Bila Sakit Gigi Menghilangkan Kenikmatan Makan

Penelitian menunjukkan, kaum wanita lebih peka terhadap rasa nyeri dibandingkan kaum pria. Tak heran, nyeri sering dikeluhkan oleh wanita sepanjang hidupnya. Demikian menurut Jeffrey Mogil, ahli saraf dari McGill University di Montreal.

Sakit di daerah mulut (gigi dan gusi), misalnya, bisa jadi nyeri yang paling menyiksa. Selain terasa di seantero area mulut, nyeri akibat sakit gigi juga menyebabkan kepala pusing alang-kepalang. Kenikmatan makan jadi ikut hilang.

Alaminya, rasa nyeri adalah sinyal ketidaknyamanan karena kita lalai merawat diri sendiri. Ketika kita sakit gigi, umumnya terjadi radang di daerah gusi. Salah satu penyebabnya adalah plak sisa-sisa makanan yang menumpuk di permukaan gigi dan sela-selanya. Plak ini mengandung bakteri. Jika dibiarkan, plak akan semakin mengeras dan membentuk karang gigi. Karang gigi dapat memicu masalah peradangan gusi (gingivitis). Jika diabaikan, selanjutnya akan terjadi di daerah tulang bawah gusi atau jaringan tulang periodontal.

“Akhirnya, gigi dan gusi akan terasa nyeri. Jika disikat, justru akan menimbulkan pendarahan,” jelas drg Aditya Pribadi, SpOrt dari Dharmawangsa 8 Dental Care.

Langkah antisipasi

* Perbaiki rutinitas harian. Ada beberapa hal lain yang kita perlu ketahui, selain aturan menyikat gigi 2 kali sehari. Kita perlu menggunakan sikat berbulu lembut. Jangan menyikat gigi terlalu keras karena akan menyebabkan gigi semakin rapuh, dan gusi bertambah nyeri. Selain itu, sikatlah gigi secara merata dan seksama, hingga mencapai sela-sela yang sulit dijangkau. Daerah yang perlu dibersihkan adalah permukaan gigi depan dan samping, dan gigi geraham. Jangan lewatkan juga permukaan kontak gigi, yaitu permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gerakan menyikat gigi yang benar adalah maju-mundur, untuk gigi geraham. Gerakan atas-bawah, untuk gigi depan dan samping. Jika merasa sulit menyikat dari atas ke bawah, ganti dengan gerakan memutar.

* Maksimalkan dengan dental floss. Studi membuktikan, menyikat gigi ternyata hanya membersihkan sekitar 35% bagian mulut. Karenanya, dental floss digunakan untuk menghilangkan plak yang sulit dijangkau sikat gigi. Tak perlu khawatirkan mitos, dental floss membuat gigi menjadi renggang atau merusak jaringan gusi. Faktanya, flossing justru efektif mencegah timbulnya karang dan lubang gigi. “Lakukan 3 kali seminggu bagi yang memiliki gigi dengan susunan rapi dan teratur. Bila susunan gigi tak beraturan, sebaiknya lakukan setiap hari, sebelum tidur dan setelah menyikat gigi,” kata dr Aditya.

(Intan Sari Boenarco/Prevention Indonesia)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *