Inilah Duet Penyakit Gigi Tersering

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada dua penyakit kronis yang sangat lazim terjadi pada gigi. Dua penyakit ini bergantung pada mikroorganisme yang hidup dalam plak. Mengontrol plak merupakan langkah penting mencegah dua penyakit ini dan menjaga kesehatan gigi.

Karies
Dalam bahasa Yunani, ker berarti kematian. Dalam bahasa Latin, kata ini berarti kehancuran. Karies sendiri kemudian diartikan sebagai mati atau hancurnya gigi. Awalnya dimulai dari adanya lubang pada permukaan gigi atau mahkota gigi.

Sebenarnya rusaknya gigi merupakan kejadian yang cukup mengherankan karena gigi pada dasarnya merupakan jaringan paling kuat dalam tubuh kita. Ada beberapa teori yang membahas kenapa hal ini bisa terjadi. Salah satu teori menyebutkan bahwa kerusakan ini terjadi akibat makanan yang tertinggal dan lengket di gigi.

Kotoran yang tertinggal ini akan membentuk endapan yang disebut plak bila tidak dibersihkan dari luar karena liur tidak bisa melakukannya. Selain itu, juga mengundang bakteri untuk datang.

Kuman-kuman tersebut akan tumbuh sesuai dengan ukuran, ketebalan, dan kemudian mengeras. Air liur akan kesulitan membersihkan bakteri. Selanjutnya, makanan dan bakteri membentuk enzim yang diubah menjadi asam. Asam ini mampu melarutkan jaringan otot yang paling keras, seperti email gigi (lapisan yang menutupi sebagian besar bagian luar mahkota gigi).

Asam membentuk lubang yang sangat kecil di atas permukaan gigi dan pada akhirnya membentuk lubang besar, berwarna hitam. Inilah yang disebut lubang gigi.
Sampai proses ini, tidak ada rasa sakit yang timbul. Baru kemudian setelah lubang semakin dalam dan menyentuh saraf gigi, tanda bahaya berupa rasa nyeri, ngilu, atau linu akan muncul, terutama bila gigi tersentuh makanan dingin, panas, atau produk beracun.

Bila sudah demikian, jalan satu-satunya adalah mengurangi rasa sakit dan mengisi gigi yang berlubang dengan bahan lain. Gigi yang rusak dibor lalu diganti dengan bahan seperti logam campuran perak, emas, porselen, atau plastik.

Tujuan pengobatan ini pada dasarnya untuk memelihara gigi dan menghindari terjadi komplikasi. Sebab, bisa jadi kuman yang sudah masuk melewati saraf akan menuju ke akar gigi, kemudian menyebar lewat pembuluh darah dan memasuki organ tubuh, seperti jantung dan otak, serta menginfeksi organ-organ tersebut.

Penyakit gusi
Gusi dalam bahasa medis disebut periodontal. Perio artinya sekeliling, dontia artinya gigi. Gusi merupakan jaringan yang mengelilingi gigi.

Penyakit pada gusi bisa dikenali bila saat menyentuh gigi dan gusi dengan sikat ada noda darah yang terlihat pada sikat. Saat meludah, ada noda darah dalam air liur.
Meski belum diketahui penyebabnya secara pasti, penyakit gusi bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti munculnya lapisan karang gigi, bahan makanan yang terkumpul di pinggiran gusi yang tidak bisa dibersihkan air liur dan tidak bisa dikeluarkan oleh sikat, gigi berjejal, kebiasaan menaruh barang penyebab luka gusi serta bahan pembuat pedih, misalnya alkohol, rokok, atau sikat gigi yang keras.

Menghindari beberapa faktor risiko ini adalah langkah terbaik untuk memelihara gigi. Tentu saja, perlu dibarengi asupan gizi yang baik beserta tambahan suplemen, seperti vitamin C.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *