Tengadahkan Kepala untuk Hentikan Mimisan Justru Berbahaya Bagi Kesehatan

556aca0c-7e1b-4386-9d26-73d716d0216d_169Jakarta, Ketika mimisan, menjadi hal yang umum dilakukan ketika orang menengadahkan kepala agar perdarahan di hidung terhenti. Sebenarnya, cara ini kurang tepat dan justru bisa berbahaya.

Dikatakan profesor bedah kepala dan leher di David Geffen School of Medicine, University of California, Los Angeles, Jeffrey Suh, menengadahkan kepala saat mimisan bisa membuat darah malah mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Dalam kasus yang sangat jarang, aliran darah ke tenggorokan bisa membuat Anda tersedak.

“Jika cukup banyak darah yang mengalir bahkan sampai ke perut, Anda bisa muntah,” kata Suh seperti dikutip dari Men’s Health pada Senin (24/8/2015).

Sementara itu, dokter bedah THT dari State University of New York’s Upstate Medical University, dr Jennifer Villwock mengatakan selain tersedak, aliran darah ke saluran napas juga bisa memicu pneumonia. Meskipun kasus ini jarang terjadi, menurut dr Villwock darah yang terkontaminasi bakteri dari tenggorokan bisa saja memicu pneumonia.

Lantas, bagaimana penanganan yang tepat saat hidung mimisan?

Dikatakan Villwock, sebauknya cubit lembut bagian hidung yang mulai terasa lebih lunak. Biasanya tepat di bawah tulang hidung. Cubitan yang Anda lakukan akan memberi tekanan pada pembuluh darah4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi... baca selengkapnya... di dalam hidung dan membantu proses pembekuan darah lebih cepat.

“Kemudian agak tundukkan sedikit kepala Anda. Dengan cara ini, darah yang sudah ada di hidung akan keluar, alih-alih justru berbalik ke arah tenggorokan,” kaya Villwock.

Jika dibutuhkan, tak ada salahnya menggunakan semprot hidung ketika darah mulai keluar pertama kali, sebelum Anda mencubit hidung. Meskipun semprot hidung berguna untuk melegakan hidung tersumbat, menurut Villwock mimisan bisa lebih cepat terhenti karena semprotan hidung bisa menyempitkan pembuluh darah di hidung.

“Biasanya mimisan akan berhenti dalam waktu 15 menit. Tetapi jika tak kunjung berhenti selama 20 menit atau lebih, segeralah berkonsultasi dengan dokter THT. Selama berusaha menghentikan perdarahan pun lakukan teknik yang tepat,” kata Suh memberi pesan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca juga artikel ini . . . .close