Gigi Tak Rata Bukan Sekadar Soal Estetika

Bagikan artikel ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Masalah maloklusiCermat Pilih Dokter Ahli Kawat Gigi... baca selengkapnya... atau kelainan bentuk rahang dan susunan gigiIngin Merapikan Gigi Dengan Behel ?... baca selengkapnya..., seperti gigi menonjol ke depan (tonggos) atau pun cameuh(rahang bawahPasang behel hanya 1 rahang saja... baca selengkapnya... menonjol ke depan), sesungguhnya bukan sekadar masalah estetikaCermat Pilih Dokter Ahli Kawat Gigi... baca selengkapnya... semata.

Menurut drg.Amilia Jeni Susanto, gigi yang tidak rata atau maloklusi dapat menyebabkan tiga masalah cukup serius bagi pasien.

Problem :
Pertama yakni masalah yang berhubungan dengan psikososial yang berhubungan dengan estetika dan bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri.

Kedua adalah masalah yang berkaitan dengan fungsi oral (mulut), termasuk kesulitan dalam pergerakan rahang atau tidak adanya koordinasi otot atau rasa sakit, gangguan sendi rahang, masalah pengunyahan, penelanan makanan, serta fungsi bicara. Sedangkan yang terakhir adalah kerentanan yang lebih besar terhadap trauma atau penyakit periodontal.

Dipaparkan oleh Amilia, maloklusi sebagian besar disebabkan karena faktor keturunan, namun juga bisa diakibatkan oleh kekurangan gizi yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan rahangGigi Bungsu, Masalah Dan Pengobatanya... baca selengkapnya.... Tindakan meratakan gigi (ortodontiFilosofi Behel atau Orthodonsi... baca selengkapnya...) untuk mengatasi maloklusi menurut Amilia sebaiknya dilakukan sebelum seorang remaja memasuki usia pubertal growth spurt (PGS) atau masa percepatan pertumbuhan di mana pertumbuhan tulangnya sudah berhenti.

“Keuntungan dari tindakan ortodonti sebelum pubertas adalah bisa dilakukan tanpa pencabutan gigiSakit Gigi dan Gigi Berlubang... baca selengkapnya.... Pada umumnya masa PGS pada remaja adalah usia 16 tahun,” paparnya seusai meraih gelar doktor di Fakultas Kedokteran GigiProsedur Pasang Behel Kawat Gigi... baca selengkapnya... Universitas Indonesia (10/1/12).

Amilia menambahkan, modifikasi ortodonti yang dilakukan pada remaja biasanya adalah penggunaan alat-alat ortopedi untuk memperbaiki kelainan rahang. “Sebaiknya anak usia 7 tahun dibawa ke dokter gigiFilosofi Behel atau Orthodonsi... baca selengkapnya... untuk dilihat apakah mereka mengalami kelainan rahang atau tidak. Jika masalahnya adalah gigi yang tidak rata perawatannya bisa ditunda namun jika maloklusi sebaiknya dilakukan sebelum pubertas,” paparnya.

Menurut hasil sebuah survei yang dilakukan Departemen Kesehatan, prevalensi maloklusi di Indonesia sangat tinggi, yakni mencapai 80 persen dari jumlah penduduk.

sumber : http://health.kompas.com/read/2012/01/10/1612088/Gigi.Tak.Rata.Bukan.Sekadar.Soal.Estetika

 


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close