Apa yang Menyebabkan Gigi Jadi Sensitif?

Gigi sensitif bukan masalah enteng. Gangguan yang ditandai rasa tajam dan sesaat ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun banyak orang masih memandang gigi sensitif sebelah mata.

Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian lembaga riset global, Ipsos, pada tahun 2011 yang menyatakan, 45 persen orang Indonesia mengalami gigi sensitif. Tapi 52 persen tidak menyadarinya dan tidak memeriksakan diri ke dokter gigi. Sebanyak 75 persen bahkan belum menangani gigi sensitif dengan baik dan benar.

“Gigi sensitif merupakan masalah gaya hidup. Terlalu banyak makan hidangan manis, keras, berlemak dan cara sikat gigi yang salah menjadi penyebab utama pengikisan email,” kata GSK Dental Detailing Manager Ariandes Veddytaro di Jakarta, Minggu (19/05/2013).

Gigi sensitif tidak terjadi seketika. Gangguan ini baru muncul ketika usia 20-50 tahun. Meski begitu, Andreas tidak menampik adanya masalah penipisan email yang terjadi sejak lahir. Hal ini disebut dengan anomali email gigi.

Gigi sensitif tidak disebabkan gangguan bakteri atau virus, semata karena pengikisan lapisan pelindung gigi. Masalah gigi sensitif merupakan manifestasi kesalahan sikat gigi dan masalah konsumsi hidangan yang tidak diperhatikan.

“Kebanyakan orang cuek. Ngilu, tapi tetap makan yang berasa tajam atau bersuhu ekstrem. Seharusnya segera ke dokter,” kata Ariandes.

Cara menyikat gigi yang terlalu keras memperparah pengikisan email. Hal ini berpotensi mengekspos lapisan saraf pada gigi. Akibatnya sedikit stimulus akan menimbulkan rasa ngilu pada ujung saraf.

Hal ini diperparah dengan keputusan tidak memilih sikat dan pasta gigi yang benar sesuai kebutuhan. Padahal, cara dan bahan sikat gigi yang tepat dapat menghindarkan gigi dari abrasi email.

Sikat dan pasta gigi yang tepat

Pemilihan pasta dan sikat gigi yang tepat dapat menjadi alternatif pencegahan timbulnya masalah gigi sensitif.  Kandungan potassium nitrat dalam pasta gigi untuk gigi sensitif akan menimbulkan rasa nyaman pada saraf gigi. Sehingga rasa dan suhu ekstrim tidak menimbulkan ‘kejutan’ pada gigi. “Pasta gigi untuk gigi sensitif juga bisa dipakai semua orang. Tidak perlu menunggu gigi sensitif dulu,” kata Ariandes.

Hal ini dikarenakan dalam pasta gigi untuk gigi sensitif juga terkandung berbagai bahan untuk perlindungan gigi.

Ariandes juga menyarankan untuk memilih sikat gigi berbahan halus. Hal ini supaya gigi tidak bergesekan terlalu keras dengan sikat, ketika dibersihkan. Tekanan yang terlalu besar menimbulkan rasa tidak nyaman dalam mulut. Jika diteruskan akan terjadi abrasi email yang menyebabkan gigi ngilu.

“Sikat gigi tidak perlu terlalu keras, yang penting nyaman di mulut. Sikat juga tidak perlu terlalu sering cukup 2 kali, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam,” kata Ariandes.

Sikat gigi terlalu sering berpotensi mengikis email, yang menyebabkan gigi lebih sensitif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *