Jangan Abaikan Kesehatan Gusi

Bagikan artikel ini

Jika ingin mempertahankan gigi, rawatlah gusi. Nasihat ini rasanya tidak berlebihan karena penyebab utama tanggalnya gigi pada orang dewasa adalah penyakit gusi (periodontal). Gangguan gusi disebabkan berbagai faktor, termasuk plak bakteri.

Bentuk penyakit gusi bermacam-macam dan bisa menyebabkan lemahnya penopang gigi. Penyakit gusi yang paling sering terjadi adalah peradangan gusi (gingivitis) dan periodontitis, bentuk lanjut dengan kerusakan jaringan.

Peradangan gusi memiliki gejala gusi bengkak, mudah berdarah saat gigi disikat, serta perubahan warna gusi dari merah muda menjadi merah tua. Penyebabnya adalah plak, yaitu lapisan bakteri. Saat menjadi keras, plak berubah menjadi tartar berwarna putih (kalkulus) yang lama kelamaan menjadi hitam.

Pembentukan plak dan dan tartar dapat menyebabkan iritasi pada gusi sehingga terjadi kantong-kantong bakteri tempat bakteri berkembang biak. Bakteri mengeluarkan racun yang membuat gusi terinfeksi, bengkak, dan lembek.

Menurut Prof. drg. Melanie S. Djamil dari Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Trisakti Jakarta, jika radang gusi dibiarkan, jaringan penyangga akar gigi akan rusak dan tulang gigi tererosi sehingga lama-lama gigi akan tanggal. “Gigi yang terdapat di rahang bawah biasanya yang paling mudah copot,” katanya di sela acara berbuka puasa untuk media yang diadakan oleh Pepsodent di Jakarta, Selasa (31/8).

Cara untuk mengetahui kesehatan gusi adalah dengan mengukur kedalaman celah antara gusi dan gigi. Untuk ini dokter akan memasukkan alat logam ke bawah gusi sampai ke dasar. “Jika kedalamannya lebih dari 3 mm berarti sudah terbentuk kantong antara gusi dan gigi. Makin lama, risiko terjadinya rapuh tulang semakin besar,” katanya.

Radang gusi biasanya tidak menimbulkan rasa apa-apa sehingga tanpa disadari bisa berlangsung terus. Akibatnya, banyak orang yang giginya sudah mulai tanggal di usia muda. Karena itu kesehatan gusi tidak bisa diabaikan. Penggunaan pasta gigi antiplak dan antitartar (karang gigi) disarankan untuk meningkatkan perlindungan dan menjaga kesehatan gusi.

Yang tidak kalah penting untuk mencegah radang gusi adalah dengan menjaga kebersihan mulut. “Sikat seluruh permukaan gigi dan lidah. Paling tidak berkumurlah setelah makan untuk mengurangi jumlah bakteri yang menempel,” kata drg. Ratu Mirah, profesional relationship manager oral care PT. Unilever Indonesia, yang ditemui di acara yang sama.

Menyikat gigi pun harus dilakukan secara benar karena gerakan yang salah dan terlalu keras justru menyebabkan radang gusi. “Selalu sikat gigi dari bagian gusi ke gigi. Jangan lupa untuk menyikat bagian lidah karena ini juga jadi tempat berkumpulnya bakteri,” kata drg. Mirah.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close