pasang behel jogja, pasang kawat gigi jogja, harga behel yogya, harga kawat gigi jogjakarta, biaya pasang behel gigi yogyakarta, klinik gigi jogyakarta, behel gigi sehat permanen yogja, kawat gigi permanen yogjakarta, Klinik Gigi Joy Dental Yogyakarta | Praktek Dokter Gigi Yogyakarta | Pasang Kawat Gigi Yogyakarta | Pasang Behel Yogyakarta | Perawatan Orthodontik | Dental Care Yogyakarta

Hubungan Sakit Gigi dan Diabetes

TANYA :

Dok saya mau bertanya, saya menderita penyakit diabetes4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi... baca selengkapnya... mellitus. Apakah sakit tersebut berpengaruh terhadap kesehatan gigiSudahkah Kita Menyikat Gigi dengan Benar?... baca selengkapnya... saya? Mengapa setiap menggosok gigi selalu berdarah. Padahal, saya sudah menggunakan pasta gigiSudahkah Kita Menyikat Gigi dengan Benar?... baca selengkapnya... yang dianjurkan. Selain itu, saya juga sudah menghindari makan yang dingin dan panas. Hampir semua gigi saya juga goyang dan mengalami bau mulut5 Langkah Membersihkan Mulut dan Gigi... baca selengkapnya...? Mohon penjelasannya.  Terima kasih.

(Muhammad Reza, 33, Langsa)

 

JAWAB :

Mas Reza di Langsa,

Diabetes mellitus dan kesehatan gigi sangat erat kaitannya, terutama dengan jaringan pendukung gigi.

Diabetes mellitus adalah kelainan metabolik kompleks yang ditandai dengan hiperglikemia kronis, yaitu pengurangan produksi insulin, terganggunya aksi insulin, atau kombinasi keduanya yang menghasilkan ketidakmampuan glukosa untuk ditransportasikan dari aliran darah ke jaringan tubuh. Mengakibatkan tingkat glukosa darah meningkat dan terjadi pengeluaran gula di urin.

Beberapa perubahan di dalam rongga mulut yang terjadi pada penderita diabetes antara lain, luka pada sudut mulut, mukosa mulut keringMulut Kering Dan Kurang Percaya Diri Dengan Nafas... baca selengkapnya... dan pecah-pecah, sensasi rasa terbakar pada mulut dan lidah, berkurangnya aliran ludah, serta terpengaruhnya jumlah bakteri di rongga mulut yang didominasi oleh Candida albicans, Streptococcus5 Langkah Membersihkan Mulut dan Gigi... baca selengkapnya... hemolitik, dan Staphylococcus. Peningkatan resiko gigi berlubangGigi Berlubang, Cabut Atau Rawat ?... baca selengkapnya... juga ditemukan pada pasien dengan diabetes tidak terkontrol.

Sedangkan perubahan pada jaringan pendukung gigi yang terjadi pada penderita diabetes antara lain, kecenderungan untuk terjadi pembengkakan gusi, polip gusi, proliferasi polip gusi, pembentukan absesKonsultasi: Bahayakah Membiarkan Gigi Berlubang?... baca selengkapnya..., infeksi4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi... baca selengkapnya... jaringan pendukung gigi (periodontitisAtasi Gusi Berdarah Sejak Dini... baca selengkapnya...), dan terjadi kehilangan gigi.

Namun, perubahan yang paling menyolok pada penderita diabetes yang tidak terkontrol adalah berkurangnya sistem pertahanan tubuh dan lebih mudah terkena infeksi, yang menyebabkan kerusakan jaringan pendukung gigi.

Terutama setelah usia 30 tahun, penderita diabetes lebih beresiko untuk mengalami kerusakan jaringan pendukung gigi.

Mayoritas penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan prevalensi dan keparahan penyakit pendukung gigi lebih tinggi pada penderita diabetes dibandingkan dengan non diabetes. Antara lain peningkatan kehilangan perlekatan jaringan pendukung gigi, peningkatan perdarahan gusi, dan peningkatan kegoyangan gigi.

Penyebab penderita diabetes rentan terkena infeksi disebabkan oleh peningkatan glukosa pada cairan gusi dan darah, kekurangan sel darah putih polimorfonuklear, peningkatan aktivitas kolagen dan penurunan sintesis kolagen. Semua hal ini akan mengubah lingkungan mikroflora di dalam mulut, yang menyebabkan kualitatif bakteri berubah. Sehingga penderita diabetes rentan terhadap infeksi dan mengakibatkan terjadinya penyakit pada jaringan pendukung gigi.

Hal-hal yang perlu dilakukan penderita diabetes dalam menjaga kesehatan rongga mulutnya, antara lain:

1.    Melakukan kontrol tahunan terkait penyakit diabetes ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
2.    Mengunjungi Dokter GigiMacam Gigi Tiruan... baca selengkapnya... secara rutin untuk melakukan pemeriksaan keseluruhan rongga mulut.
3.    Melakukan pemeriksaan rutin di Dokter Gigi Spesialis Periodonsia (Drg.,SpPerio), khusus untuk menangani gejala-gejala penyakit gusi  dan penyakit pendukung gusi (antara lain perdarahan saat menyikat gigiSikat Gigi Tak Usir Semua Bakteri... baca selengkapnya..., gusi bengkakFaktor penyebab sakit gigi... baca selengkapnya... dan berwarna merah mengkilat, serta gigi goyang).
4.    Melakukan perawatan rutin di rumah untuk menyikat gigi dan lidah secara teratur 3 kali sehari dengan sikat gigiSudahkah Kita Menyikat Gigi dengan Benar?... baca selengkapnya... berbulu lembut dan teknik menyikat gigi yang tepat dengan tekanan ringan, serta menggunakan pasta gigi khusus untuk perawatan gusi.
5.    Mengkonsumsi banyak air mineral, sayuran hijau, serta buah untuk menstimulasi aliran air ludah di dalam mulut anda.
6.    Mengurangi frekuensi makanan karbohidrat olahan diantara waktu makan utama.

Karena begitu eratnya kaitan antara diabetes mellitus dan kesehatan rongga mulutBau Mulut? Simak Cara Pencegahannya... baca selengkapnya..., maka anda harus rajin mengontrol penyakit diabetes-nya dan lebih memperhatikan perawatan rongga mulut di rumah, serta rajin mengunjungi Dokter Gigi. Langkah pertama saat ini, tentu saja mengunjungi Dokter Gigi untuk mengatasi penyakit gusi dan jaringan pendukung gigi yang telah terjadi. Kemudian kunjungi Dokter Spesialis Penyakit dalam untuk melakukan kontrol diabetes.

Demikian Mas Reza, semoga lekas sembuh. Salam gigi sehatTips Rutin Menjaga serta Merawat Kesehatan Gigi & Mulut... baca selengkapnya....

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca juga artikel ini . . . .close