Awas, Infeksi Gigi Bisa Bikin Radang Otak !

Bagikan artikel ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Internasional Bintaro, dr Tengku Bahdar Djohan mengatakan masalah gigi berlubangFaktor penyebab sakit gigi... baca selengkapnya... tidak hanya berhenti di absesKonsultasi: Bahayakah Membiarkan Gigi Berlubang?... baca selengkapnya... gigi namun juga harus waspada terhadap ancaman fokal infeksi4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi... baca selengkapnya... seluruh tubuh.

“Fokal infeksi akibat racun dan sisa kotoran maupun mikroba memicu terjadinya infeksi pada gigi dan mulutJauhi Kandungan Makanan Ini Agar Gigi dan Mulut Lebih Sehat... baca selengkapnya... kemudian menyebar ke anggota tubuh lain,” kata dr Tengku Nahdar di Jakarta Selatan, Jumat.

Dalam diskusi bertema Meningkatnya Konsumsi Gula di Indonesia VS Komplikasi Akut pada Gigi, Bahdar mengatakan bila abses (lubang gigi bernanah) tidak diobati maka dapat menyebabkan komplikasi berbahaya.

Selain berupa tanggalnya gigi juga menyebabkan peradangan pada dada (mediastinis), penyebaran infeksi ke jaringan lunak maupun bagian tubuh lainnya antara lain abses otak, maupun radang paru-paru.

“Warga masyarakat masih menganggap penyakit gigiMeski Tidak Ikut Ngebul, Perokok Pasif Juga Dihantui Gigi Keropos... baca selengkapnya... maupun mulut dianggap biasa, namun setelah parah baru mereka berkonsultasi ke dokter,” katanya.

Langkah antisipasi untuk mengurangi risiko tersebut adalah peran pemerintah dan instansi terkait agar segera melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Selama ini mungkin masyarakat belum mendapatkan informasi mengenai bahaya penyakit gigi, maka dari itu sangat penting dilakukan sosialisasi ke warga,” kata dokter Tengku Bahdar.

Data hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan Departemen Kesehatan menyebutkan prevalensi kariesProses Gigi Berlubang (Karies)... baca selengkapnya... (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen.

Fakta yang lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan.

Itu sebabnya masyarakat pada awal-awal sebelum terkena penyakit gigi dan mulut mengabaikan sakit yang ditimbulkannya. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat.

Data itu berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga survei kesehatan nasional (SKRT-Surkesnas) tahun 2001 yang menyebut, penyakit gigi dikeluhkan 60 persen penduduk Indonesia.

Tanpa disadari keluhan penyakit gigi juga berdampak terhadap produktivitas si penderita. Yakni gangguan tersebut rata-rata 3,86 hari dengan kisaran berhenti beraktivitas antara 2,5 hari hingga 5,28 hari.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close