6 Mitos tentang Gigi yang Paling Sering Didengar Masyarakat

Bagikan artikel ini

6 Mitos tentang Gigi yang Paling Sering Didengar Masyarakat

Kebersihan mulut dan kesehatan gigi sangat penting sejak kecil. Sayangnya, seringkali orang percaya pada mitos yang mereka baca secara online atau yang didengar dari orang sekitar.
Nah berikut ini adalah 6 mitos seputar gigi yang perlu sobat ketahui kebenarannya.

1. Cabut gigi bikin buta.
Pernah dengar kalau cabut gigi membuat kita buta? Hal ini memang sering sekali kita dengar di masyarakat. Bahkan, nggak sedikit orang yang percaya hingga mereka takut pergi ke dokter gigi dan mencabut gigi mereka. Padahal hal ini hanyalah mitos belaka. Faktanya, syaraf gigi dan mata berbeda. Jadi, kita tidak mungkin mengalami kebutaan karena mencabut gigi. Apalagi jika proses pencabutan gigi dilakukan oleh dokter yang sudah profesional dibidangnya.
2. Menyembuhkan sakit gigi dengan bawang putih.
Banyak orang yang percaya bahwa bawang putih dapat menyembuhkan sakit gigi yang mereka derita. Ada dua cara populer yang digunakan apabila kita ingin menyembuhkan sakit gigi menggunakan bawang putih. Yang pertama adalah menempelkan bawang putih yan sudah digeprek pada gigi yang sakit. Sedangkan yang kedua adalah menempelkannya pada salah satu pergelangan tangan. Beberapa orang telah mencoba dan merasakan bahwa cara ini manjur untuk menyembuhkan sakit gigi mereka. Padahal cari ini keliru. Menaruh bawang putih pada bagian tertentu dalam tubuh hanyalah memindahkan rasa sakit yang ada pada gigi ke bagian tersebut dan menambah masalah kulit karena terbakar dan terasa perih akibat getah bawang putih.
3. Menggunakan minyak rem untuk menyembuhkan sakit gigi.
Minyak rem? Mungkin banyak diantara kita masih pikir-pikir untuk menggunakan minyak rem demi menghilangkan rasa sakit pada gigi yang kita alami. Namun pada kenyataannya, hal ini diyakini oleh beberapa orang. Pertengahan tahun ini, pengguna sosial media heboh dengan cerita seorang bapak-bapak yang menggunakan minyak rem demi menyembuhkan sakit giginya. Namun minyak rem yang dijadikan obat penyembuh justru mendatangkan malapetaka. Sakit giginya makin parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan di rawat di ruang ICU selama satu minggu. Jadi, minyak rem sebagai obat penyembuh sakit gigi hanyalah mitos belaka.
4. Lempar gigi ke atap rumah.
Di berbagai daerah Indonesia, ada kepercayaan yang berhubungan dengan gigi yang baru saja dicabut. Yaitu melempar gigi yang baru saja copot atau tanggal ke atap rumah. Masyarakat percaya bahwa, apabila gigi susu yang baru saja copot tidak dilempar ke atap rumah, maka gigi penggantinya tidak akan tumbuh. Hal ini tentu saja hanyalah mitos yang memang populer di masyarakat. Kenyataanya, gigi susu yang tanggal pasti akan digantikan oleh gigi dewasa.
5. Gigi taring lebih kuning dari gigi yang lain.
Apakah Anda pernah mendengar bahwa gigi taring lebih kuning daripada gigi yang lain? Jika diperhatikan baik-baik, gigi taring yang kita miliki memiliki warna yang lebih kuning dari gigi yang lain. Meski kita rajin menyikat gigi, tetap saja gigi taring tidak bisa seputih gigi-gigi lain. Ternyata, ada faktor ilmiah dibaliknya. Gigi taring memiliki dentin yang lebih tebal. Dentin yang tebal tersebut membuat gigi taring kita terlihat lebih kuning daripada gigi yang lain.
6. Pembersihan karang gigi merusak email gigi.
Banyak orang percaya bahwa membersihkan karang gigi atau bisa juga disebut dengan scaling dapat merusak email gigi. Kepercayaan ini membuat beberapa orang enggan untuk ke dokter gigi dan membersihkan karang giginya. Akan tetapi hal ini tidaklah benar. Proses pembersihan karang gigi tidak akan merusak email gigi. Apalagi didukung dengan alat penunjang yang modern, pasien terhindar dari efek samping scalling.

Ditinjau oleh: Drg. Hardono Jaya Lauson


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close