Dokter Gigi Palsu Resahkan Warga Melbourne, Australia

71f1f7e6-1732-4d9d-8c27-2f65fb06c4e4_169Melbourne, Warga Melbourne resah dengan ditangkapnya seorang dokter gigi palsu. Penangkapan ini memunculkan dugaan adanya dokter gigi-dokter gigi palsu lainnya di kota tersebut.

Martin Fletcher, CEO Australian Health Practitioner Regulation Agency (AHPRA) mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian telah menangkap seorang dokter gigi palsu. Pria bernama Muhammet Velipasaoglu ini ditangkap karena tidak memiliki ijasah dan surat praktik dokter.

“Pria ini sudah berpura-pura sebagai dokter gigi selama hampir 10 tahun. Kami curiga ada organisasi atau grup dokter gigi palsu lainnya di Melbourne, berdasarkan keterangan dari pria tersebut,” tutur Fletcher, dikutip dari ABC Australia, Rabu (24/6/2015).

Fletcher mengatakan penangkapan ini dapat menjadi bencana bagi masyarakat. Praktik dokter gigi palsu meningkatkan risiko malpraktik yang dialami pasien. Selain itu, penggunaan alat yang tidak streil juga bisa memicu penularan penyakit berbahaya seperti hepatitis B, hepatitis C dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

dr Hugo Fachs, Wakil Ketua Australian Dental Association menduga praktik dokter gigi palsu ini muncul lantaran tingginya angka pasien tak diiringi dengan rendahnya biaya kesehatan. Selain itu, beberapa hal seperti latar belakang budaya dan tempat tinggal juga menjadi alasan.

“Beberapa orang ingin memiliki dokter gigi dengan latar belakang etnis yang sama seperti mereka. Namun hal ini malah membuat para penipu mendapat pekerjaan dan bayaran, sementara pasien rugi dari sisi kesehatan,” ungkapnya.

Praktik dokter gigi palsu ini mencuat setelah satu orang pasien mengeluh giginya tak kunjung sembuh dan merasa semakin sakit. Pasien yang tak disebut namanya ini akhirnya memeriksakan diri ke dokter gigi lain yang teregistrasi.

Dokter gigi tersebut menemukan bahwa beberapa penggunaan obat dan penanganan yang salah. Curiga, ia pun melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Saat ini sudah ada tiga orang yang diperiksa terkait dugaan dokter gigi palsu. Jika terbukti bersalah, pelaku diancam denda A$ 30.000 atau sekitar Rp 300 juta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *