Gigi Bungsu Tumbuh Miring Sebabkan Sakit, Faktor Gen Bisa Jadi Penyebab

Bagikan artikel ini

Gigi geraham ketiga atau yang disebut juga gigi geraham bungsu biasanya baru tumbuh saat seseorang memasuki usia 18 hingga 25 tahun atau lebih. Saat tumbuh biasanya seseorang akan merasakan sakit akibat gigi yang mendorong lapisan gusi dan gigi di depannya.
Gigi bungsu dikatakan oleh Profesor Dr Lindawati S. Khusdhany, drg., Sp.Pros(K), seringkali tumbuh tidak sempurna secara tegap atau yang biasa disebut impaksi. Hal ini disebabkan pada usia tersebut rahang sudah berhenti tumbuh sehingga gigi bungsu yang muncul paling akhir seringnya tidak mendapat tempat untuk tumbuh.
“Gigi impaksi dapat hanya tumbuh sebagian saja atau sama sekali tidak tumbuh dan tertanam di tulang rahang dengan posisi tidak normal. Gigi impaksi dapat menyebabkan sakit, pembengkakan gusi, gusi mudah berdarah, dan adanya rasa pusing,” kata Dr Lindawati kepada detikHealth dan ditulis pada Selasa (2/9/2014).

Hampir 85 persen gigi bungsu berkemungkinan untuk tumbuh secara tidak wajar. Kebanyakan dokter gigi akan merekomendasikan operasi kecil untuk mengangkat gigi bungsu tersebut.

Ada teori yang mengatakan mengapa banyak pertumbuhan gigi bungsu bermasalah karena perubahan bentuk tulang rahang pada manusia modern. Manusia zaman purba yang diteliti fosilnya memiliki tulang rahang lebih lebar yang diasumsikan karena banyak mengunyah makanan keras sehingga. Rahang yang lebih besar memberikan tempat bagi gigi untuk tumbuh dengan sempurna.

Selain itu, drg Yulia Prapti dari klinik An-Nur, Setiabudi, Bandung, mengatakan penyebab rahang yang kecil juga bisa disebabkan karena faktor genetik dari orang tua. Bisa saja seseorang mengikuti ukuran rahang kecil dan bentuk gigi besar dari orang tua.

Mengingat pertumbuhan gigi bungsu miring adalah hal yang sering terjadi, drg Yulia mengatakan jika tidak ada rasa sakit atau komplikasi lainnya maka operasi tidak perlu dilakukan.

“Kalau giginya tumbuh walaupun miring tapi normal dalam artian nggak bikin sakit, ditunda saja dulu operasi untuk ngangkat gigi itu,” tutup drg Yulia.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close