Lisa Ketahuan Idap Kanker Mulut Saat Giginya Retak karena Buka Tutup Botol

South East London, Awalnya, Lisa Epsom (35) ingin membuka botol minuman menggunakan giginya. Namun, gigi ibu empat anak itu justru retak dan rusak hingga ia harus menjalani perawatan. Tapi, berkat giginya yang retak Lisa baru tahu jika dirinya mengidap kanker mulut.

Selama tahun 2013 Lisa harus rutin ke dokter gigiBarapa Lama Perawatan Saluran Akar ?... baca selengkapnya... untuk memperbaiki giginya yang rusak dan retak setelah mencoba membuka tutup botol minuman buah menggunakan gigi. Namun, saat melihat ada sedikit tanda-tanda merah di mulutnya, dokter meminta Lisa menjalani beberapa tes.

“Hasil tes menunjukkan saya mengidap adenoid cystic carcinoma di langit-langit mulut yang merupakan bentuk langka dari kanker mulut. Setelah itu saya segera menjalani operasi selama 14 jam untuk mengangkat tumor di mulut saya,” kisah Lisa, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (17/3/2015).

Hasil CT Scan dan MRI juga menujukkan bahwa kanker sudah menyebar. Pasca melakukan biopsi, baru diketahui ada tumor seukuran bola golf di bawah hidung dan pipinya. Oleh karena itu, tepat di bulan Desember 2013 tim dokter terpaksa mengoperasi sebagian besar tulang pipi dan langit-langit Lisa. Kemudian, mereka menggunakan jaringan di paha untuk merekonstruksi wajah Lisa.

Saat bangun dari operasi, Lisa merasa menjadi monster dengan wajah yang membengkak dan cacat. Ia juga butuh waktu 3 minggu untuk bisa kembali bertemu dengan anak-anaknya. Benar saja, dua anak Lisa yang tinggal dengannya, Maison dan Tiffany terlihat enggan bertemu dengan sang ibu.

“Bahkan Tiffany bersembunyi dan ketakutan saat melihat saya, itu sangat menyedihkan. Sementara saya jelaskan pada Maison meski kini wajah saya berbeda, saya tetap ibunya dan dia bisa menerima hal itu. Perlahan, Tiffany juga mulai bisa menerima keadaan saya,” kata Lisa.

Sejak Januari hingga Maret 2014, Lisa harus menjalani kemoterapi. Meski wajahnya kini berbeda, ia bersyukur masih diberi kesempatan untuk membesarkan putra putrinya. Apalagi, dulunya dokter sempat mengatakan jika telat ditangani enam sampai delapan minggu, kemungkinan besar nyawa Lisa tidak tertolong.

Karena wajahnya sulit digerakkan, Lisa juga susah makan hingga bobotnya turun 24 kg. Di bulan Juli 2014, dokter mengatakan ia sudah sembuh 100%. Sampai saat ini, Lisa kadang mengaku masih canggung saat pergi ke luar rumah sebab orang-orang akan menatapnya dengan aneh. Tapi, bagi Lisa yang terpenting ia masih bisa menemani anak-anaknya sampai sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca juga artikel ini . . . .close