malas! Jarang Bersihkan Karang Gigi Bisa Bikin Gigi Copot Tiba-tiba... baca selengkapnya..., menambal, atau lainnya.

Sementara kawat gigi yang dijual bebas di pasaran, termasuk di online, berkisar antara Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta. Di tukang gigi lebih murah lagi, antara Rp 250.000 s.d. Rp 2 juta. Namun tidak dapat dipastikan apakah kawat gigi ini sesuai dengan raut wajah dan keamanannya terjamin.

Satu paket itu, kata Youri, harus lengkap karena bracket berfungsi untuk mengarahkan gigi pada pola yang diinginkan. Bands atau ring atau cincin berfungsi untuk mengikat geraham sebagai fondasi gigi yang harus tetap ajeg. Bracket diikat menjadi satu menggunakan kawat-kawat besar atau kecil sesuai dengan kebutuhan dan kondisi gigi.

Kawat-kawat pengikat ini, kata Youri, dulu tidak berwarna dan bentuknya biasa saja (lurus). Namun agar tidak bosan dan tujuannya sekarang lebih banyak untuk estetika, kawat pengikat ini dibuat warna-warni. Bahkan behel (bracket) pun ada dua jenis, ada yang dapat dipasang lepas atau bracket permanenBridge: Alternatif Gigi Tiruan Permanen Yang Aman dan Nyaman... baca selengkapnya....

Pemilihan jenis ini biasanya disesuaikan dengan keinginan klien dan kondisi klien. Bila gigi banyak yang tidak rata (Sunda: karehol) dan kondisinya sangat parah, biasanya dilakukan pemasangan permanen. Tetapi bila anak-anak remaja yang masih dalam usia pertumbuhan, biasanya menggunakan kawat gigi lepasanSenyum Di Balik Kawat Gigi... baca selengkapnya....

”Itu sudah cukup, asal perawatannya dilakukan secara benar. Gosok gigi teratur dan sebersih mungkin. Bila perlu, lakukan setiap setelah selesai makan. Jangan mengonsumsi makanan-makanan tertentu dan tetap menjaga kebersihan,” tutur drg. Youri.

Hal itu, kata dia, berhubungan erat dengan tingkat keberhasilan yang dicapai. Kalau kliennya rajin menjaga kesehatan dan rajin konsultasi, hasilnya akan bisa sesuai dengan yang diharapkan. Sebaliknya, bila pasien itu sembarangan saja, bisa jadi malah tidak memuaskan.

Hasil pemasangan kawat gigi baru dapat dirasakan setelah 2-3 tahun pemasangan. Setelah masa itu pun, klien tetap mendapat pengawasan dokter. Ini agar ajegan posisi gigi yang diinginkan tidak berubah lagi.

Kalau pemasangan kawat gigi untuk tujuan estetika yang didasari adanya pemahaman kesehatan, kata Youri, memang lama. Berbeda dengan yang hanya mengikuti tren dan tidak dilakukan berdasarkan aturan medis. Bisa lebih cepat dan tidak melalui serangkaian pemeriksaan panjang.

”Oleh karena itu, saya pesankan masyarakat harus semakin hati-hati. Jangan sampai karena murah, cepat, dan ingin gaya malah melakukan hal yang berbahaya,” tuturnya menganjurkan.

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/148509

Konsultasikan kesehatan gigi dan mulutIngin Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut? Rajin Sikat Gigi Saja Tidak Cukup... baca selengkapnya... seperti Layanan Perawatan OrtodontikDamon System Bracket... baca selengkapnya..., Pembuatan Gigi TiruanBridge: Alternatif Gigi Tiruan Permanen Yang Aman dan Nyaman... baca selengkapnya..., Perawatan Saluran AkarKonsultasi: Bahayakah Membiarkan Gigi Berlubang?... baca selengkapnya..., Cabut GigiBenarkah Cabut Gigi Berbahaya ?... baca selengkapnya..., Tambal Gigi, Pembersihan Karang GigiBau Mulut? Simak Cara Pencegahannya... baca selengkapnya..., Tooth Whitening/Bleaching, Pasang BehelBiaya Kontrol dan Transfer Kontrol Kawat Gigi... baca selengkapnya... Gigi atau Kawat Gigi untuk anda dan keluarga anda di Klinik GigiMasih Takut ke Dokter Gigi? Coba 10 Tips Berikut!... baca selengkapnya... Joy DentalBenarkah Cabut Gigi Berbahaya ?... baca selengkapnya... Yogyakarta dengan gratis.

Anda bisa datang langsung ke alamat Joy Dental di:

Joy Dental Kaliurang
Jl. Kaliurang Km 5 No 34
(Sebelah BNI Syariah)
Telp. 085106556688, 0274-555409 atau,

Joy Dental Seturan
Ruko Seturan Square Kav 9
Jl. Seturan Raya No 1
(Ruko Orange - Timur Bungong Jeumpa)
Telp. 085107556699, 0274-4332963 atau,

Joy Dental Bantul
Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang
(selatan simpang tiga Ringroad Gamping)
Telp. 081215408887 atau,

Joy Dental Barek
Jl. Agro, Karangasem, Barek
(200m timur Gudeg Ahmad)
Telp. 087739385888, 0274-5011471

Anda juga dapat mengisi kolom konsultasi pada FORM KONTAK KONSULTASI. Anda juga dapat memberikan komentar pada artikel ini untuk memberikan masukan, konsultasi atau pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan artikel ini.

Artikel ini bisa dicari dengan beberapa istilah yang berbeda seperti behel kawat polos dan lain sebagainya.

Setiap pertanyaan anda akan kami jawab dengan senang hati demi memberikan pengetahuan yang luas dan bermanfaat tentang kesehatan gigi dan mulut serta pemasangan behelBiaya Pasang Kawat Gigi Lengkap... baca selengkapnya... gigi atau kawat gigi


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close