Tak Punya Odol, Gigi Manusia Purba Ternyata Lebih Sehat

ADELAIDE, KOMPAS.com — Walau belum mengenal odol alias pasta gigi, manusia purba ternyata punya gigi yang lebih sehat. Gigi manusia purba hampir tak memiliki gusi bengkak atau lubang gigi yang terkait serangan bakteri mulut.

Fakta tersebut muncul dari hasil penelitian Dr. Christina Adler, peneliti Australian Center for Ancient DNA, University of Adelaide. Riset dipublikasikan di jurnal Nature Genetics baru-baru ini.

Adler dan timnya mengekstrak DNA dari plak gigi 34 manusia purba di Eropa bagian utara. Mereka kemudian meneliti keragaman bakteri yang ada, membandingkan antara manusia yang hidup di era berburu, meramu, Neolitik, pertanian, dan akhirnya di era industri. Peneliti menemukan, komposisi bakteri mulut berubah seiring waktu. Perubahan terjadi saat memasuki era pertanian serta permulaan era industri 150 tahun lalu. Berbeda dari era berburu dan meramu, bakteri pada manusia modern cenderung lebih homogen.

“Yang kami temukan, manusia masa berburu dan meramu memiliki lebih sedikit frekuensi penyakit terkait bakteri daripada hari ini. Dan, jumlah spesies per mulut, atau keragamannya, lebih banyak pada manusia masa lalu,” kata Adler.

Adler seperti dikutip Discovery, Selasa (19/2/2013), menambahkan, “Jika mereka memiliki keragaman bakteri lebih banyak, itu artinya mulut orang-orang itu lebih tahan terhadap tekanan, dan kemungkinan perkembangan penyakit lebih kecil.”

Menurut Adler, bakteri yang berasosiasi dengan lubang gigi, S. mutans, mulai dominan di era industri. Sementara, bakteri lain yang memicu pembengkakan gusi (gingivitis) tak banyak berubah sejak masa pertanian.

Sebelumnya dinyatakan bahwa spesies P. gingivitis menyebabkan pembengkakan gigi terkait dengan kejadian penyakit kardiovaskuler saat ini. Namun, riset ini menunjukkan bahwa spesies tersebut relatif stabil sejak zaman pertanian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *