Atasi Gusi Berdarah Sejak Dini

Tahukah Anda, menurut data statistic Survei Kesehatan Nasional 2002 tercatat 7 dari 10 orang di Indonesia mempunyai problem gusi berdarah. Dan menurut data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), prevalensi radang gusi (gingivitis) di seluruh Dunia adalah 75 – 90 % (1). Padahal Gusi memiliki peran tersendiri dalam kesehatan gigi. Selain sebagai penopang gigi, gusi juga berperan dalam mencegah menyebarnya bakteri yang masuk ke dalam akar gigi atau tulang rahang. Tetapi, bagaimana kalau gusi Anda berdarah ? Apa penyebab gusi berdarah dan bagaimana mengatasinya ? Simak Artikel berikut.
Salah satu masalah gusi yang paling sering terjadi adalah gusi berdarah. Gusi berdarah sering diabaikan dan dianggap remeh oleh sebagian orang, padahal gusi sering berdarah dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius. Lebih dari tiga perempat dari orang dewasa di Amerika Serikat yang berusia di atas 35 tahun menderita penyakit gusi(2). Gusi yang meradang ditandai dengan kemerahan dan perdarahan, dan kebanyakan orang dengan masalah gusi mengalami peradangan pada gusinya atau yang dikenal sebagai gingivitis. Antara 5% dan 15% dari populasi memiliki tipe yang jauh lebih serius dari penyakit gusi yang dikenal sebagai periodontitis atau kerusakan tulang dan jaringan penyangga gigi yang beresiko menyebabkan lepasnya gigi (2).

Penyabab Gusi Berdarah
Dalam hampir semua kasus, gusi berdarah disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk. Hal ini tidak selalu berarti bahwa Anda tidak cukup menyikat gigi, tetapi Anda mungkin melakukannya dengan kurang tepat.
Gusi berdarah disebabkan oleh plak yang berakumulasi. Plak mudah menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri. Menyikat gigi dengan hati-hati dan teratur akan membersihkan plak. Namun, jika penyikat gigi tidak dilakukan secara teratur atau kurang bersih, plak akan sulit dihilangkan. Plak yang menumpuk di sepanjang garis gusi menyebabkan gusi meradang sebagai respon untuk melawan bakteri. Jika tidak dilakukan perawatan, lama kelamaan peradangan itu akan berubah menjadi kerusakan tulang penyangga gigi atau periodontitis. Periodontitis dapat membuat gigi-gigi goyang atau bahkan tanggal.
Wanita hamil juga dapat menderita gusi berdarah karena perubahan hormonal yang cenderung melemahkan jaringan gusi.

Perawatan Ketika Gusi Berdarah :
• Jika Anda menderita gusi berdarah, penting untuk meningkatkan kebersihan gigi dan mulut. Sikatlah gigi minimal 2x sehari dan pastikan Anda menyikat gigi di semua sisi. Jangan terburu-buru, sehingga melewatkan beberapa bagian yang perlu dibersihkan. Sikat dengan baik sepanjang batas antara gigi dan gusi. Gunakanlah selalu sikat gigi dengan kekerasan yang lembut atau medium. Selain menyikat, baik juga untuk membersihkan gigi dengan benang gigi untuk daerah-daerah terpencil di sela-sela gigi.
• Jika gusi berdarah tidak berkurang setelah Anda meningkatkan kebersihan gigi dan mulut, kunjungi dokter gigi. Plak mungkin telah berkembang dan membuat peradangan terus menerus berlanjut. Konsultasikan masalah ini kepda dokter gigi Anda untuk penanganan lebih lanjut.

Referensi : 

1) Data statistic Survei Kesehatan Nasional 2002 tentang Gusi Berdarah
2) Gum Problem basic: Sore, Swollen and Bleeding Gums. Available at http://www.webmd.com/oral-health/guide/gum-problem-basics-sore-swollen-and-bleeding-gums

Disadur dari Brosur GSK

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *