Ditemukan Cara Baru Mengatasi Gigi Sensitif

Bagikan artikel ini

KOMPAS.com – Apakah memasukkan sesendok es krim atau menyeruput kopi membuat Anda meringis? Jika ya, Anda mungkin memiliki gigi sensitifSakit karena Gigi Berlubang? Berikut Solusi Pilihannya... baca selengkapnya.... Gigi sensitif memang masalah yang diderita oleh sebagian besar orang, diperkirakan 3 dari 4 orang menderita gigi sensitif.

Gigi sensitif menyebabkan gigi telalu peka dengan sensasi panas, dingin, minuman atau makanan manis dan asam. Meskipun kasusnya banyak terjadi, namun belum ada obat untuk masalah gigiHubungan Sakit Gigi dan Diabetes... baca selengkapnya... ini. Sejauh ini, pasta gigiTips Memilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi... baca selengkapnya... khusus gigi sensitif dan beberapa permen hisap tanpa gula banyak digunakan dapat meringankan gejalanya.

Namun para peneliti di University of Hong Kong dan Anhui Medical University di Cina melalui sebuah studi barunya yang dimuat dalam jurnal ACS Applied Materials and Interfaces, telah menemukan cara untuk menyembuhkan gigi sensitif dengan metode alami.

Menurut American Dental Association, gigi sensitif disebabkan oleh sejumlah faktor seperti terlalu agresif ketika menyikat gigiBegini Caranya Menyikat Gigi yang Benar Agar Gigi Tidak Abrasi... baca selengkapnya..., gigi retak dan penyakit gusi. Gejala muncul ketika hilangnya lapisan luar gigi, enamel, dan lapisan di dalamnya yang lebih lembut, dentin, sehingga saraf di dalam gigi pun lebih mudah terkena rangsang.

Para peneliti melakukan percobaan yang bertujuan membangun kembali baik enamel dan dentin pada waktu yang sama. Untuk mencapai tujuan ini, mereka menggunakan sejenis perekat yang digunakan oleh kerang saat menempel pada benda. Mereka berteori bahwa perekat ini dapat mengikat mineral dengan dentin cukup lama sehingga memungkinkan proses pembentukan dentin akan terjadi secara terus menerus.

Percobaan dilakukan dengan melumuri enamel dan dentin gigi partisipan dengan perekat dan mineral. Mineral digunakan karena gigi biasanya rusak karena paparan mineral. Kemudian mereka menemukan bahwa ketika gigi terpapar oleh kedua substansi tersebut, gigi pun membentuk kembali lapisan enamel dan dentin. Ketika hanya terpapar mineral, makanya hanya dentin saja yang terbentuk.

“Bisa jadi temuan kami ini merupakan teknik sederhana untuk menginduksi remineralisasi enamel dan dentin secara bersamaan yang dapat digunakan secara universal, selain juga dapat menjadi langkah inovatif dalam memerangi gigi sensitif,” ungkap para peneliti menyimpulkan.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close