Awal Pakai Behel, Jangan Kaget Kalau Nanti Sariawan Seluruh Mulut

Bagikan artikel ini

No Pain, No Gain. Selalu ada pengorbanan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Begitu juga dengan memakai behel demi memiliki gigi yang lebih rapi dan cantik.

Jangan kaget bila di awal-awal pemasangan, gigi akan terasa sakit selama beberapa hari. Gigi juga akan terasa tertarik karena menyesuaikan dengan peletakan bracket dan kawatnya.

Pada bagian mukosa atau jaringan lunak seperti pipi bagian dalam, bibir, mulut biasanya akan mengalami luka dan sariawan. “Gusinya pun bisa radang karena giginya tertarik. Jadi berpengaruh ke gusi,” terang drg. Citra Gemaradhita dari Citra Beauty Center Dental Care, saat berbincang dengan wolipop di tempat prakteknya di kawasan Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/03/2013).

Untuk bengkak dan sariawan, bisa diatasi dengan obat kumur atau obat sariawan. Tapi sebaiknya jangan terlalu sering dilakukan karena justru bisa menimbulkan iritasi dan kekeringan pada mulut. Pilih juga obat kumur dan sariawan yang tidak mengandung alkohol.

Selain sariawan dan radang, gigi juga akan terasa ‘lemah’ dan sakit akan menjalar begitu bergesekan dengan makanan. Bahkan pada makanan yang lunak seperti roti atau mie. Pengguna kawat gigi untuk pertama kali biasanya dianjurkan mengonsumsi bubur, susu, jus buah dan sayuran atau makanan lain yang teksturnya lembut sehingga tidak perlu terlalu banyak mengunyah.

Rasa sakit biasanya akan dialami selama satu sampai dua minggu pertama setelah pemasangan. Di minggu ketiga, gigi yang terasa tertarik mulai mengendur dan mulai bisa memakan makanan yang sedikit lebih padat. Biasanya gigi akan kembali terasa sakit saat ada tindakan penarikan dengan karet atau penggantian wire (kawat yang memanjang) setiap kali kontrol.

Pemakaian behel biasanya sekitar dua hingga 2,5 tahun. Namun bisa lebih lama tergantung dari tingkat kasusnya. “Kalau yang lebih dari itu biasanya pasien yang jarang kontrol. Akibatnnya gigi balik ke bentuk semula,” tutur dokter lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Moestopo ini.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close