Berkumur dengan Minyak Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi?

Menjelang tidur, biasanya setiap orang disarankan untuk menggosok gigi dan berkumur dengan mouthwash demi menjaga kesehatan mulut dan giginya. Namun di India, sebagian masyarakatnya lebih memilih berkumur dengan minyak.

Praktik ini bahkan telah dilakukan selama bertahun-tahun di negara itu karena masyarakatnya percaya berkumur dengan minyak, entah itu minyak bunga matahari atau minyak wijen dan sejenisnya, dapat mencegah datangnya penyakit yang menggerogoti kesehatan gigi dan mulut sekaligus menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh.

Ayurveda mengklaim berkumur dengan minyak selama 20 menit dapat mencegah 30 jenis penyakit sekaligus, dengan cara menarik racun keluar dari mulut.

Bahkan dalam sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, cara ini dapat mencegah pembentukan plak, kerusakan gigi, memutihkan gigi, mengobati gangguan gusi, meredakan bau mulut dan gusi berdarah, hingga mengatasi tenggorokan kering dan bibir pecah-pecah.

Ternyata sebagian anggota masyarakat medis modern percaya hal ini memang benar adanya. Bahkan beberapa di antaranya yakin cara ini juga melindungi seseorang dari radang sendi atau arthritis hingga mabuk.

“Setidaknya cara ini tidak berbahaya. Dan kalau tidak salah ada satu studi yang membuktikan cara ini memang dapat mengurangi jumlah bakteri streptococcus dalam mulut,” ungkap seorang dokter gigi dari Houston, Dr Wayne Brueggen.

Hal yang sama juga diutarakan jubir Academy of General Dentistry, Dr John C. Comisi. Dokter gigi yang berpraktik di Ithaca, NY ini sepakat bila berkumur dengan minyak dapat menyehatkan gigi dan mulut.

Ia menerangkan makanan dan gula yang dikonsumsi seseorang akan menciptakan sebuah lingkungan asam di dalam mulutnya. Kondisi ini dapat menurunkan kadar pH mulut dan memicu munculnya bakteri-bakteri jahat yang dapat menggerogoti enamel gigi, yang pada akhirnya menyebabkan karies gigi atau gigi berlubang.

Sedangkan minyak bersifat alkaline atau basa, sehingga dapat menetralisir pH mulut dan mengurangi kadar asam di dalamnya. Pada akhirnya jumlah bakteri jahatnya akan berkurang, begitu juga dengan risiko gigi berlubangnya.

“Jadi jika cara ini memang dapat membantu mengurangi risiko karies gigi secara alami, maka saya juga tak melihatnya sebagai cara yang membahayakan,” tambah Comisi seperti dikutip dari CBS News, Jumat (14/3/2014).

Hanya saja, Comisi mengatakan bisa saja masih banyak orang yang ragu melakukannya karena belum ada studi ilmiah yang dapat memastikan manfaat kesehatan dari aktivitas berkumur dengan minyak ini. Lagipula ia tak yakin ada orang yang mau berkumur minyak selama 20 menit untuk mendapatkan manfaatnya.

“Sikat gigi yang hanya butuh waktu dua menit saja banyak yang malas dan mengaku tak ada waktu,” keluhnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *