Dengan Laser, Kini Gigi Dapat Tumbuh Kembali

Jika kerusakan pada gigi sampai pada tahap gigi berlubang, maka perawatan tidak lagi mencukupi. Dokter gigi akan melakukan pengobatan seperti penambalan, perawatan akar, atau mencabut gigi tersebut tergantung dari tingkat kerusakan.

Peneliti dari National Institute of Dental and Craniofacial Research, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan metode untuk meningkatkan kualitas pengobatan gigi yang rusak. Dengan menggunakan laser mereka berhasil membuat lapisan dentin pada gigi kembali tubuh.

Dentin sendiri adalah lapisan luar gigi setelah email yang merupakan bagian gigi terluar. Lapisan dentin memiliki tabung-tabung yang disebut tubula yang jika terbuka dan tekena rangsangan dapat menyebabkan rasa ngilu.

Salah satu peneliti, Praveen Arany mengatakan bahwa penelitian tersebut telah diuji coba pada tikus dan sel-sel manusia. Ia dan peneliti lain tidak sepenuhnya berhasil menumbuhkan gigi utuh karena bagian email gigi dirasa masih terlalu sulit.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa jika gigi diekspos menggunakan laser dengan tingkatan yang tepat, beberapa molekul yang berfungsi mengaktifkan protein sel tertentu akan bereaksi. Protein sel yang juga berperan dalam sistem penyembuhan tersebut kemudian mengarahkan sel batang pada bagian pulpa gigi untuk menumbuhkan kembali jaringan dentin.

“Kuncinya adalah menemukan tingkat laser yang tepat. Jika terlalu rendah tidak menimbulkan efek apa-apa dan jika terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan,” ujar Arany seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/6/2014). Laser berkekuatan tinggi sendiri biasa digunakan untuk memotong atau membakar benda keras.

Arany mengatakan dengan tumbuhnya kembali lapisan dentin, perawatan gigi yang menyakitkan seperti perawatan akar gigi atau pengangkatan jaringan saraf yang mati dapat dihindari.

Kedepannya ia berharap penelitian ini akan berkembang sehingga di masa depan orang dapat menggunakan laser untuk meregenerasi luka, memperbaiki jaringan yang rusak, menyembuhkan kerusakan tulang, dan aplikasi medis lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *