30 Persen Anak Indonesia Ompong Sebelum Usia 12

Bagikan artikel ini

Sakit gigi terutama karena karies atau gigi berlubang menjadi alasan utama bagi siswa tingkat Sekolah Dasar untuk absen dari kegiatan belajar mengajar. Seluruh puskesmas di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta juga mencatat sakit gigi dalam urutan sepuluh besar dari penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat pedesaan.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Rini Zaura MDS mengungkapkan bahwa data riset nasional menunjukkan bahwa 30 persen dari anak-anak sudah ompong sebelum usia 12 tahun. Dari jumlah anak yang ompong tersebut, hanya 0,7 persen yang giginya ditambal.

“Akan semakin banyak anak dengan gigi ompong jika tidak ada penanganan sejak dini untuk menanamkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,” ujar Rini dalam jumpa pers usai acara peresmian program SD Binaan kerjasama antara Pepsodent dan PDGI di SD Negeri Panggang II, Panggang, Gunung Kidul, Rabu (29/7).

Menurut Rini, jumlah warga yang merawat gigi di wilayah perkotaan adalah kurang dari 10 persen sedangkan di pedesaan adalah di bawah 1 persen. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk merawat kesehatan gigi dan mulut, hambatan ekonomi, dan hambatan psikologis menjadi penyebab tingginya angka sakit gigi di Indonesia. Belum lagi adanya budaya mengkonsumsi makanan manis dan lengket.

Faktor lain yang menyebabkan tingginya angka sakit gigi adalah masih rendahnya jumlah dokter gigi di Indonesia. Mayoritas dokter gigi terpusat di wilayah perkotaan. Rasio dokter gigi dibanding populasi adalah 1:10.000 dari idealnya 1:2.000. Di Kabupaten Gunung Kidul, misalnya, hanya terdapat 42 dokter gigi untuk 750.000 warga.

Untuk memberikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut, PDGI terus menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan swasta. Kali ini, PDGI bekerjasama dengan merek pasta gigi Pepsodent dari PT Unilever Indonesia. Sebanyak 60 cabang PDGI  di seluruh Indonesia akan membina 120 SD selama tiga tahun ke depan.

Manajer Kerjasama Profesional Kesehatan Gigi PT Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah mengungkapkan pihaknya akan menyuplai produk-produk kesehatan gigi seperti sikat gigi, pasta gigi, dan gelas kumur bagi siswa selama tiga tahun berturut-turut. Selain itu juga akan digelar pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut oleh dokter gigi dari cabang PDGI setempat.


Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga artikel ini . . . .close